Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Merasa Cemas


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu sejak Bintang pulang, komunikasinya dengan Sarah pun tetap lancar. Meski Sarah sering kali bertanya pada Bintang, kapan Ia akan kembali lagi ke kota B. Bintang yang masih belum tau, hanya berusaha menenangkan dan meminta Sarah untuk bersabar.


Pagi ini, Bintang sengaja datang ke rumah Tya untuk mengobrol dengan Kakaknya itu. Sambil memperlihatkan foto Sarah pada Tya, wanita yang kini menjadi kekasihnya.


"Sini masuk Bin, kebetulan Kakak mau masak nih. Kamu ajak Rahma main yaa.." ujar Tya saat melihat kedatangan Bintang ke rumahnya.


"Memang Ayahnya kemana Kak, masih belum pulang..?" tanya Bintang yang hanya melihat Kakak dan keponakannya di rumah.


"Belum Bin, masih sibuk katanya. Kakak tinggal masak dulu yaa, nanti kalau udah selesai kita cerita-cerita.."


Tya pun segera berjalan menuju dapur untuk memasak, sedangkan Bintang asyik bermain dengan ponakannya.


"Apa Ibu gak masak Bin, kok pagi-pagi kamu udah kesini..?" tanya Tya sambil lanjut memasak.


"Ibu masak kok, tapi udah selesai. Karena Ibu mau ke rumah temannya yang ada acara, jadi pagi-pagi sekali memasaknya.." jelas Bintang.


"Apa Kak Nia ada ngubungin Kakak..? Waktu itu aku ada ngubungin Kak Nia, tapi gak di jawab.." ujar Bintang sambil menggendong Rahma.


"Iyaa ada Bin, dua hari yang lalu. Mungkin di saat kamu menghubungi, dia sedang sibuk. Kakak kamu yang satu itu kan sangat gila kerja, sampai tidak ada waktu untuk berpacaran.." ujar Tya yang kini telah selesai memasak.


"Justru kamu yang dari dulu sibuk pacaran, Bin.." seru Tya sambil tersenyum.


"Kok jadi aku sih Kak,mmmmh.." gerutu Bintang.


"Iyaa kan memang benar, udah jangan malu-malu,hehee.." ujar Tya yang mengambilnya Rahma dari gendongan Bintang.

__ADS_1


"Kakak mau tidurin Rahma dulu yaa Bin, kelihatannya dia udah ngantuk.." ucap Tya seraya merebahkan tubuh Rahma di sampingnya.


"Iyaa Kak, aku juga mau ngubungin Sarah dulu,hee.." sahut Bintang sambil menjauh dari Kakak dan ponakannya itu.


Tidak sampai satu jam, Bintang pun telah selesai melepaskan rindunya pada Sarah melalui telepon. Begitu juga dengan Sarah, Ia merasa senang bisa mendengar suara Bintang yang sangat Ia rindukan.


"Udah pacarannya, sebentar banget..? Biasanya sampai berjam-jam.." ledek Tya yang melihat Bintang menghampirinya sambil tersenyum.


"Nanti di sambung lagi Kak,hee.. Namanya juga kangen, Kakak juga kan pernah muda.." jelas Bintang.


"Jadi maksud kamu, Kakak udah tua gitu,mmmh.." gerutu Tya.


"Iyaa deh, Kakak masih muda. Aku yang udah tua,hahaa.." ujar Bintang mencoba menghibur Tya yang kini ikut tertawa.


"Nah, itu baru benar,hee.." balas Tya.


"Jadi ini yang namanya Sarah, cantik juga. Pinter kamu cari pacar yaa,hehee.." ujar Tya yang masih menatap foto Sarah.


"Iyaa dong Kak,hee.. Yaa udah sini Kak, nanti Kakak naksir lagi.." seru Bintang sambil mengambil ponselnya dari tangan Tya.


"Amit-amit deh, Kakak kan masih waras, Bin.." sahut Tya.


"Jadi maksud Kakak, Bintang gak waras gitu,mmmh.." seru Bintang yang langsung manyun.


"Waras juga kok, cuma sedikit,hahaa.." ujar Tya yang tertawa terkekeh-kekeh melihat ekspresi wajah adiknya itu.

__ADS_1


"Ohh iyaa Bin, kamu tau gak..?" tanya Tya tiba-tiba.


"Tau apa, Kak..?" sahut Bintang yang merasa penasaran.


"Sepertinya Ibu dan Ayah tau sesuatu tentang kamu.." ujar Tya. "Karena waktu itu, Kakak sempat mendengar Ibu dan Ayah membicarakan soal Fida.." jelas Tya pada Bintang.


"Kakak serius, kira-kira Ayah dan Ibu tau gak yaa Kak tentang aku yang seperti ini..?" tanya Bintang yang kini mulai cemas dan kepikiran.


"Entahlah Bin, Kakak juga gak tau pasti. Tapi sepertinya begitu, kamu yang sabar yaa dan harus hati-hati. Jangan membuat Ayah dan Ibu curiga, apa lagi sampai tau tentang hubungan kamu dan Sarah.." ujar Tya yang tidak ingin Bintang mendapat masalah.


"Iyaa Kak, terimakasih udah ingetin aku. Aku akan lebih berhati-hati.." sahut Bintang sambil tersenyum.


Namun begitu, dalam hati Bintang merasa cemas memikirkan apa yang telah Tya ceritakan padanya.


"Gimana kalau seandainya Ibu dan Ayah benar-benar telah tau aku seperti ini..? Pasti mereka akan marah dan kecewa.." gumam Bintang dalam hati dengan raut wajah yang terlihat sedih.


"Kak, aku pulang dulu yaa, udah siang.." pamit Bintang pada Tya.


"Iyaa Bin, kalau ada apa-apa cerita yaa.. Kakak gak mau ketinggalan berita,hehee.." seru Tya yang tertawa kecil, sambil menatap Bintang.


"Iyaa Kak, pasti aku cerita. Semoga semua tetap baik-baik aja yaa, Kak.." ujar Bintang.


"Aamiin,, semoga yaa, Bin.." balas Tya dengan tersenyum.


Bintang pun bergegas untuk pulang, meninggalkan Tya dan ponakannya yang telah tidur. Di perjalanan pulang, Bintang masih sibuk memikirkan apa yang Ia bicarakan bersama Kakaknya tadi. Sambil menarik nafasnya dengan dalam, dan memijit pelipisnya.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2