
Sudah satu bulan ini, Bintang merasakan perubahan pada sikap Yumie padanya. Awalnya Bintang tidak mau ambil pusing, dan menganggap itu semua hanya perasaannya saja. Karena selama ini, Bintang selalu berusaha untuk berprasangka baik pada Yumie.
Meski terkadang, sebenarnya dalam hati Ia merasakan ada sesuatu yang aneh dan tak seperti biasanya. Namun Ia selalu berusaha untuk menepisnya, dan tetap selalu percaya pada Yumie. Itu di lakukan, agar hubungannya dengan Yumie tetap baik-baik saja. Tapi kini, perasaan Bintang semakin tidak enak. Ia bisa merasakan, bahwa hubungannya dengan Yumie sudah tidak lama lagi dan akan segera berakhir.
"Hey,, bengong aja sih..! Ayam tetangga tuh pada klepek-klepek.." seru Mery sambil menepuk pundak Bintang yang sejak tadi sedang duduk melamun.
"Klepek-klepek kenapa coba, lagian mana ada di sini ayam. Dasar.." sahut Bintang.
"Yaa habis kamu, dari bengonh aja. Pasti mikirin Kak Yumie kan,mmmh.." ucap Mery dengan yakinnya.
"Iyaa sih Mer, entahlah aku pusing. Semakin kesini dia semakin berubah, tiap aku tanya jadi marah-marah gak jelas. Padahal aku kan tanya baik-baik, dan pengen tau sebenarnya kenapa.." ujar Bintang.
"Memang kenapa lagi dengan Kak Yumie, Bin..?" tanya Mery.
"Aku ngerasa, sekarang dia semakin cuek sama aku. Jarang ngubungin dan perhatian lagi, waktunya pun semakin gak ada. Katanya sih sibuk sama pekerjaannya, dan handphonenya sering di pakai sama Arya buat main game. Karena handphonenya Arya lagi rusak, dan belum di perbaiki.." jelas Bintang.
"Mungkin memang benar seperti itu kali Bin, mana tau nanti kembali seperti dulu lagi. Kamu sabar aja dulu.." sahut Mery.
"Dari dulu juga udah sabar Mer, cuma masalahnya semakin hari dia semakin berubah dan seperti gak menganggap aku lagi. Aku ada di depan matanya juga, seolah aku gak ada. Aku ngerasa, dia semakin jauh dari aku, Mer.." ucap Bintang sambil menghela nafasnya dengan berat.
"Masa sih Kak Yumie seperti itu Bin, kok rasanya sulit di percaya yaa.. Karena dulu kan dia begitu perhatian dan peduli banget sama kamu, pengen dekat kamu terus. Seolah gak bisa hidup tanpa kamu, sekarang malah cuek ke kamu-nya.." ujar Mery.
"Nah itu dia Mer, aku juga gak habis pikir. Kenapa sekarang bisa sangat berubah, aku kangen dengan Yumie yang dulu. Yumie yang selalu perhatian, peduli dan sayang banget sama aku. Semoga aja dia bisa seperti dulu lagi yaa, Mer.." ucap Bintang yang berharap dalam hatinya.
"Semoga aja Bin, kita do'ain aja yaa.. Karena aku juga gak mau, kalau kamu sampai mengalami nasib yang sama seperti aku.." sahut Mery yang kini teringat kembali, bagaimana kisah cintanya dengan Gemy berakhir begitu saja.
"Iyaa Mery, terimakasih.." balas Bintang.
"Sama-sama Bin, sekarang kita lanjut kerja lagi aja. Dari pada kamu pusing mikirin Kak Yumie terus.." ajak Mery pada Bintang, dan mereka pun kini menyibukkan dirinya masing-masing.
~***********~
__ADS_1
Malam harinya, Bintang tengah sibuk bersiap-siap. Karena malam ini, Yumie mengajaknya jalan-jalan dan makan malam. Raut wajahnya pun terlihat sangat senang, Ia berpikir mungkin Yumie sudah mulai kembali seperti dulu lagi.
"Sepertinya ada yang mau mojok nih, bahagia banget tuh muka. Udah seperti bulan purnama aja,hahahaa.." ledek Mery sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Kamu bisa aja Mer, iyaa nih Yumie ngajak aku makan malam terus habis itu kita mau jalan-jalan.." seru Bintang dengan raut wajahnya yang sumringah.
