
Sudah beberapa hari, sejak pertengkaran itu terjadi Mulan tidak menampakkan dirinya pada Sarah. Meskipun Sarah telah berulangkali menghubungi Mulan, tapi Ia tidak meresponnya sama sekali. Sarah yang merasa frustasi karena sikap Mulan yang tidak lagi peduli, kini bergegas pergi. Ia ingin menemui Anya untuk meminta maaf, dan menceritakan tentang masalah hubungannya dengan Mulan.
Tokk,, tokk,, tokkk..
"Assalamualaikum, Anya..!" seru Sarah yang telah berada di depan pintu kost-an Anya.
Tak lama kemudian, pintu terbuka. Terlihat Nindy yang berdiri, sambil menatap Sarah dengan penuh tanya.
"Wa'alaikumsalam, ayo masuk, Anya ada di dalam.." ajak Nindy pada Sarah yang berjalan di belakangnya.
"Anya lagi di kamar mandi Sarah, sebentar lagi juga keluar.." ujar Nindy seraya menyuguhkan makanan dan minuman pada Sarah.
"Ternyata kamu, tumben datang kesini.." ucap Anya yang baru saja keluar dari kamar mandi, lalu menggantungkan handuknya di dekat pintu.
"Iyaa Nya, aku tau kamu masih marah sama aku. Aku mau minta maaf, tolong maafin aku yaa, Nya.." seru Sarah dengan raut wajahnya yang sedih.
"Gak perlu minta maaf sama aku, tapi sama Bintang.." balas Anya ketus.
"Aku udah minta maaf sama Bintang, dan sekarang aku menyesal, Nya. Gak seharusnya aku menyakiti Bintang seperti itu.." ujar Sarah.
__ADS_1
"Aku cuma gak habis pikir dan gak terima dengan apa yang udah kamu lakukan ke Bintang, karena aku tau jelas gimana selama ini Bintang ke kamu. Tapi kamu malah tega mengkhianati dia, terlebih lagi aku yang kenalin kamu sama Bintang.."
Anya berusaha menahan emosinya, karena Ia ingat dengan perkataan Bintang untuk jangan marah pada Sarah.
"Iyaa Nya, aku tau dalam hal ini memang aku yang salah. Dan sekarang aku menyesal, kamu mau kan maafin aku..?" pinta Sarah pada Anya yang masih terdiam.
"Yank,, jangan marah lagi sama Sarah, kamu harus maafin dia yaa.." ucap Nindy yang membujuk Anya, agar mau untuk memaafkan Sarah.
"Karena Bintang udah maafin kamu, aku juga akan maafin kamu, Sarah.." sahut Anya sambil tersenyum.
"Terimakasih yaa Nya, aku merasa lega banget.." seru Sarah membalas senyuman Anya.
"Terus gimana hubungan kamu sama Mulan, baik-baik aja..?" tanya Anya.
"Kok bisa Sarah, memang ada masalah apa..?" tanya Nindy yang penasaran.
"Aku ngerasa dia berubah, atau mungkin memang seperti itu sifat aslinya. Dia jadi mudah marah dan gak peduli lagi, beda jauh dengan di saat baru-baru pacaran dulu.." ujar Sarah yang tiba-tiba teringat pada Bintang.
"Itu yang membuat aku semakin merasa bersalah sama Bintang, orang yang aku lepaskan ternyata lebih baik dari orang yang aku pilih.."
__ADS_1
Sarah yang tidak bisa lagi menahan air matanya, kini menangis tersedu-sedu. Rasa menyesal pun memenuhi hatinya, mengingat apa yang pernah Ia lakukan pada Bintang.
"Kamu yang sabar yaa Sarah, semua udah terjadi. Kamu harus bisa menerima resikonya, dari apa yang udah kamu pilih dan putuskan.." ujar Nindy yang berusaha menenangkan Sarah.
"Iyaa, aku tau Nindy. Terimakasih yaa.." balas Sarah.
Sarah yang merasa lelah karena menangis, akhirnya tertidur. Anya dan Nindy yang merasa kasihan, hanya membiarkannya untuk beristirahat.
"Kasihan Sarah yaa Beb, dia sekarang merasakan apa yang Bintang rasakan karenanya. Tuhan itu memang adil.." ujar Anya.
"Mulut kamu Yank, gak boleh ngomong gitu. Kalau Sarah dengar gimana,mmmh.." ucap Nindy yang berbisik, karena takut Sarah terbangun dan mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Kan memang benar lho Beb, semua itu akan ada balasannya.." sahut Anya.
"Iyaa benar, tapi gak harus ngomong gitu juga, Yank. Apa lagi saat ada orangnya.." ujar Nindy.
"Orangnya lagi tidur, gak mungkin dengar, Beb.." sahut Anya.
"Kita duduk di teras aja yuk Yank, gak enak ngobrol di sini. Nanti Sarah terbangun lagi.." ajak Nindy seraya bangkit dari tempat duduknya, di ikuti oleh Anya. Lalu mereka berjalan menuju pintu, dan menutupnya dengan perlahan...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59