Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Kemarahan Gia


__ADS_3

Sudah beberapa minggu ini Bintang dan Gia jarang berkomunikasi, selain karena kesibukan mereka masing-masing. Itu juga karena Bintang yang dengan sengaja mulai menjauh dari Gia, hingga membuat Gia semakin mencurigainya. Di tambah lagi dengan Bintang yang seringkali tidak menjawab telepon dari Gia, saat Gia menghubunginya.


Gia: "Assalamu'alaikum,,


Sayang, apa kamu sedang sibuk ? Tadi aku coba telepon, tapi tidak kamu angkat.."


Menit demi menit berlalu, namun masih belum ada balasan dari Bintang. Hingga Gia memilih untuk mengirim pesan kembali, sambil berharap Bintang membalasnya.


Gia: "Sayang baik-baik saja kan ? Jangan telat maemnya yaa.. Kangen kamu, Bintangku.." 😔🤗


Setelah beberapa jam kemudian, hingga tiba waktunya Bintang untuk pulang. Ia baru melihat ponsel yang ada di dalam tasnya, ada pesan masuk dan beberapa panggilan tak terjawab yang tertera di layar ponselnya.


"Ini pasti dari Gia, aku balas nanti saja kalau sudah sampai di rumah.." ucap Bintang lirih, sambil bersiap untuk pulang.


Sesampainya di rumah, Bintang segera masuk ke kamarnya sambil meletakkan tas kecil miliknya di atas meja. Lalu duduk di tepi tempat tidur, dan mulai mengetik pesan untuk Gia.


**Bintang: "Wa'alaikumsalam,,


Maaf yaa sayang, baru balas. Aku baru saja pulang, hari ini banyak barang pesanan toko yang masuk jadi sangat sibuk.."


Gia: "Begitu yaa sayang, tidak apa-apa. Yang penting kamu baik-baik saja.."


Bintang: "Aku mandi dulu yaa sayang, nanti di sambung lagi.."


Gia: "Tapi aku masih kangen banget sayang 😔 sudah di tinggal lagi,mmmh.."


Bintang: "Nanti kan bisa di sambung lagi, aku mandi yaa sayang.." 😘😊


Gia: "Iyaa sayang, tapi jangan lama-lama.." 😘🤗**

__ADS_1


Setelah meletakkan ponsel dari tangannya, kini Bintang pun segera mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi.


Tokk,, tokk,, tokkk..


"Bin, kamu mandi atau tidur ?! Lama sekali, Ibu juga mau mandi ini.." seru Ibu seraya mengetuk pintu kamar mandi.


"Sebentar lagi selesai, Bu..!" sahut Bintang dari dalam kamar mandi.


"Tumben kamu mandinya lama Bin, biasa juga cuma beberapa gayung langsung selesai.." ujar Ibu yang melihat Bintang baru keluar.


"Tadi luluran dulu lho Bu, habis badan rasanya lengket sekali.." jelas Bintang sambil berjalan menuju ke arah kamar, meninggalkan Ibunya yang belum selesai berbicara.


~**********~


Di sebuah bengkel mobil, terlihat Gia dan kakaknya sedang duduk sambil menunggu mobil siap di perbaiki. Gia yang sedang asyik bercerita pada Kak Tika, tiba-tiba di kejutkan oleh suara nada dering tanda panggilan masuk dari ponselnya. Dengan semangat, Gia pun langsung mengambilnya dari dalam tas yang Ia bawa.


"Sebentar yaa Kak, Gia jawab telepon dulu.." ucap Gia pada Kak Tika dengan tersenyum senang.


**Gia: "Hallo, assalamu'alaikum sayang, sudah selesai mandinya ?"


Bintang: "Iyaa sudah, sayang lagi apa, dimana ?"


Gia: "Aku sekarang lagi di bengkel mobil sayang, sama Kak Tika.."


Bintang: "Ohh, yaa sudah kalau begitu sayang, aku matikan dulu teleponnya. Aku juga mau istirahat.."


Gia: "Mmmh,, yaa sudah kalau sayang mau istirahat, tapi nanti malam telepon lagi yaa..!"


Bintang: "Iyaa sayang, kalau aku tidak ketiduran. Yaa sudah, wassalamu'alaikum.."

__ADS_1


Gia: " Wa'alaikumsalam**.."


Balas Gia seraya menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas, lalu menghampiri kakaknya.


"Telepon dari siapa, Gii ?" tanya Kak Tika.


"Telepon dari teman, Kak.." jawab Gia singkat.


"Bintang maksud kamu ?" tanya Kak Tika lagi dengan tatapan yang merasa tidak senang.


"Iyaa Kak, Bintang.." sahut Gia yang berusaha untuk tetap terlihat biasa saja, karena tak ingin kakaknya itu sampai curiga.


"Ternyata masih berani anak itu menghubungi kamu..!" seru Kak Tika dengan nada kesal.


"Maksud Kakak apa bicara seperti itu ?" tanya Gia yang tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh kakaknya barusan.


"Kamu jauhi anak itu Gii, dia itu cuma akan merusak kamu..!" ujar Kak Tika pada Gia.


"Merusak aku, kenapa kakak bicara seperti itu tentang Bintang ?" ucap Gia dengan perasaannya yang tidak enak.


"Dari awal Kakak sudah curiga dan ternyata benar dugaan Kakak selama ini, kalau kalian ada hubungan terlarang. Anak itu tidak normal Gii, dia tidak pantas berteman dekat dengan kamu..!" seru Kak Tika mencoba menjelaskan apa yang ada di pikirannya.


"Cukup Kak..!! Kakak tidak berhak menilai Bintang, Kakak tidak tau apa-apa tentang dia..!" ucap Gia yang merasa tidak terima dengan apa yang di katakan oleh kakaknya tentang Bintang.


"Kakak tau dia seorang lesbi dan Kakak juga sudah menyuruhnya untuk menjauh dari kamu, tapi sepertinya anak itu keras kepala..!" seru Kak Tika dengan kesal.


"Jadi selama ini perubahan sikap Bintang sama aku, itu semua karena Kakak ?! Iyaa aku mengerti sekarang.." ucap Gia yang sudah tidak bisa menahan emosinya.


"Mulai saat ini, Kakak jangan pernah lagi ikut campur dalam hubungan aku dengan Bintang. Dan jangan pernah coba-coba, untuk memisahkan aku sama dia..!" sahut Gia sambil bergegas pergi meninggalkan Kakaknya yang belum selesai berbicara.

__ADS_1


"Gia,, Giaa,, tunggu..!!" seru Kak Tika sambil berlari mengejar Gia.


"Ini semua karena anak itu..!" ucap Kak Tika yang hanya bisa menatap kepergian adiknya itu, tanpa memperdulikan panggilan darinya.


__ADS_2