
Meski mendapat sedikit kesulitan dan larangan dari atasannya, tapi akhirnya Bintang tetap bisa untuk mengundurkan diri dan menyelesaikan semua pekerjaannya.
"Tiket pesawat udah, pekerjaan juga udah beres semua. Sekarang tinggal menikmati saat-saat terakhir di sini.." ucap Bintang dalam hati sambil menarik dalam nafasnya.
Bintang segera bergegas untuk pulang, Ia ingin mengajak Resha dan Ayu jalan-jalan. Sedangkan pada Sany, mengingatnya pun sudah membuatnya naik darah.
Setibanya di rumah, Bintang melihat Resha dan Ayu di teras rumah.
"Tante Bintang,, Resha di beliin mainan baru lho sama Mamaa. Ayo main sama Resha, Tan.." seru Resha sambil menunjukkan mainan barunya pada Bintang.
"Ohh yaa, bagus banget mainannya sayang.." sahut Bintang sambil tersenyum menatap Resha.
"Mbak Ayu udah lama di sini..?" tanya Bintang.
"Lumayan Bin, karena Sany pergi lagi. Jadi dia minta aku buat jagain dulu, yaa biasalah,mmmh.." ujar Ayu yang sudah tau kebiasaan Sany.
"Apa Mbak tau dan kenal, dengan orang-orang yang di temui Sany selama ini..?!" tanya Bintang yang ingin tau lebih jauh.
"Gak semuanya aku tau dan kenal Bin, yang pasti mereka orang asing semua.." jelas Ayu.
"Ohh gitu yaa Mbak,mmmh.." balas Bintang seraya menyandarkan tubuhnya pada dinding rumah.
"Mbak, nanti malam aku mau ajak Mbak dan Resha jalan-jalan.." ujar Bintang sambil menatap Resha dengan perasaan sedih.
"Iyaa boleh, anggap aja sebagai kenang-kenangan sebelum kamu pulang, Bin.." sahut Ayu.
"Apa Sany mau kamu ajak juga..?" tanya Ayu.
"Terserah dia aja Mbak, mau ikut yaa syukur gak mau juga gak apa-apa.." ucap Bintang yang rasanya tak ingin peduli lagi dengan Sany.
~**********~
Seperti yang sudah Bintang duga sebelumnya, Sany tidak ikut untuk jalan-jalan bersama. Lagi-lagi dia sibuk dengan orang lain dan teman-temannya yang Bintang tidak pernah tau.
"Aku gak bisa ikut, kalian bertiga aja jalan-jalan.." seru Sany yang asyik dengan ponselnya.
"Ayolah sayang, ikut yaa.. Besok kan aku mau pulang.." rengek Bintang dengan memasang wajah cemberut.
"Kalau gak terpaksa, males banget aku panggil kamu sayang-sayang, San..!"
Gumam Bintang dalam hati, sambil tetap tersenyum menutupi rasa kecewanya.
"Aku udah janji sama teman-teman, lagi pula nanti kan kamu balik lagi ke sini. Baru deh kita jalan-jalan yaa sayang.." bujuk Sany yang ingin memeluk Bintang, namun Bintang menghindar dan mundur ke belakang.
"Yaa udah, pergi aja sana teman-teman kamu itu.." sahut Bintang yang pura-pura ngambek, padahal sebenarnya Ia tidak ingin di peluk oleh Sany.
"Jangan ngambek gitu dong sayang, nanti aku usahain pulang cepat.." rayu Sany sambil menyentuh pundak Bintang, dan lagi-lagi Bintang berusaha menghindar.
"Sekalian aja gak usah pulang..! Ayo Mbak kita siap-siap pergi.." ucap Bintang sambil meninggalkan Sany dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
Sany yang merasa tidak tau lagi harus berbuat apa, akhirnya memilih untuk segera pergi meninggalkan Bintang yang kini mengabaikannya.
"Ayo Mbak, kita jalan sekarang.." ajak Bintang yang sudah menaiki motornya, sedangkan Resha bersama Ayu.
"Iyaa ayo, Bin.." sahut Ayu bersama Resha yang duduk di depannya.
"Tante,, sering-sering yaa kita jalan-jalan, Resha bosen di rumah terus.." seru Resha yang terlihat begitu sangat gembira, karena akan di ajak ke tempat bermain di sebuah mall.
"Iyaa sayang, pasti sering-sering kok. Tapi kalau Tante gak sibuk yaa.." ujar Ayu yang merasa sedih, karena tidak bisa menghabiskan banyak waktunya bersama Resha putri kandungnya.
Tak lama kemudian, sampailah mereka di depan mall yang mereka tuju. Setelah memarkirkan motor, mereka segera masuk dan menuju tempat bermain anak.
"Sekarang Resha main sepuasnya yaa, tante dan Tante Bintang akan duduk di sana.." ucap Ayu seraya menunjuk ke sebuah kursi, tak jauh dari tempat bermain.
"Iyaa Tante, Resha main dulu yaa.." sahut Resha yang langsung mencoba permainannya.
"Jangan melamun, nanti kesambet lho.." ledek Ayu pada Bintang tersenyum padanya.
"Gak melamun kok Mbak, cuma mikir aja.." ucap Bintang yang menarik nafasnya dengan berat.
"Mikir apa lagi, Bin..?" tanya Ayu.