"Asyik donk, semoga aja itu jadi pertanda baik untuk hubungan kamu sama Kak Yumie, Bin.." sahut Mery sambil tersenyum.
"Aamiin, semoga aja yaa, Mer.. Aku pergi dulu yaa, kamu baik-baik di kost-an.."
Bintang lalu berjalan menuju ke arah pintu keluar, meninggalkan Mery yang ikut berjalan di belakangnya.
"Selamat bersenang-senang yaa Bin, jangan lupa bungkusin apa yang bisa di bungkus,hehee.." ucap Mery pada Bintang yang telah menaiki sepeda motor.
"Iyaa Mer, tenang aja.." seru Bintang sambil tersenyum dan melajukan motornya.
Dan kini Bintang telah bersama dengan Yumie, mereka berada di sebuah restoran dan sudah memesan makanan. Sambil menunggu makanan tiba, Bintang mengajak Yumie mengobrol dan bertanya-tanya tentang pekerjaannya.
"Makanannya udah datang, kita makan dulu yaa.." ajak Bintang pada Yumie sambil tersenyum.
"Iyaa, ayo kita makan.." balas Yumie singkat.
Tak ada sedikitpun perbincangan di saat makan, mereka hanya diam sambil menikmati makanan masing-masing. Sambil sesekali, Bintang menatap ke arah Yumie.
"Habis ini, kita mau jalan kemana lagi..?" tanya Bintang yang mencoba memecahkan keheningan.
"Kita jalan-jalan ke taman aja yaa.." seru Yumie sambil tersenyum, lalu tatapannya jatuh pada ponsel yang ada di atas meja.
"Ohh, iyaa ke taman aja.." balas Bintang.
Selesai makan malam, Bintang dan Yumie segera pergi menuju taman yang tidak jauh dari restoran tempat mereka makan tadi. Hingga tak butuh waktu lama, kini mereka pun telah sampai di taman tersebut. Ada banyak muda-mudi yang sedang duduk dan berpacaran di sana, Bintang dan Yumie segera mencari tempat duduk yang masih kosong.
__ADS_1
"Kita duduk di sana aja.." seru Yumie sambil menunjuk ke arah sebuah kursi yang berada agak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Iyaa sayang.." sahut Bintang sambil berjalan di samping Yumie.
Kini mereka telah duduk di sebuah kursi, yang agak jauh dari keramaian. Karena tempat yang mereka pilih memang agak sepi, Bintang pun memberanikan diri untuk menggenggam tangan Yumie. Bintang menatap Yumie sambil tersenyum, namun tiba-tiba genggaman tangannya di lepaskan oleh Yumie.
"Kenapa sayang, kamu gak suka..?" tanya Bintang.
"Bukan gak suka, cuma takut aja kalau ada yang lihat.." jawab Yumie.
"Ohh, iyaa sayang maaf.." balas Bintang.
"Aku ngerasa, kalau sekarang kamu berubah. Sikap kamu ke aku, udah gak seperti dulu lagi. Apa aku ada salah sama kamu, atau apa selama ini perhatian dan kasih sayang aku kurang ke kamu..?" tanya Bintang yang ingin tau penyebab perubahan sikap Yumie padanya.
"Kamu gak ada salah apa-apa, perhatian dan kasih sayang kamu selama ini ke aku juga udah lebih dari cukup.." jawab Yumie.
"Terus kenapa kamu berubah sayang..? Kamu udah jarang ngubungin aku, perhatian sama aku dan gak ada waktu lagi buat aku.." ujar Bintang.
"Iyaa, aku minta maaf.." ucap Yumie.
"Bukan kata maaf yang aku mau, tapi penjelasan kamu. Kejujuran dari kamu, sayang.." seru Bintang.
"Gak ada yang harus aku jelaskan, yaa udah kita pulang aja. Aku capek, pengen istirahat di rumah.." ucap Yumie sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Tunggu, aku belum selesai ngomong.." seru Bintang seraya menarik tangan Yumie.
"Besok lagi aja kita omongin yaa.." sahut Yumie.
Mereka pun kini berjalan menuju ke mobil, lalu segera pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan keduanya hanya terdiam, tak sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Hingga saat telah tiba di rumah Yumie, Bintang hanya berpamitan lalu pulang ke kost-an. Tak lupa Ia membeli makanan untuk Mery, seperti telah Mery pesan.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59