
"Kamu udah pulang Bin, apa semua baik-baik aja..?" tanya Mery yang melihat Bintang telah kembali pulang, namun dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.
"Iyaa baik Mer, kok kamu belum tidur juga..?" tanya Bintang sembari berjalan menuju ke kamar mandi.
"Aku nungguin kamu pulang, dan pengen tau gimana kamu sama Kak Yumie.." jawab Mery yang tidak ingin menyembunyikan rasa ingin tahunya.
"Memang aku dan Kak Yumie kenapa, gak gimana-gimana kok, Mer.." sahut Bintang yang baru saja keluar dari kamar mandi, lalu menghampiri Mery yang sedang duduk sambil menonton televisi.
"Maksudnya tadi Kak Yumie ngomong apa aja sama kamu, cerita dong Bin.." pinta Mery yang merasa penasaran.
Lalu Bintang pun menceritakan semuanya pada Mery, tanpa ada yang Ia tutupi. Mery yang mendengarnya hanya menganggukkan kepala, dan menghela nafasnya dengan dalam.
"Jadi kamu belum ngasi jawaban apa-apa dong, Bin..?" tanya Mery setelah mendengar semua cerita Bintang.
"Belum Mer, besok aja. Masih ada banyak waktu, yaa udah ayo tidur.." ajak Bintang sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Jadi gak sabar nunggu besok,hee.. Kamu tidur duluan aja Bin, aku masih belum ngantuk.." seru Mery yang masih menonton televisi.
"Aku yang harus ngasih jawaban, tapi malah kamu yang gak sabaran. Aneh,hehee.." ucap Bintang sambil tertawa kecil.
"Kan aku penasaran sama kalian nantinya gimana lho Bin, terus-terus kamu mau ngasih jawaban apa ke Kak Yumie..?" tanya Mery yang merasa penasaran dengan jawaban apa yang akan di berikan Bintang pada Yumie.
"Ada deh, rahasia. Yaa udah, aku tidur dulu.." sahut Bintang yang kini telah memejamkan matanya.
"Yahh,, nih anak pakai main rahasia-rahasiaan segala lagi,mmmh.." seru Mery yang ikut merebahkan tubuhnya di samping Bintang.
Di sebuah ruang yang lain, terlihat Yumie sedang berusaha untuk memejamkan matanya. Namun bayangan wajah Bintang terus saja hadir di pikirannya, membuat Ia sulit untuk tidur.
"Kenapa keingat dia terus sih,mmmmh.. Baru juga tadi ketemu, rasanya udah kangen lagi aja.." ucap Yumie sambil menghela nafasnya dengan kasar.
"Apa dia juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan..?" tanya Yumie dalam hati, lalu kembali memejamkan matanya.
~***********~
"Mery,, nanti kalau Kak Yumie datang nganterin makanan lagi, kamu aja yang nyamperin yaa.. Aku mau ke gudang dulu, beresin buku-buku yang ada di sana.." ucap Bintang sambil berjalan menaiki tangga, menuju gudang yang berada di lantai atas.
"Iyaa Bin, sekalian aku habisin kan.." seru Mery sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, Yumie pun datang dengan raut wajah yang begitu sumringah. Sambil membawa kotak makanan, dan juga minuman di tangannya.
"Assalamu'alaikum Mer, lagi sibuk beres-beres yaa.." ucap Yumie dengan tersenyum lebar.
"Iyaa Kak Yumie, biasalah kalau pagi yaa begini. Mau cari Bintang yaa, Kak..?" tanya Mery.
"Gak kok Mer, cuma mau nganterin makanan dan minuman ini aja buat kalian berdua. Ohh yaa, Bintang mana..?" tanya Yumie yang sejak tadi belum melihat Bintang.
"Bintang lagi beresin buku-buku yang ada di gudang Kak, di lantai atas. Apa Kak Yumie mau aku anterin ke atas..?" tanya Mery sambil tersenyum.
"Ohh, gak usah Mer, dia pasti lagi sibuk. Kalau gitu aku pamit pulang dulu yaa.." ucap Yumie.
"Iyaa Kak Yumie, terimakasih makanannya yaa.." seru Mery.
"Sama-sama Mery, wassalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsalam, nah sekarang waktunya sarapan lagi,hee.." ujar Mery sambil membuka kotak makanan yang ada di tangannya, dan Ia pun mencicipi makanan itu sedikit. Lalu setelah itu melanjutkan pekerjaannya kembali, sambil mendengarkan musik yang Ia suka.
~*************~
Waktu yang di tunggu telah pun tiba, Yumie baru saja selesai bersiap-siap untuk menemui Bintang di balai-balai yang tidak jauh dari rumahnya. Kali ini Ia merias wajahnya dengan lebih cantik dari sebelumnya, hatinya begitu senang setelah memberitahu Bintang tentang perasaannya selama ini. Namun di sisi lain, Ia juga merasa cemas dengan jawaban yang akan Bintang berikan padanya nanti.
"Iyaa Bu, hati-hati di jalan.." sahut Nani yang segera masuk ke kamar Arya untuk menemaninya tidur.
Yumie pun bergegas menuju ke tempat yang kemarin Ia dan Bintang datangi, dan tak butuh waktu lama kini Yumie telah tiba di tempat itu. Begitu juga dengan Bintang, yang juga telah sampai.