"Iyaa mikir, kok bisa selama ini aku gak tau siapa Sany yang sebenarnya. Padahal banyak hal aneh yang terjadi, tapi aku tetap berusaha untuk percaya dan berprasangka baik padanya.."
Jelas Bintang, sambil menatap Resha yang sedang asyik bermain.
"Terimakasih yaa Bin, selama ini kamu sudah menyayangi dan menjaga Resha dengan baik.." ucap Ayu tulus, sambil menggenggam tangan Bintang.
"Sama-sama Mbak, terimakasih juga karena Mbak sudah menceritakan semuanya sama aku.." balas Bintang dengan senyuman.
"Maafin aku yaa Mbak, harus pergi di saat masalah Mbak dan Sany masih belum bisa selesai.." ucap Bintang.
"Gak papa Bin, do'ain aja semua bisa tetap baik-baik aja.." ujar Ayu.
"Aamiin.." seru Bintang dan Ayu bersamaan.
"Tapi maaf yaa Bin, malam ini aku gak bisa menginap lagi. Terus besok juga gak bisa nganterin kamu ke bandara, karena besok bos aku pulang dari luar kota.." jelas Ayu.
"Ohh gitu,, iyaa Mbak gak apa-apa kok.." balas Bintang yang bisa mengerti.
Setelah puas bermain, Bintang pun mengajak Ayu dan Resha ke sebuah toko mainan, tempat-tempat makan dan jajanan khas kota T. Tidak lupa, mereka juga berfoto bersama mengabadikan setiap momen, untuk di jadikan kenangan.
~**********~
Beberapa jam berlalu, waktu sudah menunjukkan hampir pukul dua belas malam. Bintang dan Resha juga telah berada di rumah, Resha yang kelelahan karena bermain sudah terlelap dengan begitu cepat.
Tokk,,tokk,,tokk...
Terdengar suara ketukan pintu, Bintang pun segera membukanya. Sudah bisa di pastikan, bahwa itu adalah Sany.
__ADS_1
"Kamu belum tidur..? Maaf yaa sayang aku lama pulangnya, tadi di ajak teman-teman karaokean dulu.." jelas Sany sambil ingin memeluk Bintang.
"Kamu kenapa sayang..? Apa aku ada salah..?" tanya Sany tiba-tiba yang merasa sikap Bintang tidak seperti biasanya.
"Gak kenapa-kenapa kok.." sahut Bintang ketus.
"Tapi udah tiga hari ini, kamu gak ada menyentuhku sama sekali. Padahal aku kangen banget dengan sentuhan kamu sayang.." rengek Sany pada Bintang yang masih terdiam.
(Kok Author mual sendiri yaa bacanya,hee..)
"Iyaa sayang, maaf yaa.. Kepalaku pusing dari kemarin, mungkin karena kepikiran sama Ibu.." jelas Bintang yang mencoba mencari alasan.
"Yaa udah kalau gitu, kamu istirahat. Aku juga ngantuk, mau tidur.." ujar Sany yang sudah di pastikan ngambek, karena lagi-lagi keinginannya untuk bisa bermanja-manja dengan Bintang tidak terpenuhi.
"Akhirnya,, selamat.."
Ucap Bintang dalam hati, yang merasa sangat lega karena tidak harus menuruti keinginan Sany yang ingin di sentuh olehnya.
Keesokan paginya,,
Bintang, Sany dan Resha telah bersiap-siap untuk pergi ke Bandara, taksi yang di pesan pun telah sampai.
"Ayo sayang, taksi nya udah nungguin di depan.." ajak Bintang pada Resha sambil menggenggam tangannya.
"Iyaa Tante, tungguin Mamaa dulu. Ayo Maa, buruan.." teriak Resha pada Sany yang berada di belakangnya.
Kini taksi yang membawa mereka ke Bandara telah melaju dengan kecepatan sedang, di perjalanan terlihat Bintang yang melihat di sekelilingnya.
Satu jam lebih berlalu, kini mereka telah tiba di Bandara. Untuk sejenak mereka duduk di kursi tunggu, seolah ingin mengucapkan kata-kata perpisahan terlebih dulu.
"Resha sayang,, baik-baik sama Mamaa dan Tante yaa.." ucap Bintang yang langsung memeluk Resha dengan erat.
"Iyaa Tante,, tapi Tante cepat pulang yaa.. Biar bis maen bareng lagi sama Resha.." ujar Resha yang kini telah menangis.
"Iyaa sayang,, Resha gak boleh nangis gak boleh sedih yaa.." bujuk Bintang sambil menahan air matanya.
"Aku pamit pergi dulu yaa San,, jaga Resha dan diri kamu baik-baik. Ohh yaa, aku ada ninggalin sebuah surat dan sejumlah uang di lemari paling atas.." ucap Bintang sambil tersenyum penuh arti.
"Tante pergi dulu yaa sayang, mmmuuaacchhh.. mmmuuaacchhh.." pamit Bintang pada Resha, sambil mencium kedua pipi tembem nya.
"Assalamu'alaikum.." ucap Bintang sambil berjalan meninggalkan mereka berdua tanpa ingin menoleh kebelakang.
"Wa'alaikumsalam.."
Balas Sany yang tiba-tiba merasa tidak enak hati, dengan sikap dan perkataan Bintang padanya yang terasa asing.
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1