
Pagi itu, Sarah yang telah bangun tidur segera menuju kamar mandi karena merasakan sakit di perutnya. Mulan yang tidak melihat Sarah ada di sampingnya, juga memilih untuk bangun dan mencari keberadaan Sarah. Namun baru beberapa langkah Mulan berjalan, ponsel Sarah berbunyi karena ada panggilan masuk. Dengan ragu Mulan pun mengambil, dan melihat siapa yang menghubungi nomor Sarah.
"Bintang..? Bukannya ini mantannya Sarah, ngapain pagi-pagi dia ngubungin.." gumam Mulan saat melihat siapa yang menelepon.
Bintang: "Assalamu'alaikum, sayang.."
Mulan: "Wa'alaikumsalam, mau ngapain ngubungin Sarah..? Pakai panggil sayang segala lagi.."
Bintang: "Memang ini siapa..? Bukannya ini nomor Sarah, mana Sarahnya..?"
Tutt,, tutt,, tuutt...
Belum sempat Mulan menjawab, tiba-tiba Sarah datang dari belakang dan merebut ponselnya yang ada di tangan Mulan lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Kok di ambil handphonenya..? Aku belum selesai ngomong sama mantan kamu itu, ngapain dia masih ngubungin dan panggil ke kamu sayang..?" seru Mulan yang merasa kesal.
"Mungkin karena dia masih belum bisa terima kalau aku putusin dia, udah yaa sayang jangan marah-marah gitu. Sekarang kan yang penting aku sama kamu.." sahut Sarah sambil tersenyum dan memeluk Mulan untuk bisa menenangkannya.
Mulan yang mendapat pelukan dari Sarah segera membalasnya, Ia tidak lagi merasa kesal dan cemburu karena baginya Bintang adalah masa lalu Sarah.
Di sisi yang lain, Bintang mencoba untuk menghubungi nomor Sarah kembali. Tapi sekarang nomornya sudah tidak aktif, lalu Ia pun mengirim pesan dan berharap Sarah akan membalasnya nanti.
~*********~
"Ayo makan Bin, semuanya udah di siapkan di meja makan.." ajak Tya pada Bintang yang masih bermain dengan Rahma.
"Kakak sama Ibu duluan aja yaa, Bintang nanti aja karena masih belum lapar, Kak.." sahut Bintang.
"Ohh, yaa udah kalau gitu, Kakak dan Ibu makan dulu. Tolong jagain Rahma dulu yaa, Bin.." ucap Tya.
"Iyaa Kak, beres.." balas Bintang pada Tya yang berjalan menuju meja makan.
Untuk mengalihkan pikirannya pada Sarah, Bintang sengaja sejak tadi bermain dengan Rahma. Karena pesan yang Ia kirim pun, belum mendapat balasan dari Sarah.
Sedang asyik bermain bersama Rahma, ponsel Bintang tiba-tiba berdering. Bintang dengan semangat langsung melihatnya, karena dalam benaknya itu pasti Sarah. Tapi ternyata bukan, itu adalah panggilan dari Anya.
__ADS_1
"Nanti aja aku telepon Anya balik, sekarang jagain Rahma dulu.." ucap Bintang lirih, sambil meletakkan ponselnya di atas kursi.
"Bin,, sekarang kamu makan yaa, Rahma biar sama Ibu. Karena Kak Tya masih belum selesai makan.." ujar Ibu pada Bintang.
"Iyaa Bu, Bintang makan dulu yaa.." sahut Bintang yang bergegas menuju meja makan.
Setelah selesai makan, Bintang masuk ke dalam kamar. Ia mengambil ponsel yang ada di saku celananya, lalu menghubungi Anya.
Anya: "Hallo Bin, assalamu'alaikum.."
Bintang: "Wa'alaikumsalam Nya, maaf yaa tadi aku gak bisa angkat teleponnya. Karena lagi jagain ponakan, tapi sekarang udah santai kok.."
Anya: "Iyaa Bin, gak apa-apa kok.."
Bintang: "Memang ada apa Nya, apa ada sesuatu yang penting atau gimana..?"
Anya: "Gimana yaa ngomongnya, aku bingung Bin harus mulai dari mana.."
