
Pagi ini Bintang berangkat kerja sendirian, karena Fida ijin tidak masuk kerja untuk tiga hari ke depan. Setelah kemarin mendapat telepon dari Ibunya, yang meminta Fida untuk segera pulang.
"Pagi Bin, baru sampai yaa.." sapa Indah yang melihat Bintang telah datang.
"Udah sampai dari subuh, Inn.." sahut Bintang.
"Ohh yaa, kamu serius, Bin..?" tanya Indah yang sebenarnya tau bahwa Bintang hanya bercanda.
"Kamu ini, Inn.." balas Bintang sambil berjalan masuk ke ruang istirahat, untuk meletakkan djaket dan tas nya.
Indah hanya tersenyum, sambil melanjutkan pekerjaannya. Tak lama, Bintang menghampirinya dari samping.
"Apa Fida ada menghubungi kamu, Inn..?" tanya Bintang dengan wajah serius.
"Gak ada Bin, memang kenapa..?" tanya Indah.
"Dari kemarin dia belum ada menghubungi aku.." sahut Bintang sambil menarik nafasnya dengan berat.
"Seharusnya sih udah sampai, Bin.. Mungkin dia masih sibuk.." jelas Indah.
"Iyaa Inn, mungkin aja. Yaa udah kalau gitu, aku beresin barang-barang dulu.." ucap Bintang seraya berlalu.
__ADS_1
~*********~
Tiga hari telah berlalu, kini Fida sudah kembali dan sedang berada di dalam kamar beristirahat. Ia menunggu Bintang pulang, sambil merasakan cemas dalam hatinya.
Setelah menunggu cukup lama, Bintang pun telah sampai di rumah. Ia bergegas mencari keberadaan Fida, kekasih yang sangat di rindukannya.
"Akhirnya kamu pulang juga, sayang.." seru Bintang saat melihat Fida yang ketiduran, sambil memeluknya.
"Mmmm,,iyaa sayang, kamu baru pulang..? Maaf yaa, aku ketiduran.." ucap Fida sambil membalas pelukan Bintang.
"Iyaa gak papa kok sayang, yang penting kamu udah bersama aku lagi sekarang.." ujar Bintang sambil mengecup kening Fida.
"Aku mau mandi dulu yaa, sayang istirahat aja.." sahut Bintang dengan senyuman yang di balas anggukan kepala oleh Fida.
"Sayang,, apa ada sesuatu yang terjadi atau ada masalah di keluarga kamu..? Aku perhatikan, beberapa hari ini kamu banyak diam dan sering melamun.." tanya Bintang sambil memeluk tubuh Fida dari belakang.
"Gak ada kok sayang, mungkin aku cuma kepikiran dengan pernikahan adik aku nanti.." jelas Fida.
"Bukannya adik kamu masih sekolah..?" tanya Bintang lagi.
"Maksud aku adik sepupu yang tinggal di rumahku sayang, dia kan udah gak punya orang tua lagi, kasihan.." ucap Fida sambil berbalik badan, hingga membuat mereka kini saling bertatapan.
__ADS_1
"Ohh, jadi gitu yaa sayang, lalu apa yang jadi masalahnya..?" tanya Bintang seraya mencubit pipi Fida dengan gemasnya.
"Adik sepupu ingin aku untuk menemaninya mengurus pernikahannya nanti sayang, sedangkan aku di sini kan harus bekerja,mmmmh.." ujar Fida dengan wajahnya yang terlihat bingung.
"Jadi sayang gak mau jauh-jauh dari aku yaa,hee.." ucap Bintang sambil mencium leher jenjang milik Fida.
"Sayang,, jangan sekarang.." seru Bintang yang mendorong tubuh Bintang dengan perlahan.
"Kenapa sayang, memang kamu gak kangen..?" tanya Bintang yang langsung menghentikan ciumannya.
"Suasana hatiku lagi gak baik sayang, maaf yaa.. Sayang jangan marah.." bujuk Fida sembari memeluk tubuh Bintang dengan erat.
"Sayang kenapa..? Sayang baik-baik ajakan..?"
Bintang merasakan ada kesedihan yang di rasakan oleh Fida, tapi entah apa itu.
"Aku gak papa kok sayang, jangan lepasin pelukan aku yaa.." pinta Fida dengan wajah sedihnya.
"Maafin aku, Bin.. Harus menyembunyikannya dari kamu, aku cuma gak mau kehilangan kamu sayang.." ucap Fida dalam hati, sambil menahan air matanya yang ingin terjatuh.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59