Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Patah Hati


__ADS_3

Cerita tentang Billa dan Riko yang telah berpacaran, akhirnya telah di ketahui oleh teman-temannya. Termasuk Bintang dan Safa, hal ini di karenakan panggilan yang mereka gunakan satu sama lainnya.


"Ciieeee,, yang baru jadian, sekarang panggilannya adik kakak,hahahaa.." ujar Safa yang menggoda Billa sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Apa sih Faa, mulai deh kumat jahilnya..!" balas Billa dengan menahan rasa malu di wajahnya.


"Jangan lupa traktirnya yaa Bill,hee.." seru Safa.


"Iyaa tenang aja, nanti aku bilang ke Riko.." ucap Billa pada Safa, sambil melihat ke arah Bintang yang sejak tadi hanya diam tidak mengatakan apapun.


"Kamu kenapa Bin, sakit ? aku perhatiin dari tadi diam aja.." tanya Billa.


"Gak kok, aku gak sakit. Cuma tenggorokan lagi gak enak aja.." jawa Bintang berusaha mencari alasan.


"Ohh, yaa udah nanti jangan lupa minum larutan Bin.." sahut Billa.


"Selamat yaa Bill, udah jadian sama Riko..!" ucap Bintang dengan senyuman di bibirnya, namun dalam hati Ia merasakan sakit dan sedih.


"Iyaa Bin, makasih yaa..!" balas Billa dengan senyuman yang tidak bisa di artikan oleh siapapun.


"Sama-sama Bill, kalau gitu aku mau ke kantin dulu mau beli minuman.." ujar Bintang yang sebenarnya ingin menghindar, lalu berjalan meninggalkan Billa dan Safa di kelas.


~**********~


Di luar kelas terlihat Riko dan Farid sedang duduk di sebuah kursi, mereka asyik bercerita sambil menikmati makanan yang tadi mereka beli di kantin.


"Selamat yaa Rik, akhirnya kamu jadian juga sama Billa..!" seru Farid dengan senyuman di bibirnya, yang terlihat seperti di paksakan.


"Makasih yaa Far, ini juga berkat kamu yang selalu memberi aku semangat untuk bisa dapetin Billa.." sahut Riko dengan bersemangat.

__ADS_1


"Nanti pulang aku traktir kamu dan teman-temannya Billa, mereka pasti senang.." sambung Riko.


"Ide bagus tuh Rik, sering-sering aja yaa,hehehee.." sahut Farid sambil menghela nafasnya dengan berat.


Setelah berjam-jam mengikuti pelajaran, akhirnya bel pulang berbunyi. Riko pun mengajak Billa dan teman-temannya ke sebuah tempat makan, hal ini di sambut dengan senang oleh Billa. Tapi tidak demikian dengan Bintang, tanpa berpikir panjang Ia pun langsung menolak.


"Ayolah Bin, ikut bareng kita. Kapan lagi coba, dapat traktiran sepuasnya.." ujar Safa yang berusaha membujuk Bintang, agar mau ikut bersama mereka.


"Maaf, aku beneran gak bisa, aku pengen pulang aja.." ucap Bintang dengan suara yang berat.


"Yaa udah gak papa Bin, mungkin kamu juga kurang enak badan.." ujar Billa yang merasakan aneh dengan sikap Bintang hari ini.


"Aku pulang duluan semuanya, kalian selamat bersenang-senang yaa.." seru Bintang dengan senyuman yang di paksa, lalu bergegas pergi meninggalkan mereka semua.


"Yaa udah ayo semua, kita jalan sekarang.." ujar Riko pada semuanya.


~********~


Malam telah tiba, terlihat Bintang membantu Ibunya menyiapkan makan malam. Karena Kak Tya harus lembur malam ini, jadi Bintang yang mengerjakan tugas rumah yang biasa di kerjakan oleh Kak Tya.


"Semua sudah siap, ayo Ayah, Bintang kita makan.." ajak Ibu sambil menuangkan nasi ke dalam piring Ayah dan Bintang.


"Sedikit aja nasinya, Bu..!" seru Bintang saat melihat Ibunya menuangkan nasi ke dalam piringnya.


"Loh,, memang kenapa Bin ?, kan ini semua makanan kesukaan kamu, Nak..!" tanya Ibu yang merasa aneh.


"Gak kenapa-kenapa Bu,, cuma tenggorokan Bintang agak sakit jadi gak enak makan.." jelas Bintang yang sebenarnya tau, bahwa bukan itu yang membuatnya tidak selera makan.


"Jadi begitu, yaa udah nanti Ibu buatin wedang jahe. Biar tenggorokan kamu jadi enak dan hangat.." seru Ibu.

__ADS_1


"Lain kali jangan makan gorengan di sekolah Bin, jangan makan yang berminyak-minyak yaa..!" ujar Ayah menimpali.


"Iyaa Ayah, gak kok.." balas Bintang dengan wajahnya yang terlihat lesu.


Setelah selesai makan malam, Bintang membantu Ibu membersihkan meja dan membawa piring kotor ke dapur lalu mencucinya.


"Bintang ke kamar dulu ya Bu, semua udah selesai Bintang beresin.." ucap Bintang pada Ibunya yang sedang nonton TV bersama Ayah.


"Iyaa Bin, istirahatlah yaa.. Jangan lupa di minum wedang jahe nya, tadi Ibu letakkan di atas meja makan.." ujar Ibu.


"Iyaa Bu, pasti Bintang minum.." balas Bintang sambil mengambil gelas yang ada di atas meja, lalu berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Bintang langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


"Kenapa rasanya sakit banget, saat tau Billa dan Riko jadian..?!" ucap Bintang dalam hati.


"Dari awal aku memang suka sama Billa, tapi aku juga gak bisa mengatakan itu. Dia bukan sepertiku..!" gumam Bintang lirih.


Bintang pun bangkit dari tempat tidurnya, meraih gelas di atas meja sambil meneguknya dengan perlahan. Lalu mengusap wajahnya dengan kasar, setelah itu kembali merebahkan dirinya seraya terpejam.


Di dalam kamar yang terdapat di sebuah rumah entah dimana, terlihat seorang anak laki-laki yang juga merasakan hal yang sama seperti Bintang rasakan. Ia terbaring di atas tempat tidur dengan bantal menutupi wajahnya, ada rasa sedih dan sakit di hatinya.


"Kenapa perasaan ini harus ada, kenapa..?!, apa yang harus aku lakukan sekarang..?!"


Ucapnya dalam hati, sambil mencengkram erat bantal yang ada di depannya. Perlahan Ia pun mulai memejamkan mata, berusaha keras untuk menenangkan hatinya yang patah.


Bersambung...


🙏😊

__ADS_1


__ADS_2