
Sejak pulang dari rumah Gia waktu itu, kini Bintang terlihat banyak berubah. Bukan hanya Gia, tapi Ibunya pun ikut merasakan perubahannya itu.
"Sudah lama ini Ibu perhatikan kamu sering melamun, makan kamu juga tidak teratur dan sekarang banyak diam. Apa kamu sakit Bin atau ada masalah..?" tanya Ibu pada Bintang yang merasa khawatir dengan keadaan putri kesayangannya itu.
"Bintang baik-baik saja kok, Bu.. Bintang mau ke kamar, istirahat dulu yaa, Bu.." jawab Bintang sambil berjalan menuju kamar.
Bintang tidak ingin Ibunya banyak bertanya, karena Ia pun tidak bisa banyak cerita tentang apa yang sebenarnya Ia rasakan dan alami.
Kini Bintang merebahkan tubuhnya di tempat tidur, Ia kembali mengingat dengan jelas apa yang di katakan oleh Kak Tika padanya di hari itu. Ia tidak tau harus berbuat apa sekarang, sekalipun Ia merasa bahwa apa yang di katakan oleh Kak Tika itu memang benar adanya. Tapi bagaimana dengan perasaannya, juga perasaan Gia yang nantinya akan sangat terluka.
Dring..dring..dring...
Suara ponsel milik Bintang berbunyi, tertera dengan jelas ada panggilan masuk dari Gia. Namun Bintang tidak ingin menjawabnya, Ia memilih membiarkan nada panggilan itu berhenti dengan sendirinya. Tapi tak lama setelah itu, nada pesan berbunyi. Tanda bahwa ada pesan masuk yang di terima, lalu Bintang pun segera membuka dan membacanya.
**Gia: "Assalamu'alaikum,,
Kamu lagi apa sayang ? Kenapa telepon dariku tidak di jawab ? Kamu baik saja kan ?"
Bintang: "Aku baik-baik saja sayang, maaf tidak bisa jawab teleponnya. Aku cuma agak kurang enak badan, mungkin kecapean.."
Gia: " Sayang minum obat yaa, biar cepat sembuh.." 🤗
__ADS_1
Bintang: "Iyaa sayangku, terimakasih.." 🤗😊
Gia: "Sayaang.."
Bintang: "Iyaa sayangku, ada apa ?"
Gia: "Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku..?"
Bintang: "Tidak ada, memang kenapa sayang ?"
Gia: "Aku merasa, sekarang sayang berubah tidak seperti biasanya.."
Gia: "Entahlah, aku merasa sayang sekarang berbeda.."
Bintang: "Mungkin itu hanya perasaan sayang saja.." 😊
Gia: "Iyaa sayang, semoga.." 😊
Gia: "Kalau ada apa-apa, sayang cerita yaa.. Jangan di pendam sendiri, aku akan selalu berusaha ada saat sayang butuh aku.." 😉
Bintang: "Iyaa sayangku, terimakasih yaa.." 😍
__ADS_1
Gia: "Sama-sama sayang, sekarang istirahat yaa.. Semoga lekas sembuh, aku sayang banget sama kamu, Bintangku.." 🤗😊
Bintang: "Aamiin, semoga.. Aku juga sayang banget sama kamu, Giaku.." 🤗😊
Gia: "Met beristirahat yaa sayang, nanti jangan tidur larut malam.."
Bintang: " Iyaa sayang, kamu juga jangan begadang. Miss you.." 🤗
Gia: "Miss you too.." 🤗**
Bintang pun meletakkan ponselnya di atas meja, lalu kembali merebahkan dirinya di tempat tidur. Tidak terasa air matanya kini mengalir, ada kesedihan yang tiba-tiba menghampirinya.
"Maafin aku, Gia.. maaf tidak bisa bersikap seperti biasanya,mmmh.."
Gumam Bintang dalam hati, seraya memaksakan matanya untuk terpejam dan menghapus jejak air mata yang tadi menetes.
Di sisi yang lain, sosok Gia masih duduk di samping tempat tidurnya. Sambil menatap foto yang sejak tadi Ia pegang, foto dirinya dan juga Bintang kekasih yang sangat Ia cintai.
"Aku tau, ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku, Bintang. Aku bisa merasakan itu, tapi kamu tidak mau mengatakannya.."
Ucap Gia dalam hati, seraya memeluk dengan erat foto yang di pegangnya. Lalu menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur, sambil membayangkan wajah Bintang yang sangat Ia rindukan.
__ADS_1