
Sany yang kini telah sampai di rumah, segera mencari uang dan surat yang tersimpan di dalam lemari seperti yang di katakan oleh Bintang padanya. Tak menunggu waktu lama, Ia pun telah menemukannya. Terlihat ada dua buah amplop yang kini ada di tangannya, satu amplop berisi uang dan yang satunya lagi berisi surat. Dengan rasa penasaran, Sany pun membuka dan mulai membaca isi surat itu.
***Assalamu'alaikum,,
Saat kamu membaca surat ini, mungkin aku sudah jauh pergi. Karena memang aku harus pergi, dan tidak akan pernah kembali lagi. Aku sudah tau semuanya, semua yang kamu sembunyikan dari aku selama ini. Aku sungguh sedih dan sangat kecewa, aku tidak menyangka kalau selama ini aku hanya pelarian buat kamu. Tapi yaa sudahlah, semua sudah terjadi.
Terimakasih untuk semuanya, untuk kebohongan dan sandiwara cintamu yang sempurna. Wassalamu'alaikum***..
Sany yang telah selesai membacanya, langsung merobek surat itu dan membuangnya ke sembarang tempat.
"Pasti perempuan sia*** itu yang sudah menceritakan semuanya pada Bintang, kurang aj**..!!"
Maki Sany yang ingin bergegas pergi mencari Ayu, namun niat itu Ia urungkan karena melihat Resha yang tertidur dan tak ingin membangunkannya.
D sisi lain, Bintang yang masih berada di dalam sebuah pesawat. Hanya menatap ke arah luar dari jendela kaca pesawat, kebetulan Ia mendapatkan kursi tepat di samping jendela. Tak terasa air matanya mengalir, hatinya merasakan begitu sedih harus pergi dengan cara seperti ini.
~**********~
Beberapa jam telah berlalu, pesawat yang membawa Bintang pun akhirnya mendarat dengan selamat. Tak menunggu waktu lama, Bintang segera keluar dari pesawat lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Ibunya.
***Bintang: "Assalamu'alaikum, Bu.."
Ibu: "Wa'alaikumsalam, Nak. Kamu udah dimana, Bin..?"
Bintang: "Bintang baru aja turun dari pesawat, Bu.. Nanti kalau udah naik mobil, Bintang kabari lagi yaa, Bu.."
__ADS_1
Ibu: "Yaa udah kalau gitu Bin, kamu hati-hati yaa.."
Bintang: "Iyaa Bu, wassalamu'alaikum.."
Ibu: "Wa'alaikumsalam, Nak***.."
Selesai menghubungi Ibunya, Bintang segera mengambil koper lalu mencari sebuah restoran untuk makan sambil istirahat sebentar, sebelum kembali melakukan perjalanan.
~*********~
Ayu yang cemas dengan keadaan putrinya, sengaja datang menemui Resha untuk melihat keadaannya. Namun saat pintu terbuka, Ia di sambut oleh Sany yang bersikap begitu kasar.
"Datang juga akhirnya, sini kamu..!" ucap Sany sambil menari tangan Ayu dengan kasar.
"Gara-gara kamu, Bintang pergi ninggalin aku. Pasti kamu yang cerita semuanya ke dia kan..?!" bentak Sany sambil menjambak rambut Ayu.
"Tau sakit yaa..! Makanya jangan ikut campur urusan aku, ngerti..!!" seru Sany yang kini mencengkeram dagu Ayu.
"Kalau bukan karena kamu perempuan, udah habis aku hajar..!!"
Bentak Sany sambil mendorong tubuh Ayu ke dinding, saat itu juga dari arah kamar tiba-tiba Resha datang menghampiri Ayu yang jatuh terduduk.
"Tante Ayu kenapa nangis..?" tanya Resha dengan polosnya.
"Mamaa apain tante Ayu..?" tanya Resha lagi yang kini ikut menangis, sambil memeluk Ayu.
__ADS_1
"Resha cepat masuk ke kamar, sekarang..!" perintah Sany dengan suara keras, membuat Resha seketika ketakutan.
"Mamaa jahat..! Resha gak mau punya Mamaa jahat kaya Mamaa Sany..!" teriak Resha sambil menangis dan berlari ke kamar.
"Kamu jangan pernah lagi membentak anakku, San..! Resha gak salah, jadi jangan bersikap kasar sama dia..!" seru Ayu yang tidak terima putrinya di perlakukan kasar oleh Sany.
"Jadi sekarang kamu udah mulai berani yaa..?!"
Plakk....
Sebuah tamparan mendarat di pipi Ayu, meninggalkan bekas merah dan terasa begitu perih.
"Mamaa,, jangan pukul Tante Ayu, pukul Resha aja. Kasian Tante Ayu, Maa..!" rengek Resha yang langsung keluar dari kamar saat mendengar suara keras Sany pada Ayu.
"Resha sayang.." ucap Ayu sambil memeluk Resha dengan erat, Ibu dan anak itu seolah dapat saling merasakan ikatan batin di antara keduanya.
"Ini masih belum selesai..!" ancam Sany pada Ayu yang masih menangis dalam pelukan putrinya.
Sany yang melihat Ayu dan Resha menangis pun akhirnya memilih untuk segera pergi, sambil membanting pintu dengan sangat keras.
"Tante,, Resha takut.." rengek Resha yang semakin menangis tersedu-sedu, saat mendengar suara pintu yang di banting dengan keras.
"Gak papa sayang, Resha jangan takut. Ada Tante di sini.." ucap Ayu mencoba menenangkan Resha dalam pelukannya.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59