
Sudah dua bulan berlalu, sejak Yumie mengungkapkan perasaannya pada Bintang. Namun begitu semua tetap sama, tidak ada yang berubah pada sikap Yumie terhadap Bintang. Ia tetap peduli dan perhatian, bahkan lebih-lebih lagi. Bintang sudah sering kali melarangnya, agar Yumie berhenti mengirimkan makanan atau apapun itu untuknya. Tapi Yumie tetap saja keras kepala, tidak mau mendengarkan perkataan Bintang.
Hal inipun membuat Bintang semakin merasa tidak enak, dan merasa bersalah. Karena Ia ingin Yumie bisa bersikap biasa saja padanya, tidak terlalu menunjukkan perasaannya secara berlebihan.
"Cieee,, yang dapat kiriman makanan,hee.." goda Mery sambil duduk di samping Bintang.
"Apa sih kamu Mer, ini kamu aja yang makan.." seru Bintang sambil menyerahkan kotak makanan pada Mery.
"Itu kan dari Kak Yumie spesial buat kamu, Bin.." ucap Mery yang merasa tidak enak, karena selama ini apa yang di berikan Yumie pada Bintang justru Ia yang sering kali menikmati.
"Gak apa-apa Mer, kamu makan aja. Aku masih kenyang.." sahut Bintang yang kini melanjutkan pekerjaannya.
"Wanita sebaiknya itu, kenapa gak bisa buat kamu jatuh cinta sih, Bin.." gumam Mery.
"Aku gak mau mikirin itu, kalau memang udah waktunya pasti cinta itu datang dengan sendirinya. Gak perlu harus di rencanakan, Mer.." jelas Bintang.
"Iyaa sih Bin, tapi aneh aja. Entah wanita seperti apa yang kamu cari,mmmh.." ujar Mery sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku kan memang gak lagi mencari, Mery.." ucap Bintang yang tidak mau memikirkan soal cinta dan wanita.
"Yaa udah, terserah kamu aja, Bin.. Tunggu aja sampai cinta itu datang.." seru Mery sambil tertawa kecil.
Keduanya pun kini tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, sambil menunggu waktu pulang tiba. Sembari sesekali Mery bercerita, tentang bagaimana hubungannya dengan Gemy, kekasihnya.
~************~
"Maa, tante Bintang dan tante Mery kok gak ada datang ke rumah lagi..? Aku pengen main mobil-mobilan bareng mereka, Maa.." seru Arya saat sedang bermain, di temani oleh Yumie dan Nani.
"Mungkin Tante Bintang dan Tante Mery sedang sibuk, atau lagi kecapean kerja. Jadi gak bisa datang ke rumah, tapi kan udah ada Mamaa dan Bik Nani yang nemenin Arya main.." sahut Yumie yang tau, bahwa Arya memang dekat dengan Bintang. Karena mereka berdua sama-sama suka bermain mobil-mobilan.
"Tapi kapan-kapan kita main ke tempat Tante Bintang dan Tante Mery yaa, Maa.." ucap Arya sambil asyik memainkan mainannya.
"Iyaa sayang, kapan-kapan yaa.. Sekarang Mamaa mau ke rumah makan dulu, Arya main sama Bibik di rumah. Mamaa gak lama kok, yaa sayang.." ucap Yumie seraya mengusap kepala Arya, lalu berjalan menuju ke pintu keluar.
Sesampainya di rumah makan miliknya, Yumie melihat Bintang dan juga Mery yang baru selesai membeli makanan dan akan berjalan pulang.
"Kalian udah mau pulang yaa..?!" seru Yumie sambil tersenyum.
"Ehh,, Kak Yumie, iyaa nih kita udah mau pulang, Kak.." jawab Mery.
__ADS_1
"Ohh, iyaa Mer, kalau gitu hati-hati.." ucap Yumie sambil menatap Bintang yang hanya tersenyum padanya.
Bintang dan Mery lalu melanjutkan langkahnya, dan meninggalkan Yumie yang masih berdiri seraya menatap Bintang hingga tak terlihat lagi.
"Aku akan terus berusaha untuk mendapatkan hati kamu, Bin.. Aku gak akan menyerah gitu aja, aku pasti bisa buat kamu jatuh cinta sama aku.." gumam Yumie yang merasa yakin bisa meluluhkan hati Bintang, wanita yang sangat Ia inginkan.
~************~
"Apa kamu tidak mau memberikan kesempatan pada Kak Yumie, Bin..?" tanya Mery pada Bintang yang kini sedang menikmati kopi hitam.
"Kesempatan apa maksud kamu..?" balas Bintang yang balik bertanya.
"Iyaa menerima Kak Yumie jadi pacar kamu, Bin.. Kamu bisa lihat sendiri kan, sampai sekarang juga dia masih berusaha untuk bisa mendapatkan hati kamu. Tapi kamu malah biasa aja, apa kamu gak kasihan..?" ucap Mery.
"Aku tau itu, tapi aku gak mungkin menerima dia cuma karena rasa kasihan. Itu sama aja aku menyakiti dia, dengan berpura-pura cinta.." jawab Bintang.
