Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Riko Yang Berusaha Keras


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu, Bintang dan teman-temannya sudah mendekati akhir semester. Membuat mereka jadi lebih sibuk belajar, baik di sekolah maupun di rumah. Namun hal ini juga yang di manfaatkan oleh Riko, untuk mendekati Billa agar mau menjadi pacarnya.


"Tugas-tugas kamu gimana Bin, udah selesai ?." tanya Safa pada Bintang yang terlihat sedang sibuk membereskan buku-bukunya.


"Iyaa udah Faa, tinggal di antar ke meja Guru aja. Kamu gimana ?." ucap Bintang yang balik bertanya.


"Belum Bin, tinggal sedikit lagi yang sulit.." ujar Safa sambil sibuk menghitung dan memikirkan jawaban dari soalnya.


Lalu Bintang mendekati Safa dan berniat untuk membantunya, sambil memberikan penjelasan dan cara kepada Safa akhirnya soal yang sulit itupun terselesaikan.


"Makasih yaa Bin, kamu memang teman yang paling-paling,hee.." seru Safa sambil mengacungkan jempolnya.


"Paling keras kepala maksudnya..!" tebak Bintang yang sudah tau tentang kebiasaan Safa yang suka memujinya, tapi berakhir dengan kata-kata yang justru membuatnya kesal.


"Syukurlah kalau kamu tau Bin, jadi aku gak perlu repot-repot ngomong,hahaa.." ucap Safa dengan tawanya yang khas.


"Ayo kita kumpulkan tugasnya Bin, aku dan Lusi juga udah selesai.." ajak Billa pada Bintang.


"Iyaa Bill, tapi kamu yang nganter ke depan yaa,hee.." seraya memberikan buku tulisnya pada Billa.


"Sekalian punyaku juga yaa Bill, nih bukunya.." seru Safa yang juga tidak mau mengantarkan tugasnya ke depan.

__ADS_1


"Yaa udah sini, biar aku yang nganterin ke depan." sahut Billa sambil berjalan ke depan kelas dan meletakkannya di atas meja Guru.


Di ikuti oleh siswa lainnya, yang juga telah selesai mengerjakan tugas mereka. Tak lama kemudian bel pulang berbunyi, anak-anak terlihat bergegas merapikan buku dan peralatan tulisnya. Mereka bersiap untuk pulang, satu persatu dari mereka pun telah keluar dari kelas.


"Kalian pulang duluan yaa, aku mau nungguin Riko karena dia ngajak pulang bareng. Ada yang mau di omongin katanya.." ucap Billa pada Bintang dan Safa.


"Kalian mau pacaran yaa, ayo ngaku.." ledek Safa pada Billa.


"Siapa juga yang pacaran, aku sama dia cuma temen kok.." jelas Billa.


"Yaa udah kalau gitu, aku dan Safa pulang dulu Bill.." balas Bintang sambil berlalu pergi, di ikuti oleh Safa di belakang.


"Aku gak tau Faa, dan gak mau tau juga.." jawab Bintang dengan nada yang terdengar kesal.


"Kok gitu jawabnya, kaya kesal..?!." ujar Safa.


"Jangan-jangan kamu suka yaa sama Riko, terus kamu cemburu.." ucap safa dengan asal.


"Ngomong apa sih kamu, ya gak mungkinlah. Ada-ada aja.." sahut Bintang yang merasa semakin kesal, lalu melangkahkan kakinya dengan lebih cepat.


"Yaa kan cuma nebak Bin, jangan marah.." ucapa Safa.

__ADS_1


"Bintang,, tungguin..!" seru Safa sambil berlari, karena melihat Bintang yang telah jauh meninggalkannya.


~**********~


Di salah satu ruang kelas, terlihat Riko dan Farid yang keluar dari dalam. Di susul oleh satu anak lainnya, mereka baru selesai membersihkan kelasnya.


"Maaf yaa Bill, jadi buat kamu nunggu. Tadi aku dan Farid piket dulu, karena hari ini giliran kita.." jelas Riko pada Billa.


"Iya Rik, gak papa kok. Ayo sambil jalan pulang.." ajak Billa.


Di sepanjang jalan, Riko bercerita pada Billa yang berjalan di sampingnya. Sedangkan Lusi dan Farid berjalan di belakang mereka, dengan sesekali saling berbicara.


"Kamu gak harus jawab sekarang kok Bill, bisa besok, lusa atau kapan aja. Yang penting kamu udah tau, gimana perasaan aku.." ucap Riko seraya tersenyum menatap Billa yang masih terdiam.


"Iya Rik, aku ngerti dan aku butuh waktu yang lama untuk memikirkannya.." sahut Billa yang membalas senyuman Riko dengan terpaksa.


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke halte, terlihat jemputan Billa dan Lusi baru saja tiba. Billa pun berpamitan dengan Riko dan Farid, sambil melambaikan tangannya yang di balas lambaian dan senyuman oleh Riko.


Bersambung...


🙏😊

__ADS_1


__ADS_2