Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Terjawab Sudah


__ADS_3

Bintang yang sudah mengantongi alamat tempat tinggal orang tua Fida, kini memutuskan untuk mencari alamat tersebut. Ia ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada Fida, kekasih yang telah lama tidak menghubunginya.


Setelah tiba di terminal bus, Bintang segera mencari taksi untuk mengantarnya ke alamat rumah Fida.


"Taksi.." seru Bintang pada sebuah taksi yang melintas di depannya.


Bintang segera masuk ke dalam taksi, sambil memberikan selembar kertas berisi alamat.


"Apa Bapak tau alamat itu..?" tanya Bintang.


"Tau Mbak, kebetulan saya sering mengantar penumpang ke daerah itu.." jawab Pak supir yang terlihat sudah tidak muda lagi.


"Syukurlah, ayo Pak kita berangkat sekarang.." ujar Bintang yang sudah tidak sabar.


"Iyaa Mbak.." sahut Pak supir sambil melajukan mobilnya menuju ke tempat yang Bintang sama sekali tidak pernah tau.


Tidak sampai satu jam, akhirnya Bintang telah sampai di daerah yang sesuai dengan alamat di kertas itu.


"Pak, bisa tunggu di sini dulu tidak..? Karena takutnya nanti saya mau pergi ke tempat yang lain juga.." ucap Bintang.


"Soal ongkosnya, Bapak tenang aja. Nanti saya lebih kan kok, Pak.." sambung Bintang sambil tersenyum.


"Iyaa Mbak, tidak apa-apa. Saya tunggu di sini.." balas Pak supir.


"Terimakasih yaa, Pak.." sahut Bintang sambil berjalan mencari alamat rumah Fida.


Setelah mencari-cari, akhirnya Bintang sampai di depan sebuah rumah yang memiliki nomor yang sama seperti yang tertulis di kertas yang Ia bawa.


"Sepertinya memang ini rumahnya.." ucap Bintang sambil melihat ke sekeliling tapi tidak menemukan seorangpun, hingga terdengar suara pintu terbuka dan terlihat seorang pria keluar dari rumah itu.

__ADS_1


"Maaf Mbak, mau cari siapa yaa..?" tanya pria itu dengan ramah.


"Iyaa maaf Mas, apa benar ini rumah Fida..?" balas Bintang sambil tersenyum.


"Iyaa benar, tapi Fida nya lagi belanja ke pasar. Kalau boleh tau, Mbak ini siapa..?" tanya pria itu.


"Saya Bintang, temannya Fida. Mas ini siapanya, Fida..?" ucap Bintang yang balik bertanya.


"Ohh, temannya Fida, silahkan duduk dulu, Mbak. Saya Bayu, suaminya Fida.." jawab Bayu sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Hahh..? Suami..?!" sahut Bintang yang tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.


"Iyaa saya suaminya, saya dan Fida baru menikah satu bulan yang lalu, Mbak.." jelas Bayu yang menatap Bintang dengan penuh tanya.


Bintang hanya terdiam, seolah tidak percaya dengan apa yang barusan Ia dengar. Tubuhnya terasa lemas, Ia tidak tau harus berpikir apa.


"Mbak, kok malah diam, kenapa..?" tanya Bayu yang melihat Bintang dengan raut wajah pucat.


"Ohh,, jadi Mbak tadi sama temannya..?" tanya Bayu.


"Iyaa Mas, saya permisi dulu. Wassalamu'alaikum.." seru Bintang sambil berjalan dengan langkah yang sangat berat.


"Wa'alaikumsalam.." balas Bayu sambil menggaruk kepalanya.


Kini Bintang telah tiba di tempat taksi yang Ia tumpangi tadi menunggu, lalu saat hendak masuk ke dalam taksi terdengar sebuah suara yang memanggilnya. Bintang yang merasa tidak asing dengan suara itupun, segera menoleh.


"Bintang,, tunggu..!" teriak Fida sambil berlari menuju ke arah Bintang.


Bukannya membalas panggilan Fida, Bintang justru ingin cepat-cepat pergi dari sana.

__ADS_1


"Ayo Pak, kita kembali ke terminal.." seru Bintang.


"Baik, Mbak.." balas Pak supir yang segera menyalakan mobilnya dan melaju.


"Bintang,, jangan pergi..!" teriak Fida lagi yang kini telah jatuh terduduk di tanah, sambil menangis tersedu-sedu.


"Maafin aku, Bin.. Aku benar-benar minta maaf, hiks,,hiks.." ucap Fida yang sangat merasa bersalah, karena tidak bisa berterus terang pada Bintang tentang apa yang terjadi padanya.


~**********~


Di dalam taksi, Bintang tidak bisa lagi menahan air matanya. Ia menangis terisak-isak, merasakan sedih, sakit dan kecewa yang bercampur jadi satu. Tanpa memperdulikan Pak supir yang sedari tadi sedang memperhatikannya, dengan raut wajah yang bingung.


"Mbak kenapa nangis..? Apa terjadi sesuatu..?" tanya Pak supir.


"Saya tidak kenapa-kenapa, Pak.." sahut Bintang yang masih menangis.


"Kalau tidak kenapa-kenapa, lalu Mbak-nya kenapa nangis..?" tanya Pak supir lagi.


"Biasalah Pak, masalah hati.." jawab Bintang sambil menyeka air matanya.


"Ohh,, jadi Mbak putus cinta..?" tanya Pak supir yang penasaran.


"Saya kan lagi nangis Pak, kenapa di tanya-tanya..?! Saya kan jadi tidak fokus nangisnya, hiks,,hiks,,hiks.." seru Bintang dengan nada kesal dan terus menangis.


"Iyaa ma-maaf Mbak, saya tidak tanya-tanya lagi. Silahkan Mbak di lanjut lagi nangisnya.." ujar Pak supir sambil menyerahkan sekotak tisu pada Bintang.


"Terimakasih, Pak.." balas Bintang dengan sesenggukan.


"Sama-sama, Mbak.. Kok saya jadi ikut sedih yaa.." ucap Pak supir yang membuat Bintang semakin menangis menjadi-jadi.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2