Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Tersentuh


__ADS_3

Tokk,, tokk,, tokkk...


Terdengar suara ketukan pintu dari luar, hingga membuat Bintang yang baru saja tertidur pun terbangun. Lalu Ia bangkit dari tempat tidurnya dengan wajahnya yang terlihat pucat, dan berjalan perlahan untuk membukakan pintu.


"Kak Yumie.." seru Bintang. "Silahkan masuk Kak, maaf berantakan.." ucap Bintang yang mencoba tetap tersenyum.


"Iyaa gak apa-apa kok Bin, Mery bilang kamu sakit yaa..?" tanya Yumie seraya meletakkan tangannya pada kening Bintang.


"Cuma demam aja kok, nanti juga sembuh sendiri.." jawab Bintang.


"Tapi panasnya masih tinggi, kamu udah sarapan belum..?" tanya Yumie.


"Belum Kak, tapi tadi Mery udah beliin bubur ayam dan obat penurun panas juga. Cuma belum aku makan aja.." sahut Bintang sambil melihat ke arah bubur ayam yang ada di atas meja.


"Yaa udah sekarang kamu sarapan dulu, biar aku suapin.." seru Yumie sambil mengambil mangkuk yang berisi bubur ayam, lalu menyuapi Bintang.


"Aku makan sendiri aja yaa, Kak.." ucap Bintang yang ingin mengambil mangkuk dari tangan Yumie, tapi Yumie tidak memperbolehkannya.


"Gak apa-apa Bin, biar aku aja yang suapin. Sekarang makan yaa.." ujar Yumie pada Bintang yang mau tidak mau menuruti kemauan Yumie untuk menyuapinya.


"Udah yaa, aku kenyang.." seru Bintang yang sebenarnya merasa tidak enak kalau harus di suapin oleh Yumie.


"Kenyang gimana, baru juga makan sedikit. Ayo makan lagi, pokoknya harus kamu habisin.." ucap Yumie yang terus saja menyuapi Bintang, dan Ia pun tidak bisa menolaknya.


Setelah selesai menyuapi Bintang sarapan, Yumie pun mengambil obat yang ada di kantong plastik kecil di atas meja.


"Loh,, ini bukannya obat untuk anak-anak yaa, Bin..?" tanya Yumie saat melihat botol obat yang Ia pegang.


"Hahh..? Ohh iyaa, itu si Mery salah beli obat, tapi gak apa-apa kok. Biar aku minum aja, dari pada mubazir,hehee.." balas Bintang sambil tertawa kecil, Ia sengaja berbohong karena tidak ingin Yumie tau kalau obat anak-anak itu memang di beli untuknya.


"Ohh, yaa udah deh gak apa-apa, sekarang kamu minum obatnya yaa.." ucap Yumie seraya memberikan obat itu pada Bintang.


"Terimakasih yaa Kak, maaf jadi ngerepotin terus.." seru Bintang yang merasa tidak enak menerima kebaikan dan perhatian Yumie selama ini, sedangkan di sisi lain Ia tidak bisa membalas perasaan Yumie padanya yang sampai saat ini tidak berubah.


"Gak apa-apa Bin, gak ngerepotin sama sekali kok. Aku justru senang, bisa melakukan ini semua buat orang yang aku sayangi.." sahut Yumie sambil tersenyum malu.


"Iyaa Kak Yumie, sekali lagi terimakasih.." ucap Bintang.


"Sama-sama yaa, Bin.. Sekarang kamu istirahat yaa, aku mau pulang dulu. Tapi nanti aku datang lagi kok, itu juga kalau kamu gak merasa keberatan.." ujar Yumie.

__ADS_1


"Aku gak keberatan, cuma aku gak mau ngerepotin Kakak terus. Jadi lebih baik jangan yaa, aku jadi merasa gak enak.." sahut Bintang.


"Iyaa aku tau Bin, cuma tolong biarkan aku untuk tetap peduli dan perhatian sama kamu. Meskipun kamu gak bisa menerima cinta aku, tapi setidaknya izinkan aku untuk tetap sayang dan cinta sama kamu dengan caraku sendiri.." ucap Yumie.


Bintang pun terdiam mendengar ucapan Yumie itu, ada sesuatu yang berbeda Ia rasakan dalam hatinya. Sesuatu yang membuat hatinya kembali merasa tenang dan hangat, perasaan yang telah lama tidak Ia rasakan selama ini.


"Bintang,, kok kamu diam aja..? Apa ada ucapan aku yang salah atau gak kamu suka..?" tanya Yumie yang menyadarkan Bintang dari perasaan anehnya.


"Hahh,, gak ada kok Kak, yaa udah gak apa-apa kalau Kakak nanti mau datang lagi. Asal gak ngerepotin aja.." sahut Bintang.


"Syukurlah kalau gitu, terimakasih yaa.. Sekarang aku pulang dulu, kamu cepat sembuh.." ucap Yumie sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu.


"Iyaa Kak, Terimakasih juga yaa udah mau jengukin aku. Hati-hati di jalan.." balas Bintang pada Yumie yang tersenyum padanya.


~*************~


Di siang harinya, Yumie kembali datang ke kost-an Bintang untuk menjenguknya. Sambil membawa makan siang dan juga buah-buahan, serta obat untuk Bintang.


