
Sejak putus dari Sarah, Bintang jadi jarang memegang ponselnya. Ia menjadi lebih pendiam tidak banyak bicara, dan sering melamun. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena Ia sadar bahwa itu hanya akan merugikan dirinya sendiri.
"Gimana keadaan kamu, Bin..?" tanya Tya yang tau tentang Bintang dan Sarah yang telah berpisah.
"Baik kok Kak, memang kenapa..?" sahut Bintang yang balik bertanya.
"Keadaan hati kamu maksudnya.." ujar Tya sambil tersenyum, Ia bisa tau dan mengerti apa yang Bintang tengah rasakan meski tak banyak cerita padanya.
"Yaa begitulah Kak, orang yang baru putus cinta pasti gak jauh-jauh dari rasa sedih dan kecewa. Tapi aku juga gak mau terus-terusan larut, semua pasti akan kembali baik-baik aja.." ucap Bintang berusaha untuk menguatkan hatinya.
"Syukurlah kalau begitu, Kakak senang mendengarnya. Dalam hubungan kamu yang seperti itu, kamu jangan banyak berharap yaa.." seru Tya mengingatkan Bintang, karena Ia tidak mau adiknya itu terus saja merasakan kecewa dan sakit hati karena cinta.
"Iyaa Kak, kalau Bintang ingat yaa,hee.." balas Bintang sambil tersenyum.
"Jadi sekarang udah gak nangis lagi kan..?" tanya Tya yang berniat meledek Bintang.
"Gak kok Kak, buat apa. Kasihan nanti mata Bintang jadi bengkak.." sahut Bintang.
"Baguslah kalau begitu, Kakak juga gak mau kamu larut dalam kesedihan. Sakit hati dan kecewa, itu udah menjadi resiko kalau kita mencintai sese'orang. Jadi kamu harus lebih kuat, Bin.." ujar Tya.
"Iyaa iyaa yang berpengalaman, sekali nya ngomong gak tanggung-tanggung,hehee.." ucap Bintang sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Kakak ngomong serius ini lho Bin, biar kamu terbiasa dengan rasa sakit dan kecewa.." seru Tya.
"Iyaa Kakak, Bintang ngerti kok maksud Kakak. Terimakasih yaa udah ingetin Bintang.." balas Bintang.
"Yaa sama-sama, sekarang aja ingat. Nanti kenal perempuan dan pacaran lagi, langsung deh lupa.." ledek Tya.
"Nah, itu Kakak tau,hehehee.."
Bintang dan Tya pun tertawa terkekeh-kekeh, mereka saling terbuka dan berbagi cerita satu sama lain. Hingga membuat hubungan adik kakak itu selalu baik dan kompak, meskipun Bintang lebih sering keras kepala jika di nasehati oleh Kakaknya itu.
~**********~
Anya yang baru saja pulang dari mengantar Nindy, kini berniat untuk menghubungi Bintang. Ia merasa bersalah, atas apa yang terjadi pada Bintang yang telah putus dari Sarah.
Anya: "Wa'alaikumsalam, alhamdullilah kabar baik, Bin.. Kamu dan keluarga gimana, sehat..?"
Bintang: "Syukurlah kalau baik, aku dan keluarga juga alhamdullilah sehat. Maaf yaa Nya, beberapa hari ini aku gak ada ngubungin kamu.."
Anya: "Iyaa Bin, gak apa-apa kok. Aku bisa ngerti, kamu pasti butuh waktu untuk menenangkan diri.."
Bintang: "Iyaa Nya, syukurlah kalau kamu bisa ngerti.."
__ADS_1
Anya: "Aku minta maaf yaa Bin, karena aku yang kenalin Sarah ke kamu waktu itu. Tapi Sarah malah mengecewakan kamu, aku merasa bersalah dan gak menyangka juga kalau Sarah seperti itu ke kamu.."
Bintang: "Gak apa-apa kok Nya, gak perlu minta maaf. Kamu gak salah, dan jangan merasa bersalah lagi. Mungkin memang udah jalannya seperti itu, aku harap kamu juga jangan marah sama Sarah. Dia berhak mendapatkan yang lebih baik dari aku, Nya.."
Anya: "Iyaa aku tau, cuma aku heran aja sama kamu. Kenapa dari dulu selalu seperti itu, tapi aku senang kamu bisa berpikir dewasa dalam menghadapi semuanya.."
Bintang: "Aku cuma bisa berusaha sebaik mungkin, walaupun hati aku masih sakit dan kecewa. Tapi mau gimana lagi, semua udah terjadi dan kita harus ambil pelajarannya aja.."
Anya: "Iyaa Bin, tapi aku yakin. Suatu saat nanti, Sarah pasti akan menyesal dengan apa yang udah dia lakukan ke kamu, Bin.."
Bintang: "Aku gak mau mikir itu Nya, yang penting Sarah bisa bahagia dengan siapapun pilihannya. Itu udah cukup buat aku, selebihnya jalani dan syukuri aja.."
Anya: "Iyaa Bin, kamu yang semangat yaa.. Sekali lagi maafin aku, semoga nanti kamu mendapatkan pengganti Sarah yang lebih baik lagi, Aamiin.."
Bintang: "Aamiin, terimakasih yaa Nya, di maafin kok.."
Anya: "Sama-sama Bin, sekarang aku mau istirahat dulu yaa.. Kapan-kapan kita sambung lagi, Bin.. Wassalamu'alaikum.."
Bintang: "Iyaa Anya, wa'alaikumsalam.."
Kini Anya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil memikirkan apa yang tadi Ia dan Bintang bicarakan. Meski Bintang telah memaafkannya, namun rasa bersalah itu masih juga ada. Ia berharap, Bintang bisa menemukan perempuan yang benar-benar tulus menyayangi Bintang. Karena Anya tidak ingin, Bintang terus-menerus di kecewakan.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59