
"Siapa yang telepon barusan..?" tanya Gemy pada Yumie yang terlihat yang kesal.
"Bukan siapa-siapa, cuma orang yang gak penting aja.." jawab Yumie yang tidak ingin membahas masalah Sarah yang baru saja memarahinya pada Gemy.
"Ohh, yaa udah kalau gitu, aku mau balik lagi ke dapur dulu sayang.." seru Gemy sambil berjalan meninggalkan Yumie yang masih merasa kesal dengan perkataan Sarah padanya. Dan tiba-tiba, ponsel miliknya kembali berdering.
"Siapa lagi ini yang telepon, nomornya juga aku gak kenal.." gumam Yumie yang akhirnya menjawab panggilan masuk dari nomor yang tidak Ia kenali.
Yumie : "Yaa hallo, siapa ini..?"
Anya : "Aku Anya temannya Bintang, kamu pasti Yumie yang udah selingkuhi Bintang kan..?! Cewek yang sok kecantikan dan kegatelan itu.."
Yumie : "Jangan sembarangan yaa kalau ngomong, kenal juga gak aku sama kamu. Seenaknya aja ngatain orang.."
Anya : "Memang kenyataanya gitu kok, mana ada ulat bulu yang mau ngaku kalau dia gatel. Dasar kamu yaa, cewek gak tau di untung. Gak punya hati, atau hati kamu udah mati kali yaa..!"
Yumie : "Tuh mulut memang gak bisa di jaga yaa, bukan urusan kamu juga aku mau gimana.."
Anya : "Jadi urusan aku karena kamu udah sakiti Bintang, jahat banget kamu yaa udah mempermainkan perasaannya. Suatu saat kamu juga pasti ngerasain, gimana rasanya di permainkan..!"
Yumie : "Banyak omong ka-.."
Anya : "Dasar ulat bulu..!"
Tuutt,, tuutt,, tuuttt..
Sambungan telepon pun terputus, sebelum Yumie sempat melanjutkan ucapannya pada Anya. Membuatnya semakin kesal dan marah, karena harus mendengar makian dari orang yang tidak Ia kenal.
"Kurang ajar banget tuh orang, ini semua gara-gara Bintang. Ngapain dia ngadu-ngadu ke teman-temannya, awas aja nanti.." seru Yumie sambil menggebrak meja yang ada di depannya.
Di tempat yang lain, Mery yang sejak tadi memperhatikan Bintang kini mendekatinya. Ia melihat wajah Bintang yang begitu pucat, sambil memegangi kepalanya.
"Kamu kenapa Bin, sakit kepala lagi..?" tanya Mery seraya membantu Bintang untuk segera duduk di sebuah kursi yang berada agak jauh dari mereka. Namun belum sempat Bintang duduk, Ia tiba-tiba terjatuh dan Mery langsung menangkap tubuhnya.
"Bin,, Bintang..! Bangun Bin, kamu kenapa..? Hadeeeeuh,, pakai pingsan segala lagi.." ucap Mery yang merasa sangat khawatir dengan keadaan Bintang, lalu Ia segera menghubungi bos-nya untuk meminta bantuan.
Bintang pun langsung di bawa menuju ke klinik terdekat, setelah menunggu agak lama kini akhirnya Bintang telah sadarkan diri. Mery yang sejak tadi duduk di sampingnya, langsung berdiri dan tersenyum lega.
"Akhirnya kamu sadar juga Bin, dari tadi aku cemas nungguin kamu sadar.." seru Mery.
__ADS_1
"Aku dimana Mer, aduhh sakit banget kepalaku.." ucap Bintang sambil memegangi kepalanya.
"Kamu kebanyakan mikir Bin, terus kurang makan dan kurang tidur. Jadi dokter bilang kamu harus di infus dulu, sampai kondisi kamu membaik dan gak lemas lagi.." jelas Mery.
"Tapi aku gak mau di sini Mer, kita pulang aja yaa.." ucap Bintang lirih sambil melepaskan selang infus yang ada di tangannya.
"Jangan Bin..! Kamu ini keras kepala banget sih, tuh kan keluar darahnya,mmmh.." seru Mery saat melihat selang infus yang ada di tangan Bintang kini sudah terlepas.
"Ayo Mer, kita pulang.." ajak Bintang pada Mery yang segera membantu Bintang untuk berjalan, karena kondisinya yang masih lemah.
Setelah selesai mengurus biaya pengobatan, kini Bintang dan Mery segera pergi menuju pintu keluar. Mereka duduk di kursi yang berada di teras, sambil menunggu taksi yang akan mengantarkan mereka pulang ke kost-an.
~***********~
Selesai makan malam dan minum obat, Bintang segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk istirahat. Sedangkan Mery masih duduk di kursi teras, sambil teleponan dengan sese'orang yang Bintang tidak tau siapa.
"Mer,, Mery..! Kamu teleponan sama siapa sih..? Sama pacar baru kamu yaa..?" tanya Bintang.
"Enak aja, yaa bukanlah. Kalau punya pacar baru, pasti udah aku kenalin ke kamu.." sahut Mery sambil tersenyum.
"Terus siapa, Mer..?" tanya Bintang lagi.
"Kamu ini gitu sekarang yaa, main rahasia-rahasiaan.." ucap Bintang dengan wajah cemberut.
