Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Berjalan Dengan Baik


__ADS_3

Hubungan Bintang dan Sany telah memasuki hitungan bulan, kini keduanya sering menghabiskan waktu bersama. Baik itu di rumah ataupun di luaran, namun Sany tidak pernah tau tentang Bintang yang sebenarnya memang adalah seorang lesbi. Begitupun dengan Bintang yang masih belum mengetahui, siapa Sany sebenarnya.


"Sayang,, nanti liburan rencananya aku mau pulang ke kampung, aku kangen banget sama Ibu dan Ayah. Kamu dan Resha ikut yaa.." seru Bintang sambil menatap wajah Sany yang ada di hadapannya.


"Memang gak papa kalau ikut, ongkosnya gimana..?" tanya Sany sambil bermanja-manja pada Bintang.


"Kalau soal ongkos gak perlu sayang pikirkan, aku udah siapin semua kok.." ucap Bintang yang membelai rambut Sany dengan penuh kasih sayang.


"Kamu serius sayang..?!" tanya Sany lagi.


"Iyaa aku serius sayang, karena aku mau kamu bisa mengenal keluarga aku.."


Ujar Bintang yang dari dulu memang selalu berkeinginan, siapapun yang menjadi kekasihnya pasti akan Ia kenalkan pada kedua orang tuanya sebagai bentuk cinta dan keseriusannya.


"Terus kapan kita berangkat sayang..? Biar nanti aku beresin apa yang akan di bawa.." seru Sany yang terlihat bersemangat sekali.


"Mungkin akhir minggu ini sayang, tapi kita cuma tiga malam di sana. Karena setelah itu, aku harus masuk kerja lagi.." jelas Bintang.


"Yaa sudah kalau begitu sekarang kita tidur, aku ngantuk sayang.." ucap Sany sambil memeluk tubuh Bintang, seperti yang biasa Ia lakukan saat ingin tidur.


"Iyaa sayang tidurlah, sini cium dulu keningnya. Mmmuuaacchhh.."


Dan mereka pun mulai terlelap dalam mimpi masing-masing, dengan posisi yang masih saling berpelukan.


Esok paginya..

__ADS_1


Bintang telah bangun lebih dulu dan pamit pada Sany untuk pulang ke rumah, lalu bersiap untuk berangkat kerja.


"Sayang,, aku berangkat kerja dulu yaa, tadi aku udah buatin sarapan untuk kamu dan Resha. Nanti jangan telat sarapannya, mmmuuaacchhh.." seru Bintang sambil mengecup kening Sany, hal yang selalu Ia lakukan setiap pergi bekerja.


"Iyaa sayang, hati-hati.." balas Sany yang masih belum bangun sepenuhnya.


Kini Bintang pun segera mengendarai motornya, dengan senyuman di wajahnya yang terlihat begitu ceria dan semangat.


~**********~


Sore harinya..


Bintang telah tiba di rumah, di sambut oleh Sany dan Resha yang sedang asyik bermain di teras rumahnya.


"Horee,, Tante Bintang udah pulang, ayo kita main Tante.." pinta Resha sambil menarik tangan Bintang, dan Bintang pun hanya tersenyum mengikutinya.


"Iyaa deh Maa, tapi nanti Tante main bareng aku yaa.." seru Resha.


"Iyaa sayang, Tante masuk ke dalam dulu yaa.." sahut Bintang sambil berjalan masuk ke rumah.


Setelah selesai membersihkan diri, kini Bintang bergabung dengan Resha dan Sany untuk bermain.


"Maa,, Tante,, aku mau nonton kartun kesukaanku dulu yaa.. Nanti kita main lagi.." seru Resha sambil berjalan dan masuk ke dalam rumah dengan membawa bonekanya.


"Iyaa sayang, Resha nonton dulu aja.." balas Bintang sambil tersenyum.

__ADS_1


Kini hanya tinggal Sany dan Bintang di kursi teras, mereka membereskan semua mainan Resha lalu memasukkan ke dalam kotak.


"Sayang,, aku mau minta tolong sesuatu sama kamu.." ucap Sany dengan ragu-ragu.


"Mau minta tolong apa..? Sayang ngomong aja.." sahut Bintang yang memungkinkan jawaban Sany.


"Hari ini Ibu kontrakan datang lagi, dia minta aku untuk membayar uang kontrakan yang udah menunggak dua bulan ini. Karena itu, aku mau pinjam uang sama kamu sayang.." jelas Sany dengan wajah tertunduk.


"Kenapa sayang baru ngomong sekarang,mmmmh.. Iyaa nanti aku pinjemin.." ucap Bintang sambil memikirkan sesuatu.


"Terimakasih yaa sayang, kamu memang baik banget. Aku jadi semakin sayang,hee.." sahut Sany menatap Bintang dengan senyumannya yang menggoda.


"Sama-sama sayang, tapi aku punya ide.."


ujar Bintang.


"Ide apa sayang..?" tanya Sany penasaran.


"Gimana kalau sayang dan Resha pindah ke kontrakan aku aja, jadi nanti sayang gak perlu lagi mikirin buat bayar kontrakan. Kalau perlu, sayang juga berhenti kerja di karaoke. Aku gak mau sayang sering pulang malam.." jelas Bintang yang menunjukkan kekhawatirannya pada Sany.


"Kalau soal pindah ke kontrakan kamu, aku setuju sayang. Tapi kalau aku harus berhenti kerja di karaoke, maaf aku gak bisa sayang. Dari dulu aku suka dengan pekerjaan itu.." ujar Sany menjelaskan.


"Yaa udah kalau memang sayang gak bisa, aku gak akan memaksa.." balas Bintang dengan raut wajah yang terlihat kecewa.


Selesai membereskan semua mainan Resha, Sany dan Bintang pun segera masuk ke dalam rumah. Karena hari juga sudah menunjukkan, bahwa malam akan tiba.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2