Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Berterus-terang


__ADS_3

Fida yang masih belum tau dimana keberadaan Bintang, akhirnya pergi mencari Anya dan juga Alya. Tapi tak satupun dari mereka yang tau, di tambah lagi dengan nomor Bintang yang masih juga tidak bisa di hubungi membuatnya jadi sangat emosi dan frustasi.


"Kemana lagi aku harus mencarinya, anak itu benar-benar sia****..!" umpat Fida sambil melempar gelas yang Ia pegang.


Karena tidak ingin terus-menerus memikirkan Bintang, Fida pun memilih untuk pergi menemui teman-temannya. Setelah mengenakan djaket yang tergantung di dinding, Ia segera berjalan keluar dan menutup pintu dengan keras.


"Ehh, Mbak,, kalau menutup pintu yang pelan dong, memang kalau rusak situ mau ganti..?!" tegur Ibu pemilik kost-an yang kebetulan sedang berada di luar rumahnya.


"Iyaa maaf Bu, saya gak sengaja.." sahut Fida sambil bergegas pergi meninggalkan Ibu kost-an yang masih terlihat mengomel.


"Lebih baik aku pergi cari kost-an lain, di sini juga buat aku jadi ingat Bintang terus,mmmh.." ucap Fida seraya mempercepat langkah kakinya.


Sampai di sebuah gang, Fida melihat temannya yang berada di atas motor sedang menunggunya.


"Lama banget sih, udah di tunggu dari tadi juga.." seru pria dengan topi hitam itu.


"Iyaa iyaa maaf, yaa udah ayo jalan.." sahut Fida.


"Mau kemana kita..?" tanya pria itu.


"Terserah, yang penting ke tempat yang asyik biar hilang nih pusing.." ujar Fida.


Pria itu pun melajukan motornya, hingga membuat pegangan tangan Fida di pundaknya semakin kuat.


~*************~


Malam semakin larut, tapi Bintang masih belum bisa memejamkan matanya. Ia masih menyesuaikan diri di tempat yang baru, hingga sulit untuk merasakan kantuk. Pikirannya masih melayang-layang jauh ke Fida, memikirkan bagaimana keadaannya saat ini. Terselip rasa bersalah dalam hatinya, namun Ia juga tidak memiliki pilihan lain untuk bisa menghindari Fida.


"Kamu mikirin apa, Bin..? Ingat sama Fida yaa.." tebak Nadya yang sejak tadi memperhatikan Bintang.


"Iyaa Nad, aku merasa cemas dengan keadaannya.." jawab Bintang seadanya.


"Dia pasti bisa jaga dirinya sendiri, lagi pula kamu bilang dia memiliki banyak teman kan.." seru Nadya yang mencoba menenangkan Bintang.


"Iyaa Nad, terimakasih yaa.." balas Bintang sambil tersenyum dan kembali memejamkan matanya, berharap rasa kantuk akan segera datang.


"Bin,, boleh aku tanya sesuatu..?" tanya Nadya dengan hati-hati.

__ADS_1


"Boleh, kamu mau tanya apa Nad, tanya aja.." sahut Bintang yang fokus mendengarkan.


"Apa kamu memiliki perasaan terhadap Fida..?" tanya Nadya.


"Aku udah gak ada perasaan apapun sama Fida, Nad.." jawab Bintang jujur.


"Sejak kapan, Bin..?" tanya Nadya lagi.


"Sejak beberapa bulan yang lalu, saat aku tau gimana sifat aslinya. Aku sendiri gak pernah menyangka, dia bisa bersikap kasar seperti itu. Apa lagi dia sering kali mengancam, akan melukai dirinya kalau aku gak mengikuti keinginannya.." jelas Bintang dengan raut wajahnya yang terlihat sedih.


"Terus gimana perasaan kamu sekarang, Bin..?" tanya Nadya lagi.


"Perasaan aku sekarang baik-baik aja, rasanya lega akhirnya bisa jauh dari Fida. Ohh yaa, ngomong-ngomong kamu seperti wartawan Nad, dari tadi nanya terus.." ledek Bintang sambil tertawa kecil.


"Iyaa maaf, aku gak tanya lagi deh.." ucap Nadya yang terlihat ngambek.


"Gak apa-apa kok, aku cuma bercanda. Jangan ngambek gitu dong, nanti cantiknya bertambah lho.." bujuk Bintang yang justru membuat Nadya merasa malu.


