
Setelah selesai makan malam, Bintang segera bergegas masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Karena kondisinya yang masih sakit dan lemah, meski Ibu sudah memberikan Bintang obat dari dokter yang memeriksanya. Namun tanpa sepengetahuan Ibu dan juga Tya, Bintang tidak meminum obat tersebut.
"Kamu temani Bintang di kamarnya yaa, barangkali adikmu itu butuh teman untuk bercerita. Rahma biar Ibu yang menemani di sini.." ujar Ibu pada Tya.
"Baik Bu.." sahut Tya sambil berjalan menuju ke arah kamar Bintang.
"Bin,, ini Kak Tya, boleh Kakak masuk..?" tanya Tya seraya mengetuk pintu kamar Bintang yang tidak terkunci.
"Iyaa Kak, masuk aja.." balas Bintang.
"Kamu belum mau tidur kan, ayo ngobrol dulu sebentar.." ucap Tya yang kini telah duduk di samping Bintang.
"Memang ngobrol apa, Kak..?" tanya Bintang.
"Apa aja Bin, tentang pekerjaan kamu, teman kamu di sana dan hubungan kamu dengan Yumie dulu,hehee.." ujar Tya sambil tertawa kecil.
"Memang harus yaa Kak..? Bukannya Kakak udah tau semua yaa.." sahut Bintang.
"Iyaa harus Bin, kamu ceritanya waktu itu cuma sedikit, Kakak kan pengen tau semuanya.." ucap Tya yang penasaran dengan kehidupan yang di jalani adiknya itu selama di kota P.
"Kakak ini, ternyata penasaran banget yaa,mmmh.." seru Bintang sambil menarik nafasnya.
"Udah cerita aja sih, Kakak udah siap buat dengerin nih.." sahut Tya.
"Iyaa iyaa, pekerjaan Bintang biasa aja. Kakak juga kan udah tau, kalau teman Bintang yang satu kost-an itu namanya Mery. Dia orangnya baik banget Kak, peduli dan perhatian sama Bintang.." ujar Bintang.
"Ohh, terus kamu gak suka atau jatuh cinta gitu sama dia..? Kan dia baik, peduli dan perhatian banget. Idaman kamu tuh Bin,hehehee.." ucap Tya sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Yaa gaklah Kak, ada-ada aja. Masa iyaa, aku suka atau jatuh cinta sama dia. Dari dulu Bintang anggap Mery itu cuma sebagai teman dekat aja, gak lebih kok.." jelas Bintang.
"Ohh,, cuma teman dekat, kirain ada rasa-rasa gimana gitu.."seru Tya sambil tersenyum.
"Iish,, Kakak nih pikirannya,mmmh.." balas Bintang sembari menggelengkan kepalanya.
"Terus terus, itu si Gemy siapa Bin..? Kakak lupa.." tanya Tya lagi.
"Kalau si Gemy itu kan mantan pacarnya Mery, Kak.. Yang jadi selingkuhannya Yumie, masa Kakak lupa sih. Kan Bintang udah ada cerita waktu itu.." jelas Bintang.
"Ohh iyaa, Kakak baru ingat, kok bisa yaa mereka ada hubungan. Padahal kan dari awal kalian semua udah saling kenal, tapi mereka malah main di belakang. Apa lagi Yumie, mantan kamu itu. Jahat banget dia, kalau ketemu udah Kakak jambak rambutnya dan gigit tuh mulut manisnya yang berbisa..!"
__ADS_1
Seru Tya yang kini terlihat kesal dan emosi, mengingat apa yang sudah Yumie lakukan pada Bintang, adiknya.
"Aku juga sama sekali gak nyangka Kak, kalau ternyata dia seperti itu orangnya. Waktu di awal omongannya manis banget, tapi ternyata cuma omongan aja. Terus sikapnya yang peduli dan perhatian banget, rupanya cuma sandiwara.."
Ujar Bintang yang kini terlihat sedih, jika harus mengingat kembali semua yang telah Ia lalui bersama dengan Yumie. Yang pada akhirnya mengkhianati dan mencampakkannya begitu saja, seolah tak punya hati sama sekali.
"Yaa udah Bin, kalau gitu mulai saat ini kamu jangan lagi pacaran. Langsung aja nikah, gimana..?" tanya Tya sambil tersenyum.
"Nikah apaan, hubungan terlarang seperti ini juga.." sahut Bintang yang kini tengah manyun mendengar ucapan Kakaknya.
"Hehee,, Kakak cuma bercanda kok, pokoknya yang penting mulai sekarang kamu jangan pacaran dulu. Atau nanti biar Kakak yang cariin pacar buat kamu, Bin.." ujar Tya.
"Gak perlu Kak, Bintang mau sendiri aja. Semuanya sama, gak ada yang benar-benar tulus sayang sama aku.." balas Bintang sambil tertunduk sedih.
Karena selama ini, semua kisah percintaannya selalu berakhir mengecewakan. Terlebih dengan Yumie, yang Ia anggap sebagai orang yang benar-benar tulus menyayanginya justru mengkhianati.
"Gak semua Bin, pasti ada satu yang baik dan tulus sayang sama kamu kok.." ucap Tya.
"Dulu aku juga berpikir seperti itu Kak, untuk menemukan orang yang benar-benar tulus. Aku harus menemukan orang yang gak tulus dulu, tapi sekarang tetap aja sama.." jelas Bintang yang sejak tadi menahan air matanya yang sangat ingin terjatuh.
