Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Kabur


__ADS_3

Alarm pun berbunyi, Bintang segera bangun dan mematikannya. Ia menyiapkan pakaian dan semua yang di perlukan, lalu memasukkannya ke dalam sebuah tas. Selesai menyiapkan semua, Bintang segera ke kamar.


Tak lama kemudian Fida pun terbangun, karena merasa sakit perut. Bintang yang merasa cemas, segera memikirkan cara untuk bisa menjalankan rencananya.


"Buruan, aku juga mau ke kamar mandi.." seru Fida sambil memegang perutnya.


"Iyaa, ini iuga udah selesai kok.." balas Bintang seraya berjalan menuju ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya.


Setelah Fida masuk ke kamar mandi, Bintang pun dengan perlahan dan hati-hati mencoba membuka pintu yang terkunci. Akhirnya, pintu terbuka dan Bintang segera berjalan pergi ke depan gang. Di sana ada Anya sudah menunggunya, seperti yang telah mereka janjikan.


"Akhirnya, kamu datang juga, Bin.. Aku pikir kamu ketahuan sama Fida, ternyata berhasil kabur.." ucap Anya.


"Iyaa Nya, tadi dia juga udah bangun. Tapi untungnya langsung ke kamar mandi, jadi aku punya kesempatan untuk langsung pergi.." jelas Bintang sambil tersenyum.


"Tapi ini belum berhasil sepenuhnya, kamu harus mengantar aku ke terminal Bus dulu untuk bisa ke Bandara.." sambung Bintang.


"Okey,, siap..! Ayo kita berangkat, Bin.." ajak Anya pada Bintang dengan semangat.


Bintang dan Anya langsung bergegas menuju terminal, saat itu waktu masih menunjukkan jam lima subuh. Bintang sengaja pergi sepagi itu, agar tidak ada seorangpun yang melihatnya.


Kurang dari dua jam berlalu, kini mereka telah tiba di terminal. Bintang yang baru saja selesai membeli tiket, kini berjalan menghampiri Anya yang masih duduk menunggunya.


"Gimana Bin, udah beres..?" tanya Anya.


"Iyaa udah Nya, tinggal tunggu Bus-nya berangkat.." jawab Bintang sambil menghela nafasnya dengan dalam.


"Syukurlah kalau gitu, kita cari sarapan dulu yuk. Kamu kan belum sarapan, Bin.." seru Anya sambil menarik tangan Bintang, lalu berjalan menuju tempat yang menjual makanan.

__ADS_1


"Aku mau sarapan bubur ayam Nya, kamu apa..?" tanya Bintang sambil menunjuk ke arah penjual bubur ayam.


"Sama seperti kamu, bubur ayam juga, Bin.." balas Anya sambil tersenyum.


"Yaa udah, ayo kita ke sana.." ajak Bintang pada Anya, dan mereka pun segera menyeberangi jalan raya.


Setibanya di tempat penjual bubur ayam, mereka lalu memesan untuk dua orang. Sembari menunggu bubur siap, mereka pun mengobrol dan berfoto bersama.


"Kalau nanti udah sampai di sana, langsung kabari aku yaa, Bin.. Kamu harus hati-hati, dan jaga diri baik-baik.." pesan Anya yang merasa sedih, karena Bintang akan segera pergi jauh.


"Iyaa Nya, aku pasti akan hati-hati dan menjaga diri baik-baik. Kalau udah sampai di sana, aku akan langsung kabari kamu.." sahut Bintang.


"Terimakasih yaa Nya, kamu udah banyak bantuin aku. Maaf yaa, aku selalu merepotkan kamu.." seru Bintang dengan perasaan sedih dan bersalahnya.


"Gak apa-apa, Bin.. Kita memang harus saling bantu dan merepotkan bukan,hee.. Selama di sini, kamu juga udah banyak bantuin aku, Bin.." ujar Anya.


"Itu pasti Anya.." sahut Bintang sambil menepuk pundak Anya.


"Bubur ayam nya udah siap, kita sarapan dulu yaa.." ajak Anya pada Bintang.


Mereka pun segera menyantap makanan yang di pesan, sembari menunggu waktu tiba untuk Bintang berangkat ke Bandara.


"Anya,, tolong sampaikan perminyakan maaf aku ke Alya yaa, karena gak bisa pamit sama dia.." ucap Bintang.


"Iyaa nanti aku sampaikan, sekaligus aku juga mau membahas masalah yang akan menggantikan kamu kerja nantinya.." jelas Anya yang membuat Bintang merasa sedikit lega.


"Terimakasih yaa, Nya.." balas Bintang.

__ADS_1


"Kamu terimakasih terus dari tadi, terimasayang gitu,hehee.." ujar Anya.


"Yaa udah iyaa, terimakasih sayang,hahahaa.." ucap Bintang yang membuat keduanya pun langsung tertawa terkekeh-kekeh.


Waktu yang di tunggu telah tiba, kini waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Bus yang akan mengantar Bintang ke Bandara pun akan segera berangkat, Bintang lalu berpamitan pada Anya.


"Aku pergi dulu yaa Anya, nanti sampai Bandara aku kabari.." ucap Bintang dengan raut wajah sedih.


"Iyaa Bin, kamu hati-hati.." balas Anya seraya memeluk Bintang.


Setelah berpamitan pada Anya, Bintang segera masuk ke dalam Bus. Tak lama kemudian, Bus pun mulai berjalan dengan perlahan. Bintang melambaikan tangannya pada Anya yang langsung membalasnya, Anya masih terus menatap Bus yang membawa Bintang pergi ke Bandara, hingga tidak terlihat lagi.


~***********~


Di sisi lainnya, Fida yang masih belum menyadari kepergian Bintang. Masih terlihat biasa saja, Ia berpikir bahwa Bintang mungkin langsung sedang ngambek atau marah padanya.


Tapi setelah beberapa jam berlalu, Fida mulai kesal dan bertanya-tanya tentang keberadaan Bintang. Tapi Ia memilih untuk menunggunya, sampai kembali pulang dan akan memarahinya.


"Kemana Bintang pergi..? Udah hampir siang, tapi belum ada pulang. Apa dia langsung pergi kerja, tapi gak mungkin. Biasanya kan dia selalu pamit.." ucap Fida pada dirinya sendiri.


Karena tak bisa menunggu lagi, Fida pun memutuskan untuk mencari Bintang ke tempat kerjanya. Namun saat Ia ingin keluar dan membuka pintu, pintu tak juga bisa di buka.


"Breng***..!! Ternyata anak itu mengunci aku dari luar, si**..!" maki Fida sembari meninju pintu untuk melampiaskan kemarahannya.


Fida pun langsung menghubungi salah satunya temannya, untuk membantunya membukakan pintu itu dari luar. Saat menunggu temannya datang, Fida yang merasa sangat marah lalu membanting barang-barang yang ada di dekatnya.


Bersambung..

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2