
"Kamu ngapain sih berduaan terus sama si Indah, kamu suka yaa sama dia..?!" tanya Fida yang merasa sangat kesal melihat kedekatan Bintang dengan Indah.
"Berduaan gimana, kan ada kamu juga, Fii.." sahut Bintang.
"Tetap aja kamu asyik ngobrol sama dia,mmmh.." ujar Fida seraya pergi meninggalkan Bintang yang masih sibuk merapikan barang.
"Tuh anak kenapa lagi coba, marah-marah gak jelas.." gumam Bintang dalam hati.
"Kenapa Bin, kalian berantem..?" tanya Indah tiba-tiba.
"Gak berantem, cuma gak tau akhir-akhir ini Fida sering marah-marah gak jelas.." jawab Bintang.
"Mungkin dia lagi datang bulan kali yaa.." sahut Indah sambil nyengir.
"Mungkin juga Inn, nanti deh aku coba tanya.." jawab Bintang dengan polosnya.
"Aku lanjut kerja dulu, Bin.." ucap Indah sambil berlalu pergi.
Kini waktu istirahat tiba, Bintang mencari Fida untuk mengajaknya makan bersama seperti biasa. Tapi setelah mencari kemana-mana, Bintang tidak menemukannya.
"Kamu lihat Fida gak, Inn..?" tanya Bintang.
"Tadi aku ada lihat dia keluar, terus pergi naik motor. Memang gak ada bilang ke kamu, Bin..?" ucap Indah yang balik bertanya.
"Gak ada Inn, dia kemana yaa..? Gak biasanya seperti itu.." ujar Bintang sambil memikirkan sesuatu.
"Yaa udah, kamu makan dulu sana. Nanti kita gantian.." sahut Indah.
"Iyaa Inn, aku mau beli makanan dulu yaa.. Kamu nitip yang biasa kan..?" tanya Bintang pada Indah.
"Iyaa yang biasa, jangan lupa sambalnya di banyakin,hehee.." sahut Indah sambil tersenyum.
"Iyaa iyaa, nanti sekalian aku beliin cabe rawit.." ucap Bintang bercanda, sambil berjalan keluar meninggalkan Indah yang masih menatapnya.
Tak lama setelah kepergian Bintang, Fida pun datang dengan membawa bungkusan makanan dan minuman.
"Ini minuman buat kamu, Inn.." seru Fida yang langsung berjalan masuk ke ruang istirahat.
"Terimakasih yaa Fii, tadi kamu di cariin Bintang lho.." sahut Indah sambil membuka bungkusan plastik yang berisi jus, lalu meminumnya.
"Sama-sama, Inn.." balas Fida.
"Fida kenapa yaa..? semakin hari semakin pendiam aja.." ucap Indah dalam hati.
~*********~
Di malam harinya, terlihat Bintang yang menikmati makan malamnya bersam Fida. Namun suasana di ruangan itu hening, tidak ada di antara mereka yang memulai bicara.
__ADS_1
"Kok gak di habiskan makanannya..?" tanya Bintang saat melihat Fida membawa piringnya yang masih berisi banyak makanan.
"Aku udah kenyang.." jawab Fida singkat.
"Kenyang makan apa coba, dari kemarin kan kamu makannya sedikit terus, Fii.." ujar Bintang.
"Aku mau keluar sebentar.." seru Fida tanpa membalas ucapan Bintang padanya.
"Memang mau kemana, Fii..?" tanya Bintang.
"Mau cari angin.." jawab Fida ketus.
"Kan di rumah juga ada kipas angin.." seru Bintang sambil tersenyum.
Fida yang mendengar itu, hanya menatap tajam ke arah Bintang. Lalu berjalan menghampiri motornya, dan berlalu pergi meninggalkan Bintang yang masih berpikir tentang perubahan sikap Fida padanya.
Tak sampai tiga jam, kini Fida telah kembali pulang. Ia berharap Bintang sudah tertidur, tapi ternyata saat membuka Bintang sedang berdiri di depannya.
"Akhirnya kamu pulang juga.." ucap Bintang dengan senyuman manisnya.
"Kamu ini yaa, ngagetin aja..! Ngapain berdiri di situ.." seru Fida sambil mengelus dada.
"Yaa maaf, kan aku tadinya mau bukain pintu. Tapi udah duluan kamu yang buka.." jelas Bintang.
