
Keesokkan harinya, Billa memutuskan untuk berbicara yang sejujurnya pada Riko. Hal ini telah Ia beritahukan lebih dulu lewat pesan dari ponselnya, hingga saat bel pulang berbunyi. Mereka pun segera menuju taman, tempat yang biasa mereka kunjungi setelah pulang sekolah.
"Ada apa Dik, apa ada sesuatu yang penting ?" tanya Riko dengan raut wajahnya yang penasaran.
"Iyaa Kak Riko, ada sesuatu yang penting yang ingin Billa sampaikan.." jawab Billa seraya mengumpulkan segala keberaniannya, untuk bisa mengatakan tentang apa yang Ia rasakan selama ini.
"Yaa udah ngomong aja Dik, Kak Riko dengerin.." sahut Riko yang kini tengah menatap Billa dengan serius.
"Kak Riko,, Billa minta kita putus aja yaa.." ucap Billa lirih, dengan tangannya yang kini terlihat gemetar.
"Hahh,, putus ?! Jangan bercanda kamu Dik, gak lucu tau..!" seru Riko yang menganggap bahwa apa yang di katakan Billa itu tidak sungguh-sungguh.
"Billa serius Kak Riko, bukan bercanda.." jelas Billa meyakinkan Riko.
"Kenapa Bill, kenapa ?! Apa aku ada salah sama kamu ?! Ayo katakan Bill..!" seru Riko sambil mengepalkan tangannya.
"Kak Riko gak ada salah apa-apa, Billa yang salah karena gak jujur dari awal.." jawab Billa yang sedari tadi menahan air matanya.
__ADS_1
"Jujur, jujur soal apa Bill ?! Katakan semuanya.." tanya Riko dengan tatapan tajamnya.
"Sebenarnya, Billa gak pernah punya perasaan sama Kak Riko. Tapi Billa juga gak tega kalau harus menolak Kak Riko, Billa menghargai semua yang telah Kak Riko lakukan buat Billa.." jelas Billa sambil mengusap air matanya yang akhirnya terjatuh.
"Kamu bilang gak tega ?! Jadi selama ini kamu terima aku karena kasihan, bukan karena kamu suka atau sayang sama aku, hahh..?!!
Bentak Riko, sambil melayangkan tinjunya ke arah pohon yang berada di dekat mereka.
"Kenapa kamu diam, ayo jawab..!!" seru Riko dengan nada yang tinggi, membuat Billa semakin menangis dengan terisak-isak.
"Maafin Billa, Kak Riko.." pinta Billa seraya meraih tangan Riko.
"Kamu tau Bill, aku gak akan sakit hati kalau waktu itu kamu nolak aku. Aku pasti terima.." seru Riko dengan menahan amarah di hatinya.
"Tapi aku gak bisa terima, kalau waktu itu kamu terima aku cuma karena rasa kasihan atau gak tega..!!"
"Apa di mata kamu, aku terlihat begitu menyedihkan sampai kamu harus mengasihani aku, hahhh..!!"
__ADS_1
Bentak Riko lagi sambil menjatuhkan tubuhnya di kursi, Ia merasa sekujur tubuhnya sangat lemah. Pikirannya begitu kacau, seolah bumi berhenti berputar saat itu.
Farid dan Lusi yang sejak tadi melihat dan merasa ada yang tidak beres dengan Riko dan Billa, akhirnya memutuskan untuk menghampiri mereka berdua.
"Kamu kenapa Rik ? Kalian berantem ?" tanya Farid yang tatapannya kini jatuh pada tangan Riko yang terlihat terluka.
"Kak Billa kenapa nangis ? Kakak gak papa kan ?!" tanya Lusi pada Kakaknya, sambil memeriksa apakah ada bagian tubuh Kakaknya yang terluka.
Tak ingin berlama-lama, Riko pun segera melangkah pergi tanpa menjawab sepatah katapun pada Farid yang mengikutinya dari belakang.
"Rik,, kamu..." belum selesai Farid bicara, perkataannya terhenti oleh Riko.
"Jangan ngomong dan bertanya apapun, Far.." seru Riko dengan langkah gontai, meninggalkan Billa yang masih menatapnya dari kejauhan.
"Maafin aku, Riko.." gumam Billa dalam hati, sambil berjalan pulang dengan air matanya yang masih menetes.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