Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Mulai Menerima


__ADS_3

Pagi ini, Hira sengaja berangkat ke sekolah lebih awal, karena ia tidak ingin Bintang mendatanginya ke rumah. Hira pun mempercepat langkahnya, hingga sampailah ia di depan pintu gerbang sekolah dan segera menuju ke kelasnya. Selang beberapa waktu, Bintang juga telah tiba di kelas dan langsung menyapa.


"Raa, tumben kamu berangkat cepat, padahal tadi aku ke rumah." ucap Bintang dengan rasa bingung akan sikap temannya itu.


"Pengen cepat ada di sekolah aja Bin, sekalian ada pr yang mau aku kerjain." ujar Hira yang bersikap tidak seperti biasanya, dengan wajah datar ia mulai mengerjakan pr sekolahnya.


"Yaa udah kalau gitu salin pr aku aja Raa, biar cepat." seru Bintang menawarkan.


"Gak usah Bin, aku kerjain sendiri aja. Aku gak mau ngerepotin." ucap Hira masih tanpa ekspresi apapun di wajahnya.


Bintang yang merasa aneh dengan sikap Hira, hanya bisa mengiyakan dan mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut lagi.


"Oh ya Bin, istirahat nanti aku pengen ngomong sesuatu." ujar Hira dengan tiba-tiba, membuat Bintang tersadar dari apa yang tengah ia pikirkan.


"Iya Raa, nanti di belakang sekolah yaa.." jawab Bintang dan Hira hanya mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


~***********~


"Maafin aku ya Bin, atas sikapku yang beberapa hari ini mungkin sudah membuat kamu kesal." Ucap Hira yang lebih dulu memulai pembicaraan.


"Gak papa Raa, aku maafin kok. Cuma aku ingin tau, apa yang membuat sikap kamu jadi seperti itu ?." tanya Bintang dengan rasa penasaran yang telah ia rasakan dari kemarin-kemarin.


"Apa aku harus cerita Bin ?." ujar Hira yang justru malah balik bertanya.


"Harus donk, memang kamu mau aku mati penasaran.." balas Bintang bercanda dan sambil tertawa kecil.


"Ayo buruan, malah bengong.." desak Bintang yang sudah tidak sabar ingin tau penyebabnya.


"Aku juga bingung, kenapa aku jadi bersikap seperti itu ke kamu. Tapi aku merasa gak suka, kalau kamu berteman dekat dengan Lisa. Rasanya aku kesal dan pengen marah." jelas Hira.


"Jadi gitu ya Raa, kamu juga kan bisa berteman dekat dengan Lisa. Dia anak yang baik kok.." ujar Bintang yang masih memikirkan dan mencerna apa yang di katakan oleh Hira.

__ADS_1


"Apa mungkin Hira cemburu, tapi dia kan tidak seperti aku." batin Bintang.


"Iya Bin, akan aku coba. Terimakasih ya udah mau maafin aku, kamu memang teman yang baik hati, tidak sombong dan.."


Belum selesai Hira berbicara, Bintang pun langsung memotongnya. " Iya iyaa, kalau itu aku udah tau dari dulu kok. Gak perlu kamu ingetin lagi.." sambil membusungkan dada dan tersenyum pada Hira yang terlihat kesal.


"Ish,, sombong sekali, baru juga di bilang tidak sombong.." jawab Hira ketus sembari mencubit pipi Bintang yang terlihat menggemaskan saat tersenyum.


"Auww,, sakit tau Raa, aku kan cuma bercanda." seru Bintang yang tidak terima pipinya di cubit.


"Aku tau kok kamu bercanda Bin, tapi aku memang pengen cubit pipi kamu. Karena kemarin-kemarin kan aku libur,hehehee.." Hira pun tertawa terkekeh-kekeh melihat Bintang yang kesal, membuatnya terlihat jadi lebih menggemaskan di mata Hira.


"Aku cubit lagi ya Bin, habis pipimu empuk sih.." sambil mengulurkan tangannya ke arah pipi Bintang. Namun Bintang segera menghindar dan berlari menjauh, hingga akhirnya mereka pun seperti bermain kejar-kejaran.


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊


__ADS_2