Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Terpaksa Menerima


__ADS_3

Sepulang dari rumah Bintang, Gia lalu bergegas masuk ke dalam rumah. Namun saat hendak memasuki kamar, terdengar suara Tika yang memanggilnya.


"Kamu habis dari mana saja Gia ?! Pergi tidak bilang-bilang.." seru Tika saat melihat adiknya yang telah kembali pulang.


"Aku bukan anak kecil lagi Kak, yang harus bilang lebih dulu kemanapun akan pergi. Berhentilah mencampuri urusanku..!" sahut Gia dengan penuh rasa kesal, sambil membuka pintu kamarnya.


"Gia, tunggu..! Sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini ke Kakak ?!" tanya Tika yang menyadari bahwa kini Gia telah jauh berubah, tidak seperti dulu lagi.


"Sampai Kakak bisa mengembalikan Bintang padaku..!" seru Gia yang segera masuk ke dalam kamarnya, seraya membanting pintu kamar dengan begitu keras.


"Kenapa Gia jadi seperti ini, padahal selama ini dia tidak pernah berbicara dan bersikap kasar, mmmmh..." bathin Tika dalam hati, sambil menarik nafasnya dengan dalam.


Di dalam kamar..


Gia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil mengambil surat dari Bintang yang ada di dalam tasnya. Gia yang saat ini duduk sambil bersandar pada dinding tempat tidurnya, perlahan-lahan membuka dan membaca surat itu dengan perasaan sedih.


***Assalamualaikum,,


Gia yang sangat aku sayangi, maafin aku karena telah pergi tanpa lebih dulu pamit sama kamu. Maaf, sudah memutuskan hubungan kita tanpa menjelaskannya secara langsung, aku yakin kamu sudah bisa tau dan menduga alasannya.

__ADS_1


Aku harap, kamu tidak terus-menerus menyalahkan Kak Tika, karena apa yang di katakan oleh Kak Tika itu benar. Kamu memiliki kehidupan dan masa depan yang cerah, dan aku tidak ingin merusaknya.


Kita memang memiliki rasa yang sama, tapi takdir kita berbeda. Kamu memiliki kehidupan yang sempurna, tapi aku memiliki hati yang tak biasa. Tapi percayalah Gia, aku tidak akan pernah melupakan kamu.


Baik-baik yaa di sana, ingatlah aku yang akan selalu menyayangimu, Gia.. 🙃


Wassalamu'alaikum***..


Setelah selesai membacanya, Gia langsung memeluk surat itu dengan erat. Air matanya terus saja menetes tanpa henti, hatinya terasa sangat hancur. Ia tidak tau harus merasakan apa, seketika itu hati dan pikirannya seolah hampa serta kosong. Namun Ia juga tidak punya pilihan lain, selain dari menerima keputusan Bintang walaupun dengan sangat terpaksa.


~***********~


Tokk,, tokk,, tokkk..


"Gia,, bukanya pintunya, kamu baik-baik saja kan ?!" seru Tika yang merasa cemas, karena Gia masih belum juga keluar dari kamar.


Tak berapa lama, pintu terbuka dan Tika segera masuk untuk melihat keadaan adiknya.


"Kamu makan yaa Gii, Kakak sudah siapkan makanan kesukaan kamu.." ucap Tika sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku tidak lapar.." balas Gia dengan ketus, sambil memberikan kertas surat dari Bintang pada Kakaknya.


"Apa ini Gii..?" tanya Tika seraya mengambil kertas surat itu dan membacanya.


"Apa Kakak puas sekarang..?! Lihatlah, Kakak sudah berhasil menjauhkan aku dari Bintang..!" seru Gia dengan suara keras.


"Maafkan Kakak, Gia.. Kakak tidak menyangka kalau perkataan Kakak waktu itu, sampai membuat Bintang akhirnya pergi jauh.." ujar Tika dengan perasaan bersalahnya.


"Perkataan Kakak waktu itu ? Memang apa yang sudah Kakak katakan pada Bintang ?! Cepat katakan..!" bentak Gia yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.


Dengan ragu dan terpaksa, akhirnya Tika menceritakan semua yang telah Ia katakan pada Bintang waktu itu. Dan sudah dapat di tebak, kemarahan Gia bukannya mereda tapi justru semakin memuncak.


"Aku benar-benar tidak ingin melihat Kakak, aku benci..!!"


Ucap Gia pada Tika dan memilih untuk pergi dari rumah, karena tidak ingin bersikap lebih kasar pada Kakaknya itu. Tika yang tidak tau harus berbuat apa, hanya bisa menatap kepergian adiknya dengan air matanya yang sejak tadi mengalir.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2