
Sudah hampir setahun Bintang berada di rumah, lama-kelamaan Ia pun merasa jenuh dan ingin kembali bekerja. Namun setiap kali Ia mengutarakan keinginannya itu, Ibu selalu melarangnya. Dan kali ini, Bintang kembali ingin meminta izin pada Ibunya untuk bisa bekerja lagi. Setidaknya di kota yang tidak terlalu jauh, agar Ia bisa pulang ke rumah kapan saja.
"Ibu mana Kak, kok gak ada kelihatan..?" tanya Bintang pada Tya yang sedang asyik dengan ponselnya.
"Ada di kamar, memang kenapa Bin cariin Ibu..? Apa ada sesuatu yang mau kamu omongin..?" tanya Tya yang langsung merasa penasaran.
"Iyaa Kak, Bintang mau ngomong sesuatu sama Ibu.." jawab Bintang sambil duduk di sofa.
"Memang mau ngomong apa, Bin..? Kasi tau Kakak dong,hee.." seru Tya.
"Bintang mau ngomong sama Ibu, kalau Bintang pengen banget kerja. Nanti Kakak bantuin Bintang yaa, biar di bolehin sama Ibu.." ujar Bintang yang berharap Tya mau membantunya.
"Memang wani piro, Bin..?" Hahahaa.." ledek Tya sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Iish,, Kakak nih, perhitungan banget sih sama adiknya sendiri.." sahut Bintang sambil manyun. "Memang Kakak mau berapa..?" tanya Bintang yang menarik nafasnya dengan kasar.
"Beneran nih, Bin..? Asyik nih,, Kakak mau semua yang ada di dompet kamu aja.." ujar Tya dengan wajah serius.
"Okey Kak, sipp.. Tapi nanti yaa Bintang keluarin dulu isi dompetnya,hehehee.." balas Bintang sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kalian berdua ngobrol apa sih, kok seru banget sepertinya.." ucap Ibu yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
"Gak ada kok Bu, cuma ngobrol iseng aja.. Sini duduk Bu, Bintang mau ngomong sesuatu,hee.." seru Bintang sambil tersenyum.
"Memang mau ngomong apa Bin, apa kamu mau minta di nikah kan..?" tanya Ibu sembari tertawa kecil, di ikuti oleh Tya yang juga ikut tertawa.
"Ibu apaan sih, yaa gaklah. Memang mau nikah sama siapa,mmmh.." sahut Bintang yang merasa agak kesal mendengar ucapan Ibunya.
"Yaa kan mana tau Bin, terus mau ngomong apa dong..?" tanya Ibu yang kali ini terlihat serius.
__ADS_1
"Bintang mau kerja lagi, boleh yaa Bu..? Gak jauh-jauh kok, mungkin cuma di kota P lagi aja. Kan gak jauh tuh dari rumah Kak Nia dan suaminya.." ujar Bintang.
"Hmmm,, kamu benar-benar mau kerja lagi atau pacaran lagi, Bin..?" tanya Ibu.
"Pasti dua-duanya itu Bu,hehehee.." sahut Tya yang lebih dulu menjawab pertanyaan Ibunya.
"Kakak apa sih, main nyamber aja seperti burung elang, huuhhh.." seru Bintang. "Yaa kerjalah Bu, Bintang kan gak punya pacar.." jawab Bintang pada Ibunya.
"Terus nanti mau kerja apa, dimana dan tinggal sama siapa..?" tanya Ibu yang sudah seperti se'orang wartawan.
"Rencananya Bintang mau kerja bareng teman di toko buku Bu, di situ juga udah di sediakan tempat tinggal. Terus setiap hari minggu libur, kebetulan di toko buku itu ada lowongan kerja. Karena karyawannya yang lama mau menikah dalam waktu dekat ini, jadi berhenti kerja.." jelas Bintang.
"Ohh,, jadi begitu yaa.." ucap Ibu seraya mempertimbangkan permintaan Bintang.