"Yaa udah, kamu tidur sana.." seru Fida sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Iyaa aku tidur duluan Fii, udah ngantuk juga.." ucap Bintang yang langsung masuk ke dalam kamar.
"Sepertinya dia udah tidur.." ujar Fida dengan suara yang lirih.
Fida kini memilih duduk di samping Bintang, sambil menatap wajah wanita yang membuat dirinya beberapa hari ini merasa tidak karuan.
"Maafin aku yaa, Bin.. Belakangan ini aku sering marah-marah gak jelas sama kamu, itu karena aku cemburu.." ucap Fida lirih dengan wajah tertunduk.
"Tapi kamu gak peka dan gak ngerti juga,mmmh.. Harusnya kamu tau, kalau aku suka dan sayang sama kamu. Aku gak suka kamu dekat-dekat dengan si Indah, aku cemburu tau.." ucap Fida lagi yang hampir saja menangis.
"Iyaa aku tau kok..!" seru Bintang seraya tersenyum dan membuka matanya.
"Yaa ampun,, nih anak ternyata belum tidur. Dasar..!" ucap Fida sambil mencubit perut Bintang berulang kali.
"Auww,, sakit Fii..!" ujar Bintang sambil berusaha menghindar dari Fida yang terus saja mencubitnya.
"Jadi dari tadi kamu pura-pura tidur..?! Sengaja mau ngerjain aku yaa..!" ucap Fida dengan kesal dan juga malu, karena mengingat semua yang telah Ia katakan.
"Aku gak pura-pura, Fii.." balas Bintang.
"Terus apa kalau gak pura-pura tidur..?" seru Fida sambil memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Yaa habis kamu, tadi aku mau tidur tapi kamu malah berisik. Kan aku jadi gak bisa tidur.." jelas Bintang.
"Jadi tadi kamu dengar semua yang aku omongin..?!" tanya Fida dengan wajahnya yang memerah.
"Iyaa dengarlah, kan punya telinga.." jawab Bintang sambil tersenyum.
Fida yang mendengar itu langsung berbalik badan, dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sambil menarik selimut, hingga menutupi wajahnya.
"Kamu kenapa Fii, malu yaa.." ledek Bintang sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Coba sini aku lihat, gimana sih wajah malunya.." goda Bintang sambil menarik selimut yang di gunakan oleh Fida.
"Apaan sih, tidur sana..! Aku juga mau tidur.." seru Fida.
"Jadi kamu mau tidur..? Padahal aku mau bilang sesuatu sama kamu.." ucap Bintang yang sengaja ingin membuat Fida penasaran.
"Memang kamu mau bilang apa..?!" tanya Fida yang langsung membuka selimut dan menatap wajah Bintang.
"Aku mau bilang, kalau aku...."
Bintang menghentikan ucapannya, kini Ia membalas tatapan Fida dan mendekatkan wajahnya pada Fida dengan semakin dekat. Hingga bibirnya kini menyentuh bibir tipis Fida dengan begitu lembut, Fida yang mendapat sebuah ciuman dari Bintang hanya bisa terpejam dan menikmatinya.
Tapi saat tersadar, Fida lalu mendorong tubuh Bintang yang membuat Bintang terjatuh dari tempat tidur.
"Aduhh,, sakit..!" seru Bintang sambil memegang lengannya.
"Kamu gak papa, Bin..?" seru Fida sambil membantu Bintang untuk berdiri.
"Maaf yaa Bin, aku gak sengaja.. Yaa udah sekarang kita tidur.." ujar Fida dengan wajah yang tertunduk, sambil kembali berbaring di tempat tidurnya.
"Kamu beneran mau tidur..?" tanya Bintang.
"Hemm.." balas Fida dengan berdeham.
"Tadi aku mau bilang, kalau aku memiliki rasa yang sama seperti yang kamu rasakan.. Met tidur, Fii..!" seru Bintang sambil menutup tubuhnya dengan selimut.
"Kamu bilang apa, Bin..? Coba ulangi.." pinta Fida.
"Gak ada siaran ulang.." ujar Bintang.
"Iish,, pelit banget nih anak, cepat ngomong..!" seru Fida.
"Udah buruan tidur sana, apa mau aku cium lagi, hahh..?!" sahut Bintang sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Iyaa iyaa aku tidur, dasar mesum..!" balas Fida.
"Mesum juga, kamu menikmatinya kan kan kaaaannn.." goda Bintang pada Fida yang langsung menutup wajahnya dengan bantal.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59