Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Ingin Bertemu


__ADS_3

Jam sudah hampir menunjukkan pukul dua belas tengah hari, Bintang segera bersiap untuk menutup toko dan kembali ke rumah. Namun tiba-tiba, saat itu ponsel Bintang bergetar dan terdengar nada kecil berbunyi tanda ada pesan masuk. Bintang pun segera melihat dan membacanya.


"Pesan dari Gia.." gumam Bintang sambil tersenyum.


"Wa'alaikumsalam,


Maaf yaa Bin, baru balas. Tadi aku sangat sibuk sekali, ini baru santai. Kamu lagi apa ?"


Tanya Gia di dalam pesannya, sambil menjelaskan alasannya terlambat membalas pesan.


"Iyaa tidak apa-apa Gia, aku masih di toko tempat aku bekerja. Tapi sebentar lagi mau pulang ke rumah.."


Jawab Bintang sambil menutup pintu toko dan menguncinya, lalu bergegas untuk pulang ke rumah seperti yang biasa Ia lakukan.


"Apa aku mengganggu, Bin..?"


Tanya Gia dalam pesannya.


""Tidak sama sekali, apa boleh aku menelpon kamu ?"


Balas Bintang dengan balik bertanya.


"Boleh Bin, kebetulan aku juga sudah tidak sibuk.."


Jawab Gia pada Bintang yang saat ini sudah menekan nomor Gia, lalu melakukan panggilan telepon.

__ADS_1


Telepon pun segera tersambung, terdengar suara Gia yang membuat Bintang langsung tersenyum. Mereka kini asyik bercerita, saling bertanya dan sesekali tertawa.


"Aku boleh minta alamat rumah kamu Gia..? Aku ingin kita bisa bertemu dan mengenal lebih dekat.."


Tanya Bintang memberanikan diri, Ia ingin tau tentang sosok Gia yang sekarang mulai menarik perhatiannya.


"Boleh Bin, nanti aku kirim lewat pesan.."


Ucap Gia dari ujung sana, membuat Bintang merasa sangat senang sekali. Lalu Ia mulai memikirkan, kapan waktu yang tepat untuk menemui Gia.


"Terimakasih yaa Gia, sekarang aku sudah sampai di rumah. Nanti kita sambung lagi, aku tunggu alamat rumahnya.."


Seru Bintang yang segera menutup


sambungan teleponnya, lalu bergegas masuk ke rumah.


"Wa'alaikumsalam Bin, yaa sudah sekarang kamu sholat dulu dan setelah itu makan yaa.." ujar Ibu sambil lanjut menonton acara TV kesukaannya.


"Iyaa Bu, Bintang mau ke kamar mandi dulu.." seru Bintang sambil meninggalkan Ibunya yang tengah asyik menonton Televisi.


Setelah selesai semuanya, kini Bintang pamit pada Ibunya untuk kembali ke toko. Di perjalanan Bintang kembali menghubungi Gia, mereka melanjutkan obrolan mereka yang sebelumnya.


"Alamatnya sudah aku kirim yaa, Bin.."


Ucap Gia pada Bintang yang kini memperlambat langkah kakinya.

__ADS_1


"Iyaa Gia, aku sudah membacanya. Terimakasih yaa.."


Seru Bintang dengan tersenyum.


"Lalu kapan, rencana kamu mau datang ke rumah ?"


Tanya Gia pada Bintang.


"Aku masih belum tau Gia, tapi mungkin saat aku libur kerja.."


Jawab Bintang, sambil memikirkan kapan waktu yang tepat untuk bisa datang ke rumah Gia.


"Jadi begitu yaa, nanti kalau kamu sudah tau langsung kabari aku, Bin.."


Sahut Gia yang merasa penasaran dengan sosok teman barunya itu.


"Iyaa Gia, nanti aku pasti akan langsung kabari kamu kok.."


Balas Bintang sambil tersenyum penuh arti.


"Iyaa Bin, aku tunggu kedatangannya.."


Ucap Gia pada Bintang yang saat ini telah berada di depan toko, dan Ia pun segera mengakhiri obrolannya dengan Gia di telepon.


Kini Bintang pun bergegas membuka toko kembali, lalu melayani seorang pembeli yang datang tak lama setelah Ia selesai merapikan barang-barang yang ada di dalam toko tersebut. Dengan ramah dan sopan, Bintang menjelaskan tentang barang-barang yang Ia jual hingga membuat pembeli itu tertarik dan akhirnya membelinya dengan hati yang senang.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2