"Aku masakin ayam kecap kesukaan kamu, pasti kamu suka.." seru Yumie sambil menyiapkan makan siang untuk Bintang.


"Harusnya Kak Yumie gak usah repot-repot begini, aku bisa beli makanan sendiri kok.." sahut Bintang.


"Gak apa-apa sayang, ehh maaf Bintang. Aku keceplosan, mungkin karena aku merasa kalau kamu seperti pacar aku.." ujar Yumie yang jadi merasa malu sendiri.


"Iyaa Bin, ayo kita makan. Kamu makan yang banyak yaa, biar cepat sembuh dan gak lemas lagi.." seru Yumie.


"Iyaa Kak.." balas Bintang sambil tersenyum.


Setelah selesai makan siang, Yumie pun menyuruh Bintang untuk meminum obat yang telah Ia beli. Namun Bintang menolak, dengan alasan panas badannya sudah menurun.


"Kamu beneran udah merasa enakan..?" tanya Yumie.


"Iyaa udah kok, panasnya udah turun. Jadi gak perlu minum obat lagi.." sahut Bintang sambil tersenyum menatap Yumie yang begitu perhatian padanya.


"Coba sini aku periksa.."


Seru Yumie seraya meletakkan tangannya di wajah Bintang, sambil menatapnya dengan penuh perasaan. Hingga membuat Ia lupa, bahwa Ia telah cukup lama menyentuh wajah Bintang. Bintang yang melihat Yumie seperti itu, hanya tersenyum lalu menyadarkannya.


"Apa masih lama periksanya, Kak..?" seru Bintang yang langsung membuat Yumie tersadar, dan menjauhkan tangannya dari wajah Bintang.

__ADS_1


"Iyaa maaf, udah kok. Memang benar panasnya udah turun, tapi nanti kalau kamu merasa panas lagi langsung di minum yaa obatnya.." ucap Yumie sambil tertunduk malu dengan apa yang tadi Ia lakukan pada Bintang.


Melihat wajah Yumie yang terlihat malu seperti itu, Bintang justru menyukai dan terus saja menatapnya. Hingga Yumie yang menyadari itu, semakin di buat merasa malu.


"Apa kamu masih belum puas menatap aku seperti itu..?" tanya Yumie yang sontak langsung membuat Bintang jadi salah tingkah, dan segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


"Gak kok, aku tadi cuma lihat wajah Kak Yumie yang gak seperti biasanya.." sahut Bintang dengan asal.


"Gak seperti biasanya, memang sekarang wajahku kenapa, Bin..?" tanya Yumie penasaran, sambil mengusap-usap wajahnya sendiri.


"Apa ada sesuatu di wajahku, Bin..?" tanya Yumie pada Bintang yang hanya tersenyum melihatnya.


"Gak ada apa-apa kok di wajah Kak Yumie.." balas Bintang.


"Terus kalau gitu kenapa dengan wajahku..?" tanya Yumie lagi yang merasa tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Bintang padanya.


"Wajah Kak Yumie terlihat lebih cantik saat merasa malu.." seru Bintang sambil tersenyum.


Namun Yumie yang mendengar jawaban dari Bintang, justru semakin merasa malu. Itu terlihat dari raut wajahnya yang merah merona, karena menahan rasa malu.


"Kamu ini Bin, bisa aja yaa.. Aku jadi malu tau.." seru Yumie seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kok di tutup sih Kak, aku kan mau lihat.." ucap Bintang sambil menarik tangan Yumie dari wajahnya, dan kini mereka berdua pun saling bertatapan mata.


Seketika itu, Bintang merasakan jantungnya berdegup dengan kencang. Ia ingin mengalihkan pandangannya dari wajah Yumie, namun terasa sulit sekali.


Begitu juga dengan Yumie, yang kini merasakan debaran hebat di dalam hatinya. Tanpa Ia sadari, Ia mulai memejamkan matanya dengan perlahan. Seolah-olah mengisyaratkan sesuatu, tentang apa yang tengah Ia rasakan dan inginkan.


Bintang yang melihat itupun bisa mengerti, apa yang Yumie harapkan darinya. Lalu dengan perlahan, Bintang mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Yumie. Dengan bibirnya, yang kini akan menyentuh bibir merah milik Yumie. Namun belum sempat bibir mereka bersentuhan, ponsel Yumie pun berbunyi.


"Hmmm,, maaf Bin, aku angkat telepon dulu yaa.." seru Yumie yang langsung tersadar dari perasaan yang sempat menghanyutkannya.


"Iyaa angkat aja, Kak.." sahut Bintang sambil menarik nafasnya.


"Aku pulang dulu yaa Bin, barusan Bik Nani yang telepon. Katanya Arya nangis, terus nyariin aku.." jelas Yumie yang sebenarnya merasa berat harus meninggalkan Bintang, karena Ia masih ingin bersama dengan Bintang.


"Iyaa gak apa-apa kok Kak, hati-hati di jalan yaa.." sahut Bintang dengan senyuman.


"Kamu banyak istirahat yaa.." seru Yumie sambil berjalan menuju pintu keluar, lalu pergi meninggalkan Bintang yang masih berdiri di depan pintu sembari menatapnya.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2