
Siang ini, terlihat Bintang dan Anya yang tengah sibuk dengan tugasnya masing-masing. Anya sibuk di kasir, dan Bintang sibuk di dapur membantu koki menyiapkan semua bahan-bahan yang di perlukan untuk memasak.
Saat itu, Sarah yang baru saja tiba, langsung menghampiri dan menyapa Anya. Sejak mengenal Bintang, Ia jadi lebih sering datang ke restoran dan ke kost-an Anya dan Bintang.
"Hay,, Anya.. Udah gak sibuk kan..?" tanya Sarah.
"Iyaa Sarah, kenapa..? Udah pesan makanan belum, atau mau pesan Bintang,hehehee.." ledek Anya yang sering kali menggoda temannya itu.
"Apaan sih Nya,, Bintang masih sibuk yaa..?" tanya Sarah yang belum melihat Bintang.
"Masih, nanti juga keluar.." sahut Anya sambil memakan cemilan. " Nah, itu dia.." seru Anya.
Sarah pun langsung menoleh ke arah yang di tunjuk Anya, terlihat Bintang yang sedang menghampiri mereka.
"Hey,, Sarah, kamu di sini. Udah makan..?" tanya Bintang.
"Belum, tapi udah pesan makanan kok. Kamu sendiri udah makan, Bin..?" ucap Sarah yang balik bertanya.
"Kalau aku udah tadi.." sahut Bintang.
"Ehemm,, duhh yang serasa dunia milik berdua, aku yang di sini dari tadi seperti pohon pisang aja yaa.." sindir Anya yang sejak tadi melihat Bintang dan Sarah mengacuhkannya.
"Iyaa, maaf.." ujar Bintang dan Sarah bersamaan, hingga membuat mereka tertawa.
"Yaa udah, kalau gitu aku mau keluar dulu yaa Sarah, mau ngecek bahan-bahan dapur yang baru datang.." ucap Bintang seraya tersenyum, lalu pergi meninggalkan mereka.
"Hati-hati yaa, Bin.." seru Sarah pada Bintang yang di balas anggukan kepala.
"Ciieeee,, ada yang perhatian, aku juga mau dong di perhatiin,hehehee.." goda Anya pada Sarah yang kini terlihat malu.
"Udah ahh,, aku mau makan dulu, Nya.." ujar Sarah sambil berjalan menuju meja makan dengan makanan yang telah terhidang di atasnya.
"Yahh,, malu dia,hee.." ujar Anya yang masih sibuk dengan komputernya.
~***********~
Anya dan Bintang yang baru selesai makan malam, kini berjalan keluar untuk duduk di teras karena di dalam kost-an terasa panas. Keduanya terlihat berbincang-bincang, sambil memegang ponsel masing-masing.
"Gimana hubungan kamu sama Sarah, Bin..?" tanya Anya ingin tau perkembangannya.
"Hubungan apa, pacaran aja gak.." sahut Bintang.
"Bukannya kalian udah dekat dan saling perhatian yaa.." seru Anya yang berpikir bahwa mereka telah pacaran.
__ADS_1
"Dekat dan saling perhatian kan bukan berarti pacaran Nya, seperti kita. Dekat dan saling perhatian, tapi gak pacaran kan.." ujar Bintang.
"Iyaa sih, tapi kan Sarah memang suka sama kamu, Bin.." sahut Anya.
"Cuma suka, bukan sayang dan cinta kan.." seru Bintang.
"Ohh, jadi kamu mau di sayangi dan di cintai sama Sarah, yaa udah nanti aku bilangin,hee.." ujar Anya sambil tertawa memikirkan rencana untuk mengerjai Bintang.
"Yaa gak gitu, semua itu kan gak bisa di minta atau di paksa. Harus dengan sendirinya, awas aja kalau kamu ngomong yang macam-macam ke Sarah.." seru Bintang yang tau kalau Anya suka sekali mengerjainya.
"Iyaa tau, aku gak akan macam-macam kok cuma satu macam aja.." sahut Anya sambil tertawa kecil.
Sedang asyik berbincang-bincang, tiba-tiba dari kejauhan terlihat seseorang yang datang menuju ke arah mereka.
"Bukannya itu Sarah yaa, Bin..?" tanya Anya pada Bintang yang kini melihat ke arah datangnya Sarah.
"Iyaa Nya, memang dia. Mau ngapain yaa ke sini..?" ucap Bintang.
"Yaa mau ketemu lah, orang yang dia suka. Gimana sih.." seru Anya.
