
Nadya yang telah selesai bersiap-siap, kini bergegas untuk pergi menjemput sese'orang. Dengan berlari kecil, Ia segera menghampiri taksi yang baru saja datang untuk menjemputnya.
"Ayo Pak, kita berangkat sekarang.." seru Nadya yang terlihat begitu semangat.
"Baik, Kak.." sahut Pak supir taksi yang langsung menjalankan mobilnya.
"Rasanya gak sabar pengen cepat ketemu, aku gak mau buat dia menunggu. Jadi aku harus sampai terlebih dulu, sebelum dia tiba.." gumam Nadya sambil tersenyum.
Tak sampai dua jam, taksi yang membawa Nadya kini sudah sampai di tempat tujuan. Ia pun segera turun, dan mencari tempat untuk menunggu. Ia memilih duduk di sebuah kursi, sambil sesekali melihat layar ponselnya.
Di sisi lain, Bintang yang sudah mendarat dengan selamat segera berjalan turun dari pesawat. Kini Ia telah sampai, dan untuk pertama kalinya Bintang menginjakkan kaki di kota M. Kota yang Ia pikir bisa di jadikan tempat untuk menenangkan diri, dari semua yang telah terjadi dan beban pikirannya tentang Fida.
Tak lupa Bintang langsung mengabari Anya, untuk mengatakan bahwa Ia telah sampai di kota M. Lalu Bintang menghubungi Nadya, sambil memperlambat langkah kakinya.
***Bintang: "Kamu dimana Nad, aku udah sampai nih.."
Nadya: "Aku lagi duduk di kursi, di depan pintu keluar yang menghadap ke parkiran. Aku pakai baju warna abu-abu, celana jin dan pakai sepatu hak tinggi.."
Bintang: "Ohh iyaa, aku udah lihat kamu.."
Nadya: " Memang kamu dimana, Bin..?"
Bintang: "Aku tepat di belakang kamu***.."
Nadya segera menoleh ke arah belakang, dan terlihat sosok Bintang yang memakai kaos putih bergambar bintang, dengan kemeja merah kotak-kotak, celana jin dan bersepatu putih.
Untuk sesaat mereka saling berpandangan, dengan senyum yang terukir di bibir. Bintang dan Nadya pun saling mendekat dan berjabat tangan, Bintang yang terus menatap Nadya membuatnya tertunduk malu.
"Ternyata aslinya kamu lebih cantik, Nad.." seru Bintang sambil tersenyum, menatap wajah Nadya yang terlihat memerah menahan malu.
__ADS_1
"Kamu bisa aja Bin, aku biasa aja kok.." balas Nadya dengan malu-malu.
"Ayo kita jalan sekarang, biar kamu bisa cepat istirahat.." ajak Nadya pada Bintang.
Nadya pun segera mencari taksi, dan menuju arah pulang ke rumah kontrakan tempat Nadya tinggal. Di dalam taksi, keduanya hanya diam. Tak ada satupun yang berbicara, sambil sesekali terlihat Bintang yang memijit kepalanya.
"Kamu kenapa Bin, pusing yaa..?" tanya Nadya.
"Iyaa Nad, memang seperti ini kalau melakukan perjalanan.." jelas Bintang sambil memaksakan diri untuk tersenyum.
"Nanti kita beli obat dan buah yaa, sekalian cari tempat untuk makan siang. Kamu pasti udah lapar banget kan..?!" seru Nadya sambil menatap Bintang.
"Belum lapar banget kok, tadi pagi udah sarapan.." ujar Bintang yang sebenarnya sudah sangat lapar, dan perutnya terasa sakit karena maag-nya kambuh di sebabkan telat makan.
Nadya yang tau bahwa Bintang merasakan sakit di bagian perutnya, segera membelikannya makanan, obat dan buah-buahan.
Tak berselang lama, Nadya pun telah kembali dengan membawa kantong plastik di tangannya.
"Kamu yang sabar yaa Bin, gak lama lagi kita sampai kok.." seru Nadya.
"Iyaa Nad, gak apa-apa kok.." balas Bintang sambil menahan sakit di bagian perut dan ulu hatinya.
Kini akhirnya, Bintang dan Nadya telah sampai di depan sebuah rumah kontrakan yang berlantai tiga. Mereka pun turun dari mobil, Nadya lalu mengajak Bintang untuk menaiki tangga menuju lantai dua.
"Tadinya aku ngontrak yang gabung jadi satu dengan pemilik rumah, cuma karena aku ngerasa gak bebas dan kamu juga mau datang jadi aku pindah ke sini.." jelas Nadya pada Bintang.
"Ohh gitu, maaf yaa jadi merepotkan kamu, Nad.." ujar Bintang yang masih merasa pusing.
"Yaa gaklah Bin, kan aku sendiri yang minta kamu untuk datang dan tinggal di sini. Karena aku gak mau kamu terus-menerus di perlakukan kasar oleh Fida, dan karena aku juga..." ucap Nadya yang merasa ragu untuk meneruskan perkataannya.
__ADS_1
"Juga apa, Nad..?" tanya Bintang penasaran.
"Karena aku juga biar ada temannya,hee.." sahut Nadya yang belum bisa berterus-terang.
"Ayo masuk Bin, gak terlalu besar sih. Tapi cukup untuk kita berdua kok.." seru Nadya sambil memperlihatkan setiap ruangan di dalamnya.
"Gimana menurut kamu, kira-kira nyaman gak tinggal di sini..? Kalau gak nyaman, nanti kita cari kontrakan yang lain.." tanya Nadya sambil tersenyum menatap Bintang.
"Aku suka kok, dan mudah-mudahan nyaman. Apa lagi ada kamu,hee" sahut Bintang.
"Syukurlah kalau gitu, Bin.. Ohh iyaa, kamu makan dulu yaa, terus minum obat dan istirahat.." ucap Nadya yang baru teringat, untuk menyuruh Bintang makan.
"Iyaa Nad, ayo kita makan bareng.." ajak Bintang.
"Kamu aja Bin, aku udah makan tadi sebelum jemput kamu.." balas Nadya seraya menyiapkan makanan untuk Bintang.
"Sekarang kamu makan yaa, setelah itu kita sambung lagi ngobrolnya.." seru Nadya sambil menatap Bintang yang memiliki senyuman yang begitu manis.
"Kamu kenapa Nad, kok gitu ngelihatnya..?" tanya Bintang yang sejak tadi merasa, bahwa Nadya terus saja menatapnya.
"Ohh, gak apa-apa Bin, cuma aku lagi merhatiin kok wajah kamu terlihat pucat gitu.." sahut Nadya yang jadi salah tingkah.
"Aku tinggal ke kamar dulu yaa, kamu makan aja Bin.." ucap Nadya sambil berjalan masuk ke kamar sambil tersenyum malu, karena ketahuan memandangi wajah Bintang.
Bintang pun melanjutkan makannya dengan lahap, setelah selesai lalu meminum obat dan segera beristirahat. Ia ingin memanggil Nadya yang masih berada di dalam kamar, tapi Ia ragu karena berpikir mungkin Nadya sedang beristirahat. Tak lama kemudian, Bintang pun ketiduran karena merasakan lelah dan pusing.
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1