Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Harus Memilih


__ADS_3

Fida yang telah sampai di kota P, kini segera pergi menuju ke rumah kontrakan tempat Ia tinggal bersama Bintang. Setibanya di sana, Ia meminta kunci rumah pada pemilik kontrakan.


"Mbak-nya mau mengambil barang-barang yaa..?" tanya si Ibu kontrakan.


"Mengambil barang-barang, maksudnya Ibu..?" Fida langsung merasa bingung dengan pertanyaan si Ibu.


"Mbak Bintang kan sudah pulang ke rumah orang tuanya, dia berpesan katanya mungkin nanti Mbak Fida datang mau mengambil barang-barangnya yang masih ada di sini. Jadi jangan di kontrak kan ke orang lain dulu.." jelas si Ibu kontrakan.


"Jadi Bintang sudah tidak tinggal di sini lagi yaa, Bu..?" tanya Fida lagi dengan raut wajah sedih.


"Iyaa sudah hampir seminggu Mbak Bintang sudah pulang ke rumah orang tuanya, Mbak.." jawab si Ibu


"Kalau begitu saya pinjam kunci rumahnya dulu yaa Bu, nanti kalau sudah akan saya kembalikan.." ujar Fida.


Ibu pemilik kontrakan pun memberikan kuncinya pada Fida dan Ia langsung masuk ke dalam rumah, untuk memastikan bahwa Bintang memang benar-benar sudah tidak tinggal di rumah itu.


Fida memberikan setiap ruangan, termasuk lemari pakaian yang biasa di gunakan Bintang untuk menaruh pakaiannya kini terlihat kosong. Di sudut meja rias, Fida melihat sebuah bingkai foto yang tergeletak begitu saja.


"Aku kangen banget sama kamu, kenapa kamu ninggalin aku..?!" seru Fida sambil menatap foto dirinya bersama Bintang.


"Maafin aku, Bin.." ucap Fida yang sudah tidak bisa lagi menahan air matanya yang sejak tadi Ia tahan.


Fida yang masih tidak percaya bahwa Bintang telah pergi, akhirnya memutuskan untuk menemui Indah. Ia berpikir, mungkin saja Bintang masih bekerja di sana dan Indah tau keberadaan Bintang sekarang.

__ADS_1


~***********~


Sesampainya di depan sebuah minimarket, Fida bergegas masuk ke dalam dan mencari Indah. Beruntung saat itu toko sedang dalam keadaan sepi pembeli, jadi Ia bisa mengajak Indah untuk berbicara dengannya.


"Fida,, kamu kemana aja..? Kok baru muncul sekarang..? Kamu baik-baik ajakan..?" tanya Indah dengan sederetan pertanyaan.


"Iyaa aku baik, Inn.. Aku ke sini mau cari Bintang, dia ada di sini kan..?" tanya Fida yang berharap bahwa Bintang memang masih bekerja di sana.


"Bintang udah gak kerja di sini lagi Fii, dia juga udah pulang ke rumahnya.." jawab Indah yang merasa sedih dengan kepergian temannya itu.


"Kamu serius, Inn..?" tanya Fida masih belum sepenuhnya percaya.


"Iyaa serius Fii, ngapain aku bohong. Pak Rudi juga tau kok, karena Bintang langsung ngomong sendiri ke Pak Rudi kalau dia mau berhenti kerja.." jelas Indah.


"Gak ada apa-apa kok, Inn.." sahut Fida yang tidak ingin kalau sampai Indah curiga padanya.


"Waktu itu Bintang nyariin kamu terus, nah sekarang kamu yang nyariin dia. Sebenarnya kalian kenapa, berantem..?" tanya Indah yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"Gak Inn, aku dan Bintang gak berantem kok. Terus Bintang ada ngomong sesuatu gak sama kamu sebelum pergi..?" tanya Fida mencoba mengalihkan pembicaraan Indah.


"Dia cuma bilang, kalau dia nitip motor kamu ke aku. Itu aja, gak ada yang lain.." balas Indah seraya mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang tidak jauh dari tempat Ia duduk.


"Ini kunci motor kamu Fii, langsung ambil aja ke kontrakan aku yaa.." ucap Indah seraya menyerahkan sebuah kunci pada Fida.

__ADS_1


"Tolong kamu jualin motor aku yaa, Inn.." seru Fida sambil memberikan kembali kunci motornya pada Indah.


"Kamu yakin mau di jual..? Kan masih bagus banget Fii, apa kamu lagi butuh uang yaa..?" tanya Indah tiba-tiba.


"Gak sih Inn, cuma untuk sekarang aku gak butuh motor. Dari pada gak di pakai, lebih baik di jual aja.." jelas Fida.


"Memang kamu gak mau kerja lagi di sini..?" tanya Indah berharap temannya itu mau bekerja kembali bersamanya.


"Gak Inn, aku mau istirahat dulu aja di rumah. Yaa udah kalau gitu, aku pergi dulu.." seru Fida sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Mau kemana sih Fii, buru-buru amat.." ucap Indah.


"Aku masih ada urusan lain, Inn.." sahut Fida sambil berjalan menuju pintu keluar.


"Yaa udah hati-hati, nanti kalau motornya udah terjual langsung aku kabari kamu.." seru Indah.


"Iyaa Inn, terimakasih yaa.." balas Fida sambil melambaikan tangannya pada Indah.


Fida segera kembali ke rumah kontrakan, untuk memikirkan apa yang harus Ia lakukan sekarang. Di satu sisi Ia memikirkan orang tua dan suaminya, namun di sisi lain sosok Bintang masih terus saja ada dalam pikirannya.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2