"Iish,, kamu apaan sih Bin, aku gak cantik kok.." sahut Nadya dengan malu-malu.


"Memang mau buat apa, Bin..?" tanya Nadya dengan heran.


"Buat kamu ngaca, biar kamu tau kalau kamu memang cantik.." ujar Bintang dengan senyuman manisnya.


"Bisa gak berhenti ngegombal, nanti aku terbang melayang terus jatuh gimana.." sahut Nadya dengan menahan rasa malunya.


"Tenang aja, nanti kalau kamu jatuh biar aku sambut yaa.." ucap Bintang.


Mendengar ucapan Bintang, Nadya langsung melempar bantal guling ke arah Bintang.


"Sambut aja tuh bantal guling,hehee.." seru Nadya sambil tertawa terkekeh-kekeh, di ikuti oleh Bintang yang ikut tertawa.


"Yaa udah, ayo kita tidur. Udah malam banget ini.." ajak Bintang sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Sebentar Bin, aku mau ngomong sesuatu.." seru Nadya pada Bintang.


"Kamu mau ngomong apa Nad, ngomong aja jangan malu-malu.." ledek Bintang.

__ADS_1


"Aku serius Bin,mmmmh.." sahut Nadya dengan nada kesal.


"Iyaa iyaa maaf, sekarang kamu ngomong aja.." ucap Bintang sambil menunggu apa yang ingin di katakan oleh Nadya.


"Gak jadi deh, besok aja.." ujar Nadya sambil kembali membaringkan tubuhnya.


"Loh, kok malah gak jadi sih, ayo ngomong buruan. Aku udah serius nungguin dan mau dengerin juga,mmmh.." seru Bintang sambil menggoyangkan tubuh Nadya.


"Iyaa iyaa, aku ngomong. Kamu dengerin baik-baik yaa.." ucap Nadya sambil menarik nafasnya dengan dalam dan perlahan.


"Sebenarnya,, aku suka sama kamu, Bin. Aku tau ini terlalu cepat, tapi aku gak bisa lagi menahan perasaan aku. Sejak kita kenal, aku ngerasa nyaman sama kamu. Aku ingat dan kepikiran kamu terus, apa lagi waktu aku dengar cerita dari kamu. Tentang Fida yang memperlakukan kamu dengan kasar, aku merasa gak terima. Aku juga ngerasain sakit dan sedih, karena itu aku menyuruh kamu untuk datang dan tinggal di sini.."


Jelas Nadya yang kini tertunduk malu, Ia tidak menyangka bisa mengatakan itu semua pada Bintang. Orang yang telah mencuri hatinya, dan membuat dirinya merasa tidak karuan.


"Kamu udah ngomongnya, Nad..?" tanya Bintang.


"Iyaa udah, Bin.." sahut Nadya.


"Yaa udah, kalau gitu kita tidur yaa.." ujar Bintang sambil kembali merebahkan tubuhnya.


"Bintang..!!" teriak Nadya. "Iish,,kamu ini yaa, masa gak ada respon apa-apa sih. Aku udah ngomong panjang lebar, kamu malah ngajak tidur.." gerutu Nadya yang merasa kesal karena Bintang mengacuhkan perasaannya.


"Yaa terus, aku harus ngomong apa, Nad..?" tanya Bintang yang sengaja membuat Nadya semakin kesal.


"Yaa udahlah, aku mau tidur.." seru Nadya sambil membalikkan badannya, hingga membelakangi Bintang.


"Iyaa Nad, aku senang kamu mau berterus terang tentang perasaan kamu. Tapi kasi aku waktu yaa, untuk bisa meyakinkan perasaan aku.." ucap Bintang.


"Gak apa-apa Bin, aku bisa ngerti kok dan aku akan sabar menunggu kamu untuk bisa membuka hati buat aku.." ujar Nadya dengan senyumannya, Ia yakin nanti Bintang pasti akan bisa membalas perasaan cintanya.


"Terimakasih yaa Nad, udah mau ngertiin aku. Sekarang kita tidur yaa.." ajak Bintang sambil memejamkan matanya yang sudah merasa mengantuk, dan tak lama Ia pun terlelap.


Sedangkan Nadya masih terus menatap wajahnya, hingga akhirnya matanya terasa lelah dan tertidur dengan pulas.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2