
Beberapa bulan telah berlalu sejak Bintang naik ke kelas dua, namun ingatannya tentang perkataan Billa itu masih saja ada di pikirannya. Bintang telah berulang kali bertanya, tapi Billa selalu saja menghindar dan menutupinya. Hingga suatu saat Bintang melihat Billa berbicara sesuatu yang aneh pada sese'orang.
"Bill, ini ada titipan dari Riko, dia tidak bisa masuk sekolah hari ini karena kurang enak badan.." ujar Farid sambil menyerahkan sebuah bingkisan kecil yang langsung di terima oleh Billa.
"Iyaa Farid, makasih yaa..!" ucap Billa dengan senyum di wajahnya.
"Kalau gitu aku mau kembali ke kelas dulu.." ucap Farid yang segera melangkahkan kakinya, namun langkahnya terhenti saat Billa memanggilnya.
"Farid, apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu ?" tanya Billa dengan ragu.
"Tidak ada Bill, aku harus pergi sekarang.." Farid melanjutkan langkahnya, meninggalkan Billa dengan wajahnya yang terlihat muram.
Di sisi lain dekat Billa berada, tampak Bintang yang sejak tadi telah memperhatikannya. Ia bertanya-tanya, tentang apa yang barusan Bila katakan pada Farid.
"Ada apa sebenarnya ? Kenapa bila bertanya seperti itu pada Farid ?!" tanya Bintang dalam hati.
"Kamu ngapain di sini Bin, kok bengong ?" tanya Billa saat melihat Bintang yang hanya diam menatapnya.
"Gak papa Bill, aku tadi sebenarnya nyariin kamu.." balas Bintang.
"Nyariin aku, memang ada apa Bin ?" ucap Billa pada Bintang dengan tatapan menyelidik.
"Nanti aja ngomgnya, kalau udah jam istirahat Bill.." ujar Bintang pada Billa.
"Yaa udah kalau gitu, ayuk kita masuk ke kelas. Sebentar lagi juga bel masuk berbunyi.."
Ajak Billa pada Bintang, sambil berjalan menuju kelas bersama Bintang di sampingnya.
~***********~
Jam istirahat telah tiba, terlihat Bintang dan Billa yang kini tengah duduk di kursi perpustakaan. Mereka saling diam dengan pemikiran mereka masing-masing, hingga pada akhirnya Bintang pun tidak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya.
"Bill, boleh aku tanya sesuatu ?" tanya Bintang.
"Boleh Bin, tanya apa ?" balas Billa dengan wajah penasarannya.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Farid ?!" tanya Bintang dengan hati-hati.
"Tidak ada terjadi apa-apa Bin, cuma..." Billa menghentikan perkataannya, ada keraguan yang terpancar dari wajah cantiknya dan Bintang pun menyadari itu.
"Cuma apa Bill ? Kalau ada apa-apa kamu cerita aja, aku akan senang hati mendengarkannya.." ujar Bintang yang mencoba menenangkan Billa yang masih tertunduk diam.
"Bin, sebenarnya..."
Perkataan Billa kembali terputus, ada kesedihan di raut wajahnya yang berusaha Ia tahan.
"Katakanlah Bill, jangan di pendam sendiri.." ucap Bintang yang bisa merasakan, bahwa Billa sedang memendam sesuatu dalam hatinya.
"Sebenarnya, aku tidak pernah ingin berpacaran dengan Riko. Bukan dia orang yang aku sukak, Bin.."
Seru Billa dengan nada suaranya yang lirih, sambil menahan rasa sedih yang selama ini Ia rasakan.
"Tapi bukannya selama ini kamu sama Riko terlihat senang, dan tidak ada masalah Bill ?" tanya Bintang yang seperti tidak percaya dengan apa yang barusan Ia dengar.
"Itu hanya yang terlihat dari luar, tapi tidak demikian dengan yang sebenarnya aku rasakan, Bin..!" sahut Billa sambil menghela nafasnya dengan dalam.
"Kalau memang tidak menyukai Riko, lantas kenapa kamu terima dia, Bill ?!" tanya Bintang yang ingin tau alasannya.
Jelas Billa pada Bintang yang tidak bisa lagi menahan, apa yang selama Ia pendam seorang diri.
"Tapi itu akan lebih menyakiti Riko, Bill.. Dan jika bukan Riko, lalu siapa orang yang kamu sukai itu ?"
Tanya Bintang yang merasa sudah tidak sabar ingin tau, siapa sebenarnya orang yang di sukai oleh Billa.
"Orang yang aku sukai itu, sebenarnya..." Billa menghela nafasnya dengan begitu berat.
"Dia adalah Farid.." sambung Billa.
Deg....
Tiba-tiba Bintang merasakan sesak dalam dadanya, ada rasa sakit yang kini Ia rasakan saat mendengar apa yang di ucapkan oleh Billa barusan.
__ADS_1
"Yaa Tuhan,, rasanya sakit sekali. Mendengar orang yang selama ini aku sayangi menyebutkan nama orang yang Ia sukai.." ucal Bintang dalam hati.
"Bin, Bintang..! Kok malah bengong, kamu kenapa ?" tanya Billa saat tidak mendapatkan respon dari Bintang.
"Tidak kenapa-kenapa Bill, aku cuma merasa aneh aja. Kamu menyukai Farid, tapi kamu berpacaran dengan Riko.."
Seru Bintang, sambil berusaha keras menahan kesedihan yang kini memenuhi hatinya.
"Aku menyukai Farid sejak awal kenal dan aku tau, kalau Farid juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan. Tapi Farid tidak pernah mengungkapkannya, itu karena dia tau kalau Riko juga menyukaiku.."
Jelas Billa, sambil mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Faris waktu itu.
"Tapi sekarang, aku sudah tidak bisa lagi menahan perasaanku pada Farid. Aku juga tidak bisa, terus-menerus membohongi Riko tentang perasaan aku yang sebenarnya.." ucap Billa yang kini merasa tidak berdaya.
"Menurut kamu, apa yang harus aku lakukan, Bin..?!" tanya Billa pada Bintang penuh harap.
"Menurut aku, kamu harus bicara jujur pada Riko soal perasaan kamu yang sebenarnya.." jawab Bintang sambil berusaha menenangkan hatinya sendiri.
"Termasuk jujur, soal siapa yang sebenarnya aku sukai ?!" tanya Billa lagi.
"Kalau soal itu, lebih baik Riko jangan dulu tau. Pasti itu akan membuatnya semakin kecewa dan sakit hati.."
"Karena kamu juga tau, Riko dan Farid adalah teman dekat.." ucap Bintang yang berusaha menjelaskan.
"Iyaa Bin, kamu memang benar. Dari awal aku juga tidak ingin merusak pertemanan mereka berdua, sekarang pun aku tidak ingin itu terjadi.." ujar Billa seraya memikirkan apa yang harus Ia lakukan nantinya.
"Bin, makasih yaa, aku lega udah cerita semua ke kamu. Sekarang aku tau, apa yang harus aku lakukan.." seru Billa yang kini telah bisa tersenyum kembali.
"Sama-sama Bill, syukurlah kalau kamu udah tau. Tapi kamu jangan lupa..!" ujar Bintang.
"Lupa apa Bin ?" tanya Billa dengan wajah bingung.
"Jangan lupa traktirnya,hahahaa.." balas Bintang sambil tertawa.
"Kau ini Bin, kayaknya udah ketularan Safa deh.." sahut Billa yang juga ikut tertawa, tanpa Ia tau kalau sebenarnya hati temannya itu saat ini sedang menangis.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