Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Selalu Menghindar


__ADS_3

Hampir dua bulan berlalu, sejak Bintang dan Ibunya membahas tentang masalah itu. Semua masih berjalan dengan baik-baik saja, dan Bintang pun tidak terlalu menutupi tentang hubungannya dengan Sarah seperti sebelumnya.


Kini Ibu sudah bisa menerima, Ia tidak lagi bertanya apapun saat melihat sibuk teleponan dengan Sarah. Namun begitu, Bintang tetap menjaga dan tidak bersikap berlebihan.


"Lagi melamun siapa, Bin..?" tanya Ibu saat melihat Bintang sedang duduk melamun di kursi tamu.


"Gak melamun siapa-siapa kok, Bu.." seru Bintang sambil tersenyum.


"Ohh, kirain lagi melamun Sarah.." ucap Ibu pada Bintang yang langsung membuatnya terkejut.


"Haahh..? Ibu tau dari mana soal Sarah..?" tanya Bintang yang merasa penasaran.


"Dari siapa lagi, kalau bukan dari Kak Tya.." jawab Ibu.


"Ohh iyaa Bin, kamu kenal kan sama Abas, anaknya teman ibu itu.." ucap Ibu.


"Iyaa kenal Bu, memang kenapa..?" tanya Bintang yang sudah bisa menduga arah pembicaraan Ibunya.


"Ternyata selama ini dia suka lho sama kamu, terus ada si Yuda dan Beni anak tetangga sebelah kita itu juga suka.." ujar Ibu.

__ADS_1


"Terus anak tetangga kita yang di depan sana itu juga, si Faris juga suka dan pengen melamar kamu, Bin.. Kamu pilih yang mana, Bin..? Kalau Ibu dan Ayah suka semuanya, karena mereka pemuda-pemuda yang baik, mapan dan bertanggung jawab.." ucap Ibu yang berusaha agar Bintang mau mengenal laki-laki yang menyukainya.


"Aku gak mau Bu, buat Ibu aja yaa.." sahut Bintang.


"Kok buat Ibu sih, kan Ibu sudah punya Ayah, Bin.." sahut Ibu sambil menghela nafasnya.


"Gak apa-apa Bu, Ayah pasti setuju kok,hehee.. Bintang mau masuk kamar dulu yaa, Bu.." ujar Bintang seraya berjalan menuju kamarnya, Ia tidak mau membahas masalah itu dengan Ibunya. Karena hanya akan membuatnya pusing, dan akhirnya merasa kesal.


"Nih anak, Ibu belum selesai ngomong juga sudah pergi aja,mmmh.." gerutu Ibu yang masih berharap Bintang bisa berubah untuk tidak lagi menyukai dan menjalin hubungan dengan perempuan.


~**********~


"Assalamu'alaikum, Pak, Bu.." seru Beni tersenyum seraya berjabat tangan.


"Wa'alaikumsalam, Nak Beni. Tumben malam-malam datang, ada apa nih..?" tanya Ayah sambil tersenyum.


"Iyaa Pak, saya kesini mau ketemu sama Bintang, Bintang nya ada Pak..?" tanya Beni dengan senyuman ramah di wajahnya.


"Ohh, iyaa Bintang ada di rumah, sebentar saya panggilkan dulu yaa.." seru Ayah yang segera masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ke kamar Bintang.

__ADS_1


"Silahkan duduk dulu, Nak Beni.." ucap Ibu pada Beni yang kini telah duduk, sembari menunggu Bintang keluar.


Di sisi lainnya, Ayah yang sudah berada di kamar Bintang segera memberitahukan tentang kedatangan Beni yang ingin menemuinya.


"Bintang malas Yah,, bilang aja kalau Bintang udah tidur yaa Ayah,hee.." seru Bintang seperti biasanya, yang selalu menolak untuk bertemu dengan setiap pria yang datang ke rumah.


"Apa tidak sebaiknya kamu temui Nak Beni sebentar, Bin..?"


Ujar Ayah yang kadang di buat pusing oleh putri kesayangannya itu, karena Ayah yang harus selalu menghadapi dan membuat alasan untuk para pria yang datang ke rumah agar bisa secepatnya pergi.


"Gak mau Ayah, Bintang gak pernah temui aja dia tetap sering datang ke rumah. Apa lagi kalau Bintang temui, bisa lebih sering lagi.." jelas Bintang sambil menarik selimutnya.


"Mmmh,, kamu ini yaa Bin, yaa sudah Ayah keluar dulu. Kamu beneran tidur lho, jangan begadang terus.." ucap Ayah sambil berjalan menuju pintu keluar.


"Terimakasih yaa Ayah,hee.." sahut Bintang sembari tersenyum, karena Ayah selalu membantunya untuk tidak menemui setiap pria yang datang ke rumah.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2