"Yaa udah, kamu tidur gih. Kamu harus banyak istirahat, jangan banyak pikiran. Biar cepat sembuh.." ujar Mery yang sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Iyaa nanti aku juga tidur kok, sekarang masih belum ngantuk, Mer.." ujar Bintang sambil menarik selimutnya.
"Pokoknya jangan banyak pikiran, aku mau keluar dulu sebentar. Kamu ada yang mau di titip gak..?" tanya Mery pada Bintang.
"Iyaa ada Mer, tolong beliin buah naga, salak, jeruk, semangka, apel sama pir. Oh iyaa, satu lagi melon yaa,hehee.. Kamu ambil aja uangnya di saku djaket aku yang di gantung itu.." ucap Bintang sambil menunjuk ke arah djaket miliknya.
"Itu beli buah atau mau buka pasar buah, banyak banget sih, Bin.." sahut Mery sambil menggelengkan kepalanya, karena merasa aneh dengan permintaan Bintang yang menginginkan buah sebanyak itu.
"Udah sih, tolong beliin aja yaa.. Ambil tuh uangnya, buruan.." seru Bintang.
"Gak usah, pakai uang aku aja. Yaa udah, aku pergi dulu. Kamu diam aja di kost-an, jangan kemana-mana.." ujar Mery yang kini telah pergi meninggalkan Bintang sendirian di kost-an.
Tak lama setelah kepergian Mery, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Namun Bintang tidak segera membukanya, karena Ia pikir itu adalah Mery yang ingin mengerjainya. Namun tak lama, pintu kembali di ketuk oleh sese'orang.
__ADS_1
"Siapa sih yaa, pasti Mery nih mau ngerjain aku. Benar-benar nih anak, minta di jitak kepalanya.." seru Bintang sambil berjalan dengan perlahan menuju pintu, dan perlahan Ia pun membukanya.
"Kamu..?! Mau ngapain lagi kamu ke sini..!" ucap Bintang yang merasa terkejut, karena yang Ia lihat di depan matanya saat ini bukan Mery melainkan Yumie. Perempuan yang sudah membuatnya merasa sangat kecewa sekali.
"Aku ke sini cuma mau ngomong, kalau ternyata kamu itu seperti anak kecil yaa.. Suka ngadu ke sana-sini sama orang.." ucap Yumie sambil tersenyum sinis.
"Maksud kamu apa..? Aku gak ngerti, lagi pula aku gak ada ngadu apapun ke siapapun.." sahut Bintang yang merasa bahwa dirinya tidak seperti yang Yumie tuduhkan padanya.
"Udahlah, gak usah pura-pura bodoh. Asal kamu tau, teman-teman kamu itu udah ngubungin aku dan ngomong yang bukan-bukan soal aku. Kalau bukan karena kamu yang ngadu dan menjelek-jelekkan aku, terus siapa lagi,hahh..?!!"
Ucap Yumie dengan nada tinggi, membuat Bintang langsung tersentak. Karena selama ini, Yumie tidak pernah berbicara dengan nada tinggi seperti itu padanya.
"Aku..! Aku yang cerita ke teman-teman Bintang, kalau kamu udah selingkuhi dia. Apa ada masalah..?!" tanya Mery yang kini telah kembali pulang dengan membawa buah-buahan yang di pesan oleh Bintang, lalu meletakkannya di atas meja.
"Ohh,, jadi kamu biang keroknya, kalian berdua sama aja yaa.. Seperti anak kecil, kekanak-kanakan.." balas Yumie.
"Kalau memang udah gak ada lagi yang mau kamu omongin, lebih baik kamu pergi dari sini sekarang.." seru Bintang dengan raut wajah yang menahan rasa amarah.
"Berani kamu ngusir aku yaa..?!" balas Yumie yang tidak terima Bintang mengusirnya begitu saja.
"Aku udah gak mau lagi lihat muka kamu yang sok baik, sok perhatian dan peduli. Padahal hati kamu busuk, penuh kebohongan dan sandiwara.." seru Bintang yang melepaskan uneg-uneg dalam hatinya.
"Apa kamu bil-"
"Cukup..!" sela Bintang yang tidak membiarkan Yumie untuk berbicara.
"Kamu ingat Yumie, aku gak akan pernah terima kamu perlakukan seperti ini dan jangan pernah muncul lagi di hidup aku. Sekarang cepat kamu pergi..! Aku udah muak lihat muka kamu, pergiii..!!" bentak Bintang sambil mendorong tubuh Yumie, lalu segera menutup pintu dengan keras.
Bintang yang merasakan tubuhnya gemetar dan lemah pun kini terjatuh dan terduduk di lantai, Ia menangis dengan sejadi-jadinya. Mery lalu segera memeluk Bintang, dan berusaha untuk menenangkannya.
"Kenapa selalu berakhir seperti ini, kenapa..?!!" teriak Bintang.
"Apa salah aku, Mer..?! Kenapa mereka semua seperti itu sama aku, kenapa..?! Hiks,,hiks,, hiikks.." ucap Bintang sambil menangis sesenggukan.
"Kamu gak salah apa-apa Bin, kamu yang sabar yaa.." sahut Mery yang kini ikut menangis, karena Ia mengerti dan juga ikut merasakan kesedihan yang Bintang tengah rasakan saat ini...
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1