"Memang benar apa yang kamu bilang itu, tapi kamu bisa belajar untuk mencintainya. Apa kamu gak mau mencoba membuka hati sedikit aja buat Kak Yumie..? Setidaknya, kamu harus bisa menghargai sedikit usaha dia selama ini untuk bisa bersama kamu, Bin.." ujar Mery.
"Entahlah Mer, aku jadi bingung. Karena aku masih pengen sendiri, gak mau terlibat dulu dengan masalah cinta.." jelas Bintang sambil menghela nafasnya dengan berat.
"Iyaa aku ngerti kok, semua tergantung kamu, Bin.." balas Mery yang kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Keesokan paginya, Mery yang baru saja selesai mandi segera bersiap-siap untuk berangkat kerja. Namun melihat Bintang yang belum juga bangun, Ia pun berniat membangunkannya. Karena tidak seperti biasanya, Bintang telat bangun tidur seperti itu.
"Bin,, Bintang.. Ayo bangun, udah jam tujuh lewat nih. Nanti kita telat lho ke tempat kerjaan, bangun Bintang..!" seru Mery sambil menggoyangkan tubuh Bintang.
"Aku masih pengen tidur Mer, rasanya dingin banget.." ucap Bintang lirih, dengan mata yang masih terpejam.
"Dingin gimana, tuh matahari udah nongol. Ayo buruan bangun.." seru Mery sambil menarik selimut yang Bintang gunakan, lalu menepuk-nepuk pipi Bintang.
"Kamu demam, Bin..? Badan kamu panas banget.." ucap Mery sambil menempelkan tangannya di kening Bintang.
"Gak panas, cuma dingin banget, Mer.." sahut Bintang yang kembali menarik selimutnya.
"Iyaa kamu panas dingin, alias demam Bintang. Sebentar yaa, aku beliin obat penurun panas dulu. Kamu tungguin.." seru Mery yang bergegas pergi membeli obat untuk Bintang.
Tak lama kemudian, Mery pun telah pulang dengan membawa obat dan sarapan di tangannya. Lalu menyiapkannya untuk Bintang, dan juga untuk dirinya sendiri.
"Ayo sarapan dulu Bin, aku udah beliin bubur ayam kesukaan kamu nih. Habis itu kamu minum obatnya yaa, baru lanjut istirahat.." seru Mery sambil membangunkan Bintang kembali.
__ADS_1
"Memang kamu beliin obat apa, Mer..?" tanya Bintang yang merasa badannya sangat lemas.
"Aku beliin obat penurun panas Bin, masa iyaa penurun berat badan. Kamu kan udah kurus gitu.." sahut Mery sambil tertawa kecil.
"Ohh, terus rasa apa, Mer..?" tanya Bintang lagi.
"Mungkin rasa strawberry, coba kamu lihat aja sendiri.." balas Mery pada Bintang yang kini sedang memegang obatnya.
"Iyaa benar, rasa strawberry. Memang rasa jeruk gak ada yaa, Mer..? Aku kan sukanya rasanya jeruk.." ujar Bintang yang kini kembali merebahkan tubuhnya yang terasa lemas.
"Udah sih di minum aja, itu juga enak dan gak pahit kok. Lagian kamu kenapa sih, tiap kali sakit minumnya obat anak-anak. Udah tua juga.." seru Mery sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Biarin aja, yang penting kan judulnya minum obat.." sahut Bintang.
"Yaa udah, kalau gitu aku pergi kerja dulu. Buruan di makan tuh bubur, nanti kelamaan gak enak lho. Obat anak-anaknya juga jangan sampai lupa di minum yaa,hahahaa.." ledek Mery sambil bergegas berjalan menuju pintu keluar, meninggalkan Bintang yang telah di buat kesal.
Sesampainya di toko buku, Mery segera merapikan buku-buku yang ada di dalamnya. Lalu mengecek buku apa saja yang telah habis terjual dan tinggal sedikit, namun tiba-tiba Mery di kejutkan oleh suara sese'orang yang memanggil namanya.
"Pagi Mery.." sapa Yumie sambil tersenyum pada Mery yang terlihat seperti terkejut.
"Ehh, Kak Yumie pagi juga, kirain siapa,hehee.." balas Mery.
"Maaf yaa kalau pagi-pagi udah ganggu.." ucap Yumie dengan perasaan tidak enak.
"Gak apa-apa Kak, santai aja.." sahut Mery.
"Iyaa Mer, aku cuma mau ngasih ini.." ucap Yumie sambil menyerahkan kotak makanan pada Mery.
"Terimakasih yaa Kak, tapi hari ini Bintang gak masuk kerja.." sahut Mery.
"Gak masuk kerja, memang Bintang kemana, Mer..?" tanya Yumie penasaran.
"Bintang ada di kost-an Kak, dia lagi kurang enak badan.." jawab Mery.
"Yaa udah kalau gitu Mer, aku pamit dulu yaa mau langsung ke kost-an.. Aku mau lihat keadaan Bintang.." seru Yumie seraya bergegas pergi meninggalkan Mery.
"Kok bisa yaa, Bintang menolak perempuan yang baik dan perhatian banget seperti itu. Bintang,, Bintang.." ucap Mery sambil menggelengkan kepalanya, lalu melanjutkan kembali pekerjaannya yang tadi sempat tertunda karena kedatangan Yumie...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59