Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Ingin Kembali


__ADS_3

Seperti biasanya, setiap harinya Bintang membantu Ibu atau Kakaknya memasak dan membersihkan rumah atau menjaga Rahma, ponakannya. Bintang ingin bisa bekerja lagi, tapi Ibunya melarang. Dengan alasan, ingin Bintang tetap berada di rumah dan tidak jauh lagi. Bintang yang tidak ingin Ibunya bersedih, hanya bisa menurutinya.


" Nanti kamu siapain bahan dan bumbu yaa Bin, habis itu potong sayur terus goreng ikan. Nanti sisanya biar Kakak, karena kakak mau suapin Rahma makan dulu.." ujar Tya pada Bintang yang masih belum selesai sarapan.


"Iyaa Kak, nanti Bintang kerjakan.." sahut Bintang.


"Ohh iyaa Bin, gimana hubungan kamu dengan Sarah, masih baik-baik ajakan..?" tanya Ibu tiba-tiba.


"Uhukk,, uhukkk.." mendengar pertanyaan dari Ibunya membuat Bintang tersedak, dan Ia segera mengambil gelas berisi air lalu meminumnya.


"Ibu kenapa tiba-tiba tanyain soal itu..? Tanya soal yang lain aja yaa.." sahut Bintang yang tidak ingin membahas tentang Sarah.


"Loh,, memang kenapa, Bin..? Apa kalian ada masalah..?" tanya Ibu yang justru semakin penasaran.


"Udah Bu, jangan di tanyain lagi. Nanti Bintang mewek lagi lho,hehehee.." seru Tya yang mendengar pembicaraan Bintang dan Ibunya.


"Kakak apaan sih, nyambung aja.." gerutu Bintang dengan wajah manyunnya.


"Memang kenapa kok bisa mewek..?" tanya Ibu lagi.


"Tanya ke Kak Tya aja yaa Bu, Bintang mau ke dapur masak dulu.." sahut Bintang yang seperti biasa ingin menghindar dari Ibunya.


"Memang anak satu ini, tiap di tanya serius pasti langsung kabur.." celetuk Ibu. "Memang Bintang dengan Sarah kenapa, Kak..?" sekarang Tya yang menjadi sasaran dari pertanyaan-pertanyaan Ibu.


Tanpa ragu-ragu, Tya pun menceritakan semuanya yang terjadi pada hubungan Sarah dan adiknya. Ibu yang mendengar hanya menggelengkan kepala, sambil menarik nafasnya dengan berat.


"Kasihan Bintang yaa Kak, sungguh kejam percintaan di dalam hubungan terlarang itu.." keluh Ibu yang merasa tidak menyangka, bahwa hubungan yang di jalani Bintang bisa menyedihkan seperti itu.


"Yaa udah Bu, jangan di pikirkan. Yang penting kan sekarang Bintang udah jomblo, jadi gak ada yang menyakiti dan mengecewakan dia lagi.." jelas Tya sambil tersenyum.


"Iyaa benar juga Kak, kalau begitu biarkan saja Bintang tidak punya pacar.." sahut Ibu sambil membalas senyuman Tya.


Bintang yang berada di dapur masih bisa mendengar obrolan Ibu dan Kakaknya, Ia pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Tapi menurut Bintang memang benar apa yang di katakan oleh Kakaknya itu, jika tidak punya pacar maka tidak akan merasakan kecewa dan sakit hati lagi karena cinta.


"Gimana Bin, udah selesai belum..?" tanya Tya yang tiba-tiba menghampiri Bintang.


"Sebentar lagi selesai Kak, sisanya tinggal Kakak yang masak yaa.." ujar Bintang sembari mengaduk-aduk sayuran yang Ia masak.

__ADS_1


"Iyaa tenang aja Bin, kalau udah selesai nanti sekalian langsung siapkan di atas meja yaa.." seru Tya yang kini mengambil alih tugas memasaknya.


"Udah beres Kak, Bintang tinggal dulu yaa.." ucap Bintang seraya berjalan ke meja makan untuk menaruh lauk dan sayuran, sedangkan sisanya sedang di masak oleh Tya.


"Bintang,, handphone kamu bunyi terus tuh, mungkin ada yang telepon.." teriak Ibu dari ruang tengah.


"Iyaa Bu, sebentar.." sahut Bintang yang bergegas menuju ke tempat Ia meletakkan ponselnya.


Bintang pun segera mengambil dan melihat ponsel yang kini telah Ia pegang, terlihat ada beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari Sarah. Bintang lalu berjalan menuju kamar, setelah berada di dalam kamar Ia lalu menghubungi Sarah.


