
Ayu terdiam sejenak, memikirkan apa yang akan Ia katakan. Rasanya sungguh berat, tapi Ia juga tidak bisa menyembunyikan semuanya dengan lebih lama.
"Sebenarnya,, aku mantan pacarnya Sany, tapi aku bisa jelasin, Bin.." seru Ayu seraya menggenggam tangan Bintang.
Degg..
Bintang merasa hatinya baru saja tertusuk, begitu sakit rasanya mendengar apa yang barusan Ayu katakan.
"Apa, mantan pacar..?! Jadi selama ini kalian..." ucap Bintang yang tidak bisa melanjutkan perkataannya.
"Dengerin dulu Bin, biar kamu gak salah paham.." pinta Ayu agar Bintang bisa tetap tenang.
"Terus apa lagi yang kalian sembunyikan ?! Cepat kasi tau aku semuanya, Mbak..!" seru Bintang yang menahan amarahnya.
"Iyaa aku memang mantan pacar Sany, tapi kami udah gak ada hubungan apa-apa lagi. Aku juga sama sekali udah gak ada perasaan apapun, tapi aku juga gak bisa jauh dari Sany.." jelas Ayu.
"Maksud Mbak apa gak bisa jauh dari Sany..?!" tanya Bintang yang belum bisa mengerti.
"Itu karena Resha adalah putri kandungku, setelah aku melahirkan Resha waktu itu. Aku menderita sakit parah yang cukup lama, jadi Sany mengadopsi Resha menjadi anak angkatnya. Karena pada saat itu, cuma Sany yang ada untuk menemani dan membantuku. Keluargaku gak ada yang peduli, dan aku juga sudah berpisah dari suami.."
Ucap Ayu sambil meneteskan air mata, karena terpaksa harus mengingat semua kejadian pahit yang dulu Ia alami.
"Aku gak pernah berniat untuk punya hubungan dengan Sany, karena aku memang bukan seorang lesbi. Tapi mengingat kebaikan dan perasaannya yang begitu besar padaku dan anakku, aku pun menerimanya. Tapi itu gak lama, setelah itu aku memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seorang pria.."
Ayu mengusap air matanya, sambil terus bercerita.
"Tapi Sany gak pernah bisa terima itu, bahkan untuk membuatku tetap berada di dekatnya. Dia selalu menggunakan Resha sebagai senjata.." ujar Ayu sambil menarik nafasnya dengan dalam.
"Senjata, maksudnya..?!" tanya Bintang.
__ADS_1
"Sampai saat ini, Sany masih mengancamku. Kalau aku sampai menikah lagi, dia akan melukai Resha atau menjualnya pada orang asing atau membawa Resha pergi jauh dari hidupku. Karena dari dulu Sany tau, kalau aku gak bisa jauh dari Resha.."
Ayu pun menangis tersedu-sedu, Ia tidak bisa lagi menahan rasa sedih dan sakit hatinya atas perlakuan Sany selama ini padanya.
"Yaa Tuhan,, aku gak nyangka Sany seseorang yang seperti itu. Mbak yang kuat yaa..!" ujar Bintang sambil memeluk Ayu.
"Bukan hanya itu, Bin.." ucap Ayu sambil menatap Bintang.
"Maksud Mbak..?!" tanya Bintang yang sangat penasaran tentang apa lagi yang tidak Ia ketahui soal Sany.
"Sany itu wanita panggilan, dia sering bersama orang asing.." seru Ayu yang merasa bersalah, karena baru menceritakan semuanya pada Bintang.
"Apa, wanita panggilan..?? Mbak serius..?!" tanya Bintang yang tidak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar.
"Iyaa Bin, itu udah dari dulu.." jawab Ayu.
"Tapi kenapa Mbak..?! Bukannya Sany berpendidikan tinggi, pengalaman kerjanya banyak dan juga dari keluarga berada.." seru Bintang.
"Ohh Tuhan..! Jadi selama ini aku cuma pelarian dan jadi orang yang hanya untuk di manfaatkan. Si**..!!" umpat Bintang yang tidak tau harus merasakan apa, karena semua rasa seolah jadi satu dan campur aduk.
"Kenapa Mbak gak mau cerita dari awal..?!" ucap Bintang dengan raut wajahnya yang sedih.
"Karena Sany selalu mengancam akan menyakiti Resha dan membawanya pergi jauh dari aku, Bin.." jelas Ayu.
"Bukan hanya aku, tapi teman-teman yang lain juga di larang oleh Sany untuk gak cerita apapun dan datang menemui kamu. Maafin aku yaa, Bin.." ujar Ayu seraya menggenggam tangan Bintang.
Bintang tidak tau harus berkata apa, Ia juga tidak bisa lagi menahan air matanya. Rasa sakit dan kecewa, kini memenuhi ruang hatinya.
"Mbak gak salah, aku yang salah. Karena begitu bodohnya percaya dengan semua yang dia katakan, sekalipun selama ini aku merasakan banyak keanehan dari dirinya. Dan sekarang, semuanya udah terjawab.." ucap Bintang sambil menahan rasa sesak di dadanya.
__ADS_1
"Terus sekarang, apa rencana kamu, Bin..?" tanya Ayu.
"Aku akan ninggalin Sany, dan segera pulang ke kampung halamanku. Aku masih bisa terima kalau dia manfaatin aku, tapi aku gak bisa terima kalau ternyata selama ini aku cuma pelarian. Sedangkan perasaannya sama kamu, Mbak. Itu sangat menyakitkan buat aku..!"
Ucap Bintang yang kembali menangis, saat mengetahui tentang semua kenyataan yang sebenarnya. Karena selama ini Ia begitu tulus menyayangi Sany, tak pernah terpikirkan olehnya bahwa Sany akan memanfaatkan dan membohonginya soal perasaan.
"Kamu mau ngapain, Bin..?" tanya Ayu yang melihat Bintang sibuk dengan ponselnya.
"Aku mau pesan tiket pesawat Mbak, tiga hari nanti aku berangkat. Karena aku harus menyelesaikan semua pekerjaan di pabrik dan mengurus surat pengunduran diri.." jelas Bintang.
"Apa harus secepat itu, Bin..?!" tanya Ayu yang semakin merasa bersalah.
"Aku gak kuat Mbak, kalau harus berlama-lama berhadapan dengan Sany. Rasanya pasti akan semakin sakit.." ucap Bintang.
"Tapi nanti apa alasan kamu ke Sany, kalau tiba-tiba aja kamu mendadak mau pulang..? Apa kamu akan bilang, kalau kamu udah tau semuanya..?!" tanya Ayu yang mulai merasa cemas memikirkan apa yang akan terjadi nantinya.
"Mbak tenang aja, aku udah punya rencana.." balas Bintang sambil tersenyum.
"Aku benar-benar minta maaf yaa, Bin.." ujar Ayu.
"Gak papa Mbak, justru aku berterimakasih banyak. Karena Mbak udah mau cerita semuanya.." sahut Bintang.
"Aku mau ngubungin Kakak aku dulu yaa, Mbak.." ucap Bintang.
"Ohh iyaa Bin, aku juga mau ajak main Resha yaa.. Nanti kamu buruan nyusul.." ujar Ayu.
"Iyaa, Mbak.." balas Bintang yang segera menghubungi Kakaknya.
Setelah sambungan telepon tersambung, Bintang pun langsung menceritakan semuanya pada Kak Tya sambil meneteskan air mata. Termasuk dengan rencananya untuk bisa pulang tanpa harus membuat Sany curiga, dan itu memerlukan bantuan dari Kakaknya.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59