Bintang: "Memang mau ngomong soal apa, Nya..? Ngomong aja, gak apa-apa.."
Bintang: "Memang kenapa Nya, kok kamu tanya seperti itu..? Apa kamu tau sesuatu..?"
Anya: "Kamu jawab aja dulu yaa Bin, nanti baru aku ceritain.."
Bintang: "Mmmm,, mungkin gak baik-baik aja Nya, aku juga bingung. Sarah semakin berubah, sekarang jadi cuek dan udah jarang ngubungin aku. Alasannya dia bilang lagi sibuk, tapi gak mungkin sibuk sampai dua puluh empat jam.."
Anya: "Apa kamu udah tanyain ke Sarah sebenarnya dia kenapa..?"
Bintang: "Udah aku tanyain, tapi dia bilang biasa aja dan gak ada yang berubah. Sedangkan jelas-jelas aku ngerasa, kalau dia hampir dua minggu ini berubah, Nya. Tadi pagi aku ada telepon, tapi yang jawab bukan Sarah.."
Anya: "Kalau bukan Sarah, terus siapa, Bin..?"
Bintang: "Aku juga gak tau siapa, tapi yang jawab perempuan, Nya.."
Anya: "Apa mungkin si Mulan yaa,mmmh.."
__ADS_1
Bintang: "Mulan itu siapa, Nya..? Aku gak pernah dengar nama itu.
Anya: "Sarah bilang Mulan itu teman kerjanya, dan aku juga di kenalin waktu itu. Tapi aku juga tau pasti, karena aku gak mau banyak tanya.."
Bintang: "Jadi gitu, mungkin memang teman kerjanya Sarah. Terus tadi kamu mau ngomong apa, Nya..?"
Anya: "Iyaa Bin, aku mau cerita sesuatu ke kamu. Aku udah beberapa kali lihat Sarah jalan bareng sama si Mulan itu, dan mereka berdua terlihat akrab banget seperti orang pacaran. Dari awal aku memang udah curiga kalau mereka ada hubungan, sampai tadi malam waktu aku jalan-jalan ke Mall sama Nindy. Mereka berdua juga ada di sana Bin, dan aku sama Nindy dengar mereka-...."
Bintang: "Mereka kenapa, Nya..? Ayo ngomong.."
Anya: "Mereka saling panggil sayang, Bin. Aku juga sempat ambil foto mereka berdua. Biar kamu bisa percaya, dan gak mikir kalau aku bohong. Nanti aku kirim ke kamu fotonya.."
Bintang: "Kamu serius Nya..? Mungkin kamu salah orang, mungkin yang kamu lihat bukan Sarah tapi orang lain.."
Anya: "Aku gak mungkin gak mengenali teman aku sendiri Bin, lagi pula aku melihatnya gak cuma sekali itu.."
Bintang: "Iyaa Nya, terimakasih yaa udah mau cerita.."
Anya: "Sama-sama Bin, kamu yang sabar yaa.. Kalau kamu gak percaya, kamu bisa tanya langsung ke Sarah atau biar aku aja yang tanya.."
Bintang: "Gak usah Nya, biar nanti aku sendiri yang tanya ke Sarah. Udah dulu yaa Nya, aku mau istirahat.."
Anya: "Iyaa Bin, habis ini aku kirim fotonya.."
Bintang: "Iyaa Nya, wassalamu'alaikum.."
Anya: "Wa'alaikumsalam, Bin.."
Bintang hanya terdiam, mengingat semua yang Anya ceritakan padanya. Rasanya sulit di percaya dan di terima, seperti mimpi buruk tapi sakitnya begitu terasa. Kini Bintang merebahkan tubuhnya, sambil melihat ponselnya karena foto yang Anya kirim telah Ia terima.
"Gak mungkin Sarah tega ngelakuin ini, gak mungkin..!" seru Bintang seraya mengepalkan tangannya, sambil menahan rasa sakit dan kecewa.
"Jadi ternyata ini, alasan kenapa sekarang Sarah berubah.." gumam Bintang lirih, sambil mengusap air matanya yang telah membasahi pipinya.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59