"Kamu baru datang juga Bin, kirain aku telat.." seru Yumie seraya tersenyum memandang Bintang.
"Iyaa, Kak.." balas Bintang sambil duduk di sebelah Yumie.
"Kamu udah makan, Bin..?" tanya Yumie.
"Iyaa udah, Kakak sendiri..?" balas Bintang.
"Udah juga,mmmm.. Terus gimana Bin, apa sekarang kamu bisa jawab pertanyaan aku yang kemarin..?"
Yumie kembali mengingatkan Bintang, akan pertanyaannya yang belum sempat Bintang jawab. Kini Ia menatap wajah Bintang, sambil menunggu apa yang akan Bintang ucapkan.
__ADS_1
"Mungkin Kak Yumie udah tau dari Mery, soal kisah percintaan aku selama ini. Yang sering kali berakhir mengecewakan, dan karena itu juga sampai sekarang aku memilih untuk sendiri.." ujar Bintang.
"Tentang perasaan Kak Yumie sama aku, aku sangat menghargainya. Tapi maaf, aku gak bisa membalas perasaan Kakak itu. Aku belum siap untuk merasakan kecewa lagi, maafin aku yaa, Kak.." jelas Bintang, sambil menatap Yumie yang kini terlihat sedih setelah mendengar perkataan Bintang.
"Iyaa Bin, gak apa-apa kok. Aku bisa mengerti itu, mungkin kamu masih butuh waktu. Tapi aku benar-benar sayang banget sama kamu, mungkin sekarang kamu gak bisa membalasnya. Tapi aku harap, suatu saat nanti kamu akan bisa untuk membalas perasaan aku ke kamu, Bin.." ucap Yumie sambil berusaha tersenyum dan menyeka air matanya.
"Aku gak mau memberikan harapan apapun, karena kita gak tau apa yang akan terjadi nantinya. Aku senang kalau Kak Yumie bisa mengerti, dan aku harap Kakak gak akan marah sama aku.."
Ujar Bintang yang merasa bersalah, karena telah membuat wanita di sampingnya itu bersedih dan menangis. Tapi Ia juga tidak bisa memaksakan hatinya untuk merasakan hal yang sama, seperti yang di rasakan oleh Yumie padanya.
"Aku gak marah kok Bin, karena aku juga gak mungkin bisa memaksa kamu untuk membalas perasaan aku ini. Setidaknya aku udah lega, sekarang aku gak perlu lagi menutupi perasaan aku sama kamu.." ucap Yumie yang berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh.
"Terimakasih yaa Kak, sekali lagi aku minta maaf.." seru Bintang.
"Iyaa Bin, maafin aku juga. Kalau selama ini, mungkin sikap dan perhatian aku membuat kamu jadi merasa risih dan gak nyaman.." ujar Yumie dengan senyuman yang Ia paksakan.
"Iyaa gak apa-apa Kak, justru aku yang harusnya minta maaf karena selama ini udah banyak ngerepotin.." balas Bintang.
Keduanya pun kini hanya diam dengan perasaannya masing-masing, Yumie merasa sangat sedih. Karena apa yang selama ini Ia rasakan pada Bintang, ternyata Bintang tidak merasakannya. Ia bertepuk sebelah tangan, dan itu terasa sangat menyakitkan baginya.
"Bintang.." seru Yumie.
"Iyaa Kak, ada apa..?" tanya Bintang, sambil menatap wajah Yumie dengan jejak air mata yang masih membekas di sudut matanya.
"Apa menurut kamu, aku gak cantik dan gak menarik..? Gak ada kah sedikitpun bagian dari diriku, yang bisa membuatmu tertarik..?"
Tanya Yumie pada Bintang yang membuatnya bingung harus menjawab apa, karena Ia tidak mau kalau jawabannya sampai membuat Yumie berharap. Tapi di sisi lain Ia juga tidak bisa berbohong dengan mengatakan, bahwa Yumie tidak cantik dan menarik. Itu pasti akan menyinggung perasaan Yumie nantinya, atau bahkan membuatnya jadi membencinya.
"Siapapun pasti akan tertarik pada Kak Yumie, tapi apa yang aku katakan tadi itu gak ada kaitannya dengan soal fisik.." jawab Bintang.
"Terus kenapa Bin, apa karena status aku yang se'orang janda dan memiliki se'orang anak..?" tanya Yumie yang semakin ingin tau jelas, apa alasan Bintang tidak bisa membalas cintanya.
"Bukak Kak, bukan karena itu. Tapi memang hati aku belum siap dan belum mau, untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Jadi tolong, Kakak jangan berpikir yang bukan-bukan yaa.." jelas Bintang.
"Iyaa Bin, aku sekarang ngerti kok. Tapi aku akan tetap nungguin kamu, sampai kamu siap dan mau untuk membuka hati kamu buat aku.." ucap Yumie yang tak ingin menyerah atas perasaannya pada Bintang.
Bintang yang mendengar itu hanya diam, dan menarik nafasnya dengan dalam. Ia masih tidak ingin memikirkan tentang cinta, cinta yang selama ini hanya membuatnya kecewa dan meneteskan air mata...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59