Bintang: "Assalamu'alaikum, Sarah. Maaf yaa teleponnya tadi gak ke angkat, karena tadi lagi di dapur. Kamu baik-baik ajakan..?"


Sarah: "Iyaa Bin, gak apa-apa kok. Aku gak baik Bin, Mulan udah mutusin aku.."


Bintang: "Kok bisa kamu di putusin, memang kamu salah apa..?"


Sarah: "Karena dia balikan lagi sama mantannya, jadi aku di putusin. Hikks,, hikks,, hiikks.."


Bintang: "Jadi gitu ceritanya, kamu sabar Sarah yaa.. Kamu juga gak mungkin bisa maksa dia untuk tetap sama kamu, kalau dia mencintai orang lain.."


Bintang: "Namanya juga perasaan Sarah, kita gak bisa mengaturnya harus seperti apa. Karena semua yang kita rasakan itu datang secara tiba-tiba, tanpa bisa kita rencana.."


Sarah: "Kok kamu malah belain dia sih, Bin.."


Bintang: "Aku gak belain siapa-siapa Sarah, aku cuma pengen kamu bisa menerima dan mengerti dengan semua yang udah terjadi. Jangan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, itu juga gak akan membuat dia kembali sama kamu kan.."


Sarah: "Iyaa iyaa, aku ngerti kok.."


Bintang: "Syukurlah kalau ngerti, sekarang jangan nangis lagi yaa.. Kamu cuma butuh waktu untuk bisa menerima apa yang udah terjadi, nanti juga pasti semua akan kembali baik-baik aja.."


Sarah: "Iyaa semoga aja Bin, terimakasih yaa.. Karena kamu udah mau dengerin cerita aku, aku gak tau lagi harus cerita ke siapa.."


Bintang: "Iyaa sama-sama Sarah, kamu jangan larut dalam kesedihan yaa.."


Sarah: "Iyaa akan aku usahakan Bin, terus sekarang gimana..?"


Bintang: "Gimana apanya, Sarah..?"

__ADS_1


Sarah: "Gimana perasaan kamu ke aku..?"


Bintang: "Gak gimana-gimana, memang kenapa, Sarah..?"


Sarah: "Aku mau ngajak kamu balikan sama aku, apa kamu mau, Bin..?"


Bintang: "Maaf yaa Sarah, aku gak bisa. Aku udah gak berharap apa-apa lagi sama kamu.."


Sarah: "Tapi aku masih berharap sama kamu, aku pengen hubungan kita bisa seperti dulu lagi, Bin.. Memang kamu udah gak sayang lagi sama aku..?"


Bintang: "Aku memang masih sayang sama kamu, tapi bukan cinta. Sekarang aku cuma bisa mengganggap kamu sebagai teman aku, gak bisa lebih dari itu.."


Sarah: "Tolong kasi aku kesempatan Bin, untuk bisa memperbaiki semuanya. Aku juga sebenarnya masih sayang banget sama kamu, pikirkan lagi yaa, Bin.."


Bintang: "Aku gak bisa, Sarah.."


Sarah: "Tapi kenapa, Bintang..?! Aku benar-benar butuh kamu untuk bisa melewati ini semua Bin, cuma kamu sekarang yang aku punya. Aku gak mau sendirian.."


Bintang: "Karena kalau aku kasi kesempatan untuk kamu, aku yakin suatu saat nanti kamu pasti akan mengulangi kesalahan yang sama. Seperti yang pernah kamu bilang, kamu selama ini gak pernah bisa menjalani hubungan jarak jauh.."


Sarah: "Aku janji gak akan mengulangi kesalahan itu lagi, Bin.."


Bintang: "Dulu juga kamu pernah berjanji, tapi kamu ingkari. Lagi pula, aku gak mau kamu menggunakan aku untuk bisa melupakan Mulan. Kamu harus bisa menyembuhkan luka hati kamu sendiri, tanpa harus melukai hati orang lain.."


Sarah: "Kenapa sih kamu gak bisa ngerti Bin, kalian berdua sama aja..!"


Tuutt,, tuutt,, tuuttt....


Bintang: "Hallo Sarah, hallo.."


"Ternyata udah di matiin sama Sarah,mmmh.." gumam Bintang sambil menghela nafasnya dengan berat. Lalu meletakkan ponselnya di atas tempat tidur, dan merebahkan tubuhnya sejenak. Ia memikirkan kembali, tentang apa yang barusan Sarah katakan padanya.


"Gimana mungkin Sarah bisa ngajak balikan, sedangkan dia baru aja di putusin. Apa aku ini seperti obat penyembuh luka,mmmh.." ucap Bintang seraya memejamkan matanya, dan membuang nafasnya dengan perlahan.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2