
Ini adalah minggu kedua sejak pertama saat Bintang membahas tentang Winda, namun Bintang merasa Nadya semakin berubah dan masih tetap berhubungan dengan Winda. Hal ini terlihat dari sikap Nadya yang tetap acuh dan mengabaikan Bintang, membuat Bintang ingin membahasnya kembali.
Masih ada waktu beberapa jam sebelum Bintang berangkat kerja, Ia pun menunggu Nadya keluar dari kamar mandi.
"Ayo sarapan sayang.." ajak Bintang yang berusaha untuk bersikap seperti biasanya pada Nadya, meski Nadya sudah jarang bersikap mesra pada Bintang.
"Nanti aja, aku belum lapar. Nanti kamu berangkat sendiri yaa, karena aku mau belanja ke pasar.." ucap Nadya yang hari ini libur kerja.
"Biasa juga aku pergi dan pulang sendiri kan, karena sekarang kan kamu sibuk sama yang baru.." sindir Bintang sambil tetap menyantap sarapannya, bubur kacang hijau dan ketan hitam yang sangat Ia suka.
"Kamu sengaja nyindir aku..?" seru Nadya yang langsung merasa kesal.
"Jadi kamu merasa tersindir..? Berarti benar dong dugaan aku, kalau kamu masih berhubungan dengan si Winda anak dari kota S itu kan..!" ujar Bintang yang menghentikan sarapannya.
"Kenapa kamu diam, benar kan apa yang aku omongin barusan..?" tanya Bintang.
"Iyaa maafin aku, Bin.." ucap Nadya lirih sambil menundukkan kepalanya.
"Berapa kali pun kamu minta maaf, kamu pasti akan tetap mengulangi lagi. Yaa udah, kalau gitu aku balik lagi aja ke kota B. Percuma juga aku terus di sini, aku udah gak punya alasan lagi.." jelas Bintang sambil tersenyum, sedangkan di hatinya merasakan sakit.
"Kamu harus tetap di sini, gak boleh pergi kemana-mana. Harusnya kamu bersyukur, karena kamu beruntung bisa sama cewek secantik aku..!" seru Nadya yang menyombongkan dirinya sendiri sambil tersenyum tipis.
Nadya memang memiliki paras wajah yang sangat cantik, lebih tepatnya Ia mirip dengan artis terkenal Shireen.S dengan bibirnya yang mungil dan seksi serta kulitnya yang putih bersih. Namun semua itu tak secantik hatinya, yang saat ini telah di sadari oleh Bintang.
"Aku gak peduli, pokoknya aku mau tetap balik ke kota B.." ucap Bintang sambil bangkit dari tempat duduknya.
Mendengar ucapan Bintang itu, Nadya langsung menarik tangan Bintang hingga terjatuh dan Nadya segera menindih tubuhnya.
"Jangan pergi, aku janji gak akan menghubungi dia lagi. Aku juga akan menghilangkan perasaan aku sama dia, yang penting kamu tetap di sini sama aku yaa.." pinta Nadya dengan raut wajah sedihnya, hingga membuat Bintang tidak tega.
__ADS_1
"Baiklah, tapi kamu benar yaa jangan berhubungan lagi sama Winda. Aku gak suka.." seru Bintang sambil menatap tajam wajah Nadya.
"Iyaa, aku janji sayang.." balas Nadya sambil tersenyum dan mendekatkan bibirnya ke bibir Bintang, kedua bibir mereka pun kini bersentuhan dan menyatu dengan hangat.
Ciuman itupun semakin menuntut, membuat mereka tidak bisa menahan dan kembali melakukan permainan panasnya setelah sekian lama. Sesekali terdengar suara ******* dari mulut Nadya yang merasakan tubuhnya bergetar hebat, ketika mendapatkan pelepasannya.
"Permainanmu hebat sayang, buat aku gak kuat. Aku istirahat dulu yaa, rasanya lelah banget.." ucap Nadya lirih sambil tersenyum.
"Iyaa sayang, istirahatlah. Aku mau mandi dulu yaa.." ujar Bintang seraya mengecup kening Nadya dengan sangat lembut.
Selesai mandi dan bersiap-siap, kini Bintang bergegas untuk berangkat kerja. Di lihatnya Nadya yang sedang tertidur, karena merasa kelelahan setelah melakukan permainan panas bersamanya.
"Aku berangkat kerja dulu yaa sayang, mmmuuaacchhh.." ucap Bintang lirih seraya mengecup lembut kening Nadya.
Bintang lalu berjalan dengan perlahan menuju pintu keluar, Ia tidak ingin membuat Nadya terbangun dari tidurnya.
~************~
"Iyaa Kak, tadi ada urusan mendadak.." balas Bintang sambil tersenyum penuh arti.
"Ayo Kak, kita masuk.." ajak Bintang pada Ika, di ikuti oleh karyawan yang lainnya.
Setelah semua karyawan masuk, mereka segera memulai pekerjaan dan tidak lupa untuk berdo'a meminta keselamatan dan kelancaran dalam bekerja.
"Gimana Bin, udah lancarkan sekarang..?" tanya Darma yang selama ini memperhatikan pekerjaan Bintang yang menurutnya semakin menunjukkan kemajuan.
"Alhamdulillah lancar, Kak.." sahut Bintang sambil tersenyum.
"Nanti malam ikut lembur lagi yaa.." ujar Darma yang sudah percaya dengan cara kerja Bintang.
__ADS_1
"Iyaa, siap Kak..!" sahut Bintang dengan penuh semangat.
Darma sebagai pemilik percetakan buku, memang selalu bersikap ramah dan hangat pada semua karyawannya. Namun terhadap Bintang yang bukan satu-satunya karyawan baru, Ia mendapatkan perhatian lebih dari Darma. Hal ini lantas membuat karyawan baru lainnya merasa iri dan cemburu, Bintang pun tau dan menyadari itu tapi Ia tetap berusaha bersikap baik dan biasa saja.
Saat jam istirahat tiba, Bintang dan Ika duduk bersama sambil menikmati makan siang mereka.
"Kak Ika, kenapa yaa sikap Lara ke aku beda, gak seperti ke anak-anak lainnya..?" tanya Bintang tiba-tiba.
"Masa sih Bin, mungkin cuma perasaan kami aja.." jawab Ika.
"Tapi memang benar Kak, kalau sama aku dia cