Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Semakin Memburuk


__ADS_3

Sudah satu minggu lebih Ayah telah tiada dan selama itu juga Bintang sakit, kondisinya masih belum juga membaik. Di karenakan Ia tidak mau makan dan minum, hingga terpaksa harus di pasang infus.


"Bagaimana keadaan putri saya, Dok..?" tanya Ibu pada Dokter yang baru saja memeriksa Bintang.


"Keadaannya masih sama seperti sebelumnya, belum ada perubahan. Kalau seperti ini terus, kondisinya akan semakin memburuk, Bu.." ujar Dokter.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, agar Bintang bisa sembuh dan sehat kembali, Dok..?" tanya Ibu lagi.


"Tidak banyak yang bisa di lakukan, selain berdo'a dan terus memberi semangat pada Bintang. Karena kesembuhannya tergantung dari keinginan hatinya sendiri untuk pulih, tapi jika keinginan itu tidak ada dan Bintang terus-menerus merasakan sedih. Maka kondisinya akan terus seperti ini, bahkan bisa jauh lebih buruk.." jelas Dokter.


"Iyaa Dok, saya bisa mengerti.." sahut Ibu.


"Kalau begitu saya pamit dulu yaa Bu, karena masih ada pasien lain yang harus saya periksa.." ucap Dokter sambil tersenyum pada Ibu.


"Iyaa Dok, terimakasih banyak.." balas Ibu yang kini hanya tinggal berdua bersama Bintang di kamar.


"Bintang anak Ibu, cepat sembuh yaa sayang. Jangan seperti ini terus Nak, Ibu sudah kehilangan Ayah dan Ibu tidak mau terjadi sesuatu sama kamu sayang.."

__ADS_1


Ucap Ibu lirih sambil mengusap wajah putri kesayangannya itu, dan tak terasa air matanya menetes. Ia merasa sangat sedih keju suaminya, di tambah dengan melihat kondisi Bintang masih juga belum membaik.


Tanpa di sadari oleh Ibu, ada Tya di sebalik pintu yang sedang memperhatikannya sejak tadi. Tya pun ikut menangis melihat Ibu dan adiknya yang masih terbaring lemah, sambil mengusap air matanya yang mengalir. Tya lalu memilih untuk pergi, membiarkan Ibunya bersama Bintang.


~************~


Malam harinya, Ibu yang berada di kamar Bintang terlihat berusaha membujuk Bintang untuk mau makan. Namun Bintang selalu menolak, karena Ia benar-benar merasa sangat mual dan tidak ingin makan apapun.


"Ibu sudah buatkan bubur, Bintang makan yaa, Nak.. Biar perutnya tidak kosong, dan kamu punya tenaga nantinya.." bujuk Ibu sambil menyuapi Bintang, tapi Bintang tetap menolak dan menggelengkan kepalanya.


"Bintang kangen Ayah, Bu.. Kangen banget, hiks,, hikks,, hiikks.." ucap Bintang seraya menangis.


Bintang yang kelelahan karena menangis, kini terlihat sudah tertidur. Ia di temani oleh Tya, sedangkan Ibunya sedang beristirahat di kamar. Karena sudah larut malam, Tya pun mulai memejamkan matanya dan tidur.


"Ayah,, Ayah jangan pergi. Ayah jangan tinggalin Bintang. Ayah...!!" teriak Bintang yang tersadar dari mimpinya.


"Kamu kenapa Bin, mimpi Ayah lagi..?" tanya Tya yang merasa terkejut mendengar teriakan Bintang.

__ADS_1


Bintang hanya menganggukkan kepalanya, dan terlihat air mata yang mulai menetes di pipinya. Tya yang melihat itu, segera menghapus air mata Bintang lalu menenangkannya.


"Badan kamu kok panas banget, Bin..?!" seru Tya yang meraba wajah Bintang yang terlihat sangat pucat. Tya pun segera memanggil Ibu dan Ibu menyuruhnya untuk secepatnya memanggil Dokter.


Setelah menunggu cukup lama, Dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan Bintang. Ibu dan Tya menunggu dengan sangat cemas, takut terjadi sesuatu yang buruk pada Bintang.


"Bagaimana Dok, anak saya baik-baik saja kan..?" tanya Ibu pada Dokter yang telah selesai memeriksa Bintang.


"Bintang mengalami demam tinggi dan saya sudah menyuntikkan obat untuk bisa menurunkan panasnya. Tapi jika besok demamnya masih belum turun juga, terpaksa Bintang harus di rawat di rumah sakit. Agar bisa di awasi dan di tangani lebih cepat, Bu.." jelas Dokter.


"Baik Dok, saya mengerti.." balas Ibu yang berusaha menahan air matanya yang sejak tadi ingin terus mengalir.


"Kalau begitu saya pamit Bu, kalau ada apa-apa langsung hubungi saya.." ucap Dokter sambil berjalan menuju pintu keluar.


"Terimakasih banyak Dok.." seru Ibu seraya mengantar Dokter hingga ke pintu keluar.


Kini Ibu dan Tya kembali ke kamar Bintang untuk menemaninya, Ibu duduk di samping Bintang sambil mengusap wajahnya. Lalu Ia memperhatikan wajah Bintang yang semakin tirus, dengan tubuhnya yang juga semakin kurus. Membuat Ibu semakin sedih dan tidak tega melihatnya, Tya yang menyadari hal itu langsung memeluk Ibu dan berusaha untuk menguatkannya.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2