Bintang hanya terdiam dan menatap tajam Anya, dan Sarah pun kini telah berada di hadapan mereka.
"Hai,, lagi pada santai yaa, nih aku bawain makanan.." sapa Sarah sambil menyerahkan sebuah bungkusan berisi makanan.
"Wahh,, martabak keju dan martabak telur, kesukaan Bintang nih.." seru Anya seraya tersenyum menatap Bintang.
"Ayo Bin, di makan. Mumpung masih anget.." ucap Sarah yang melihat Bintang hanya diam dan tersenyum.
"Aku masih kenyang, nanti aja aku makannya.." balas Bintang.
"Ohh, iyaa Bin, aku juga masih kenyang.." ucap Sarah sambil duduk di samping Bintang.
"Aku ke dalam dulu yaa, mau ambil minuman.." seru Bintang sambil berjalan menuju ke dalam kost-an.
"Aku temenin yaa, Bin.." sahut Sarah yang mengikuti Bintang dari belakang.
"Jangan cepat-cepat yaa, lama-lama aja kalian di dalam.." seru Anya yang tersenyum melihat tingkah Sarah.
Bintang yang mendengar ucapan Anya, langsung segera keluar dengan membawa minuman di tangannya.
"Kok cepat banget kalian keluar, padahal aku mau sendirian di sini.." ucap Anya sambil memakan martabak dengan lahap.
"Ngapain lama-lama, cuma ambil minuman aja. Bilang aja, kalau kamu mau ngabisin semua martabaknya.." seru Bintang sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Yahh,, ketahuan deh,hahaa.." balas Anya.
"Kamu gak mau Sarah..? Nanti habis lho.." ujar Anya.
"Gak Nya, aku masih kenyang. Kamu makan aja sama Bintang.." sahut Sarah sambil menarik Bintang dengan senyuman di wajahnya.
"Bintang juga masih kenyang, apa lagi lihat kamu pasti semakin kenyang dia,hahaa.." goda Anya.
"Apaan sih, Nya. Jangan mulai deh.." seru Bintang yang tiba-tiba merasa tidak enak.
"Ohh yaa Sarah, kamu tau gak..?" tanya Anya.
"Tau apa, Nya..?" sahut Sarah.
"Sebelum kamu datang, tadi Bintang bilang katanya dia maunya di sayangi dan di cintai sama kamu lho.." ujar Anya yang langsung mendapat cubitan di bagian perutnya dari Bintang.
"Kamu apaan sih Nya, aku kan gak ada ngomong gitu.." seru Bintang. "Jangan di dengerin Sarah.." ucap Bintang pada Sarah dengan wajah yang terlihat malu.
"Iyaa Bin, gak apa-apa kok. Memang yang aku rasakan juga seperti itu.." sahut Sarah sambil tersenyum.
"Tuh kan Bin, Sarah juga sayang dan cinta sama kamu. Terus kamu gimana nih..?" tanya Anya.
"Hahh,, memang aku harus gimana.?" ucap Bintang seraya menatap Anya.
"Iyaa, kamu ada rasa gak ke Sarah..?" tanya Anya lagi.
"Ada sih, tapi..." ucapan Bintang terhenti, Ia masih ragu untuk mengatakan tentang apa yang di rasakannya pada Sarah.
"Tapi kenapa Bin, kamu masih ragu sama aku..?" tanya Sarah yang ingin tau.
"Bukan begitu, tapi aku belum yakin.." balas Bintang.
"Iyaa Bin, aku bisa ngerti kok. Cuma bisa gak, kita jalani aja dulu. Biar kamu bisa tau dan yakin, kalau aku memang benar-benar sayang dan cinta sama kamu.." ujar Sarah dengan wajah serius.
"Ayo Bin, terima aja. Aku dukung kok, jangan lama-lama nanti di ambil setan,hehehee.." ucap Bintang sambil tertawa kecil.
Sarah hanya tersenyum mendengar ucapan Anya, sambil menunggu jawaban dari Bintang.
"Yaa udah kalau gitu, kita jalani aja dulu.." ucap Bintang yang langsung membuat Sarah dan Anya tersenyum senang.
"Akhirnya, berkurang juga manusia jomblo di bumi ini.." ledek Anya. "Terus kapan resepsi pernikahannya..?" ucap Anya yang menggoda kedua temannya itu, sembari tertawa terkekeh-kekeh.
Bintang dan Sarah pun kini ikut tertawa, terlihat kebahagiaan di wajah mereka. Meski terselip rasa takut di hati Bintang, jika semua yang pernah terjadi akan terulang kembali.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59