"Aku capek Kak, benar-benar capek. Kalau harus dan terus berjuang serta mempertahankan hubungan se'orang diri, aku juga pengen banget ngerasain. Gimana rasanya di perjuangkan, di pertahankan dan di hargai.."
"Ungkapkan semua yang kamu rasakan Bin, jangan kamu tahan lagi yaa.. Kakak tau, selama ini banyak kesedihan dan kekecewaan yang kamu rasakan dalam hubungan percintaan kamu.." ucap Tya seraya memeluk tubuh Bintang.
"Aku tau Kak, perasaan yang aku miliki ini salah. Tapi aku gak pernah memintanya, apa aku gak pantas untuk bahagia..?!" seru Bintang yang menangis tersedu-sedu.
"Apa aku salah, berharap untuk bisa menemukan sese'orang yang bisa mencintai aku seperti aku mencintainya..?! Apa aku salah karena selama ini udah berharap pada cinta terlarang ini, Kak..?! Hiks,,hiikks,,hiikss,,..."
Bintang membalas pelukan Kakaknya dengan erat dan sambil menangis, Ia tidak bisa lagi menahan semua yang di rasakan dalam hatinya saat ini.
"Kamu yang sabar yaa Bin, kamu pasti akan menemukan dan bisa bahagia.." ucap Tya yang kini juga ikut menangis karena merasakan sedih.
"Entahlah Kak, bahkan orang yang ingin aku jadikan sebagai cinta terakhir. Pada akhirnya ninggalin aku dan lebih memilih sama yang lain, aku di campakkan gitu aja. Rasanya benar-benar sakit Kak, sakit dan hancur banget.." ucap Bintang dengan berlinang air mata.
"Iyaa Bin, Kakak bisa ngerti kok perasaan kamu.." balas Tya sambil melepaskan pelukannya.
"Kakak tau, pasti ini berat banget buat kamu melewati semuanya. Tapi Kakak juga percaya, kamu pasti bisa melewatinya dengan baik. Suatu saat, hati kamu pasti akan pulih.." ucap Tya yang berusaha untuk menenangkan hati Bintang.
"Entahlah Kak, Bintang gak yakin. Sebelumnya gak pernah sesakit ini, apa Bintang bisa dan kuat melewati semuanya, kak..?!" tanya Bintang yang masih menangis.
__ADS_1
"Kamu pasti bisa Bintang, percaya sama Kakak. Karena ada Ibu dan Kakak yang akan menemani kamu melewatinya.." sahut Tya sambil tersenyum, lalu kembali memeluk tubuh Bintang.
"Iyaa Kak, terimakasih yaa.. Kakak udah mau dengerin curhatan aku, dan kasi semangat- buat aku.." ucap Bintang sambil tersenyum dan menghapus jejak air matanya.
"Sama-sama yaa Bin, memang udah seharusnya sebagai se'orang Kakak membantu dan memberikan dukungan serta semangat sama adiknya.." ujar Tya.
"Iyaa Kak.." balas Bintang.
"Sekarang kamu istirahat yaa, badan kamu panas lagi. Gak berubah juga dari dulu, setiap ngerasain sedih dan habis nangis pasti kamu langsung demam,mmmh.."
Ucap Tya yang sejak dulu memang sudah tau, bahwa daya tahan tubuh adiknya itu lemah dan sangat mudah di pengaruhi oleh perasaan serta pikirannya. Karena itu, selama ini Ia dan orang tuanya selalu berusaha menjaga Bintang dari hal-hal yang bisa menyebabkannya merasa sedih dan banyak pikiran.
"Iyaa Kak, kalau gitu Bintang istirahat dulu.." balas Bintang sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Kamu jangan sedih terus dan jangan banyak pikiran, biar kamu cepat sembuh, Bin.." seru Tya.
"Iyaa Kak, semoga aja.." sahut Bintang pada Tya yang kini telah bangkit dari tempat duduknya, dan meninggalkan Bintang sendiri agar bisa beristirahat di kamar.
Setelah keluar dari kamar Bintang, Tya segera berjalan menuju ruang tengah untuk menghampiri anak dan Ibunya.
"Gimana keadaan Bintang sekarang, Kak..?" tanya Ibu.
"Masih lemas Bu, dan sekarang demam lagi karena habis nangis.." jawab Tya.
"Nangis kenapa..? Apa sakitnya semakin parah atau kita bawa ke rumah sakit aja..?!" tanya Ibu yang langsung merasa cemas dengan kondisi putri kesayangannya itu.
"Gak perlu Bu, nanti juga baik-baik lagi. Bintang cuma harus banyak istirahat dan jangan banyak pikiran, itu aja.." sahut Tya.
"Terus adik kamu nangis kenapa..?" tanya Ibu lagi yang merasa penasaran.
Dengan menarik nafas dan raut wajah sedih, Tya lalu menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan sama seperti tadi Bintang ceritakan padanya.
Mendengar semua yang di ceritakan Tya tentang apa yang terjadi pada Bintang, Ibu pun merasa tidak terima dengan apa yang di alami oleh putri kesayangannya.
"Tega sekali orang yang bernama Yumie itu menyakiti putriku, dia harus mendapatkan balasannya lebih dari itu.." gumam Ibu dalam hati, sambil mengepalkan tangannya dengan kuat...
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1