"Terus gimana Bu, boleh kan..? Boleh yaa, Bu.." rengek Bintang yang kini terlihat seperti anak kecil.
"Yaa sudah, Ibu izinkan kamu untuk kerja lagi. Tapi kamu harus jaga diri baik-baik di sana yaa, Bin.." ujar Ibu yang merasa cemas jika putri kesayangannya itu harus jauh darinya.
"Ibu tenang aja yaa, Bintang pasti jaga diri baik-baik kok. Bintang kan udah gede,hee.." sahut Bintang yang bisa tau kecemasan Ibu padanya.
"Terus kapan kamu mau berangkat ke sana, Bin..? Jangan mendadak yaa, kamu harus siapkan dulu semua. Kalau perlu nanti Ibu akan ikut mengantarkan kamu.." ujar Ibu.
"Mungkin dua hari lagi Bu, Bintang pergi sendiri aja yaa.. Nanti kalau Ibu ikut, pulangnya sendirian. Kasian Kak Tya juga cuma berdua sama Rahma di rumah.." ucap Bintang.
"Benar juga yang kamu bilang Bin, yaa sudah kalau begitu nanti kamu berangkat sendiri aja tapi hati-hati yaa.." seru Ibu.
"Iyaa Bu, kan Bintang masih belum berangkat lho. Masa udah di suruh hati-hati, kecepatan ngomongnya Bu,hehee.." ucap Bintang yang langsung membuat Ibu dan Kakaknya tertawa.
"Tidak apa-apalah Bin, kan biar nanti kamu lebih hati-hati lagi.." sahut Ibu. "Ohh iyaa, terus teman kamu itu bagaimana, Bin..?" tanya Ibu penasaran.
__ADS_1
"Gak gimana-gimana Bu, memang mau gimana..?" ucap Bintang yang malah balik bertanya.
"Maksud Ibu, apa teman kamu itu sama seperti kamu. Begitu lho, Bin.." seru Ibu yang menjelaskan lebih detail.
"Ohh,, iyaa Bu, dia sama seperti Bintang juga,hehee.." jawab Bintang sambil tersenyum.
"Teman atau pacar kamu, Bin..? Ayo ngaku.." kini Tya pun ikut bertanya pada adiknya itu.
"Teman Kak, kalau pacar pasti udah langsung Bintang kenalin sama Ibu dan Kakak.." sahut Bintang dengan wajah meyakinkan.
"Kirain pacar, Bin.." balas Tya.
"Memang kalau pacar kenapa, Kak..?" tanya Bintang yang kini balik bertanya pada Kakaknya.
"Kalau pacar, kamu harus bawa dia ke rumah untuk di kenalin sama Kakak dan Ibu. Terus nanti kita interogasi deh, iyaa kan, Bu.." seru Tya sambil menatap ke arah Ibunya.
"Iyaa benar apa yang di katakan Kakak kamu, Bin.. Biar kamu tidak salah pilih lagi, Ibu tidak mau kamu di kecewakan terus-menerus.." ujar Ibu.
"Iyaa Ibu dan Kakak tenang aja, nanti kalau Bintang punya pacar pasti akan Bintang bawa ke rumah. Biar Ibu dan Kakak juga bisa mengenalnya lebih jauh.." ucap Bintang sambil tersenyum, Ia pun mulai membayangkan kapan semua itu bisa terjadi.
"Kamu kenapa senyum-senyum gitu Bin, pasti mikir yang aneh-aneh kan.." seru Tya pada Bintang.
"Gak kok Kak, mana ada mikir yang aneh-aneh. Kakak su'udzon aja nih.." sahut Bintang yang langsung berusaha untuk bersikap seperti biasa.
"Yaa sudah, kalau begitu sekarang kita makan malam dulu yaa.. Ajak Rahma makan Kak, nanti kita lanjut lagi ngobrolnya.." perintah Ibu pada kedua putrinya, dan mereka kini berjalan menuju ke meja makan...
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1