Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Rencana Fida


__ADS_3

Sejak kejadian itu, kini Bintang menjadi lebih pendiam dan jarang terlihat bercanda tidak seperti biasanya. Perubahan ini sangat di rasakan oleh Indah, dan membuatnya bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Kamu udah sembuh, Bin..?" tanya Indah pada Bintang yang masih saja terlihat murung.


"Iyaa udah kok, Inn.." jawab Bintang seadanya.


"Sebenarnya kamu ada masalah apa sih, Bin..? Ayo cerita aja.." seru Indah yang merasakan kalau ada sesuatu yang Bintang sembunyikan.


"Gak ada apa-apa Inn, aku cuma kangen sama kedua orang tuaku.." balas Bintang sambil tersenyum.


"Yaa udah kamu hubungi aja Bin, atau nanti saat libur kerja kan bisa pulang.." ujar Indah.


"Iyaa nanti libur, aku akan pulang ke rumah, Inn. Aku lanjut kerja dulu yaa.." seru Bintang sambil melanjutkan pekerjaannya.


"Jangan melamun terus yaa, Bin.." seru Indah pada Bintang yang hanya tersenyum.


Hari sudah menjelang sore, Bintang segera bergegas untuk pulang. Ia ingin secepatnya tiba di rumah, dan mengistirahatkan tubuh serta pikirannya yang terus saja memikirkan Fida.


Setibanya di rumah, Bintang langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memandang foto dirinya bersama Fida yang terpajang di atas meja.


"Aku tidak bisa di sini terus, kenangan bersama Fida selalu saja muncul dalam ingatanku.." ucap Bintang lirih seraya menghapus bulir air matanya yang sedari tadi jatuh.


Bintang segera mengambil ponselnya, lalu Ia menghubungi sebuah nomor. Setelah tersambung, Bintang mulai berbicara serius. Beberapa menit berlalu, Bintang yang telah selesai berbicara kini telah mematikan teleponnya.

__ADS_1


"Semoga ini keputusan yang terbaik.." ucap Bintang sembari memejamkan matanya.


~**********~


Beberapa hari telah berlalu, Fida yang masih belum bisa melupakan Bintang mencoba meminta ijin pada suaminya untuk bekerja kembali. Tapi suaminya tidak mengijinkannya, dengan alasan mereka baru saja menikah.


"Kamu kenapa Fii, kok ngotot banget mau kerja ke kota P lagi..?! Memang gaji Mas gak cukup..?" tanya Bayu yang tidak habis pikir dengan Fida yang terus saja meminta untuk bisa kembali bekerja.


"Bukan begitu Mas, cuma aku kan udah lama kerja di sana. Aku mau setelah menikah pun aku tetap kerja di sana.." jelas Fida.


"Pokoknya Mas gak akan ijinkan kamu untuk kerja..!" seru Bayu sambil berlalu pergi meninggalkan Fida.


"Kamu mau ijinkan aku atau tidak, aku tetap akan pergi, Mas.." ucap Fida dalam hati.


"Akhirnya di jawab juga..!" seru Fida yang merasa sangat senang, saat melihat teleponnya telah tersambung.


***Bintang: "Hallo, assalamu'alaikum.."


Fida: " Wa'alaikumsalam, gimana kabar kamu, Bin..?"


Bintang: "Alhamdulillah baik.."


Fida: "Syukurlah, maafin aku yaa Bin karena gak jujur sama kamu. Aku terpaksa, aku cuma gak mau kehilangan kamu, Bin.."

__ADS_1


Bintang: "Iyaa aku gak papa dan aku bisa ngerti kok, Fii.. Sekarang kamu fokus aja dengan suami kamu, jangan hubungi aku lagi. Ini untuk kebaikan kita semua.."


Fida: "Tapi aku gak mau pisah dari kamu Bin, aku pasti akan kembali lagi ke kota P. Kita akan sama-sama lagi, aku cuma sayang dan cinta sama kamu. Aku terpaksa menikah dengan dia, karena di paksa sama Ibu. Aku mohon Bin, kasi aku kesempatan.."


Bintang: "Maaf yaa Fii, aku gak bisa. Apapun alasannya, aku gak mau merusak rumah tangga kamu.."


Fida: "Pokoknya aku mau tetap sama kamu, kalau kamu gak mau aku akan melukai diri aku sendiri..!"


Bintang: " Terserah kamu, wassalamu'alaikum.."


Fida: " Bintang,, tunggu***..!"


"Si**..! dia matiin teleponnya. Kamu lihat aja Bin, aku akan buat kamu gak bisa jauh dari aku.." ucap Fida sambil mengepalkan tangannya.


Fida kini bergegas ke dapur, Ia mencari sebuah pisau. Setelah menemukannya, Fida pun mulai melancarkan rencananya.


"Auuww..." rintih Fida saat pisau yang Ia pegang telah berhasil melukai bagian tubuhnya.


"Aku akan foto luka ini, lalu akan aku kirimkan ke Bintang. Dengan begitu, dia pasti akan menuruti semua keinginanku. Aku gak akan pernah lepasin kamu, Bin.. Hahahaa..." ucap Fida dengan tawanya yang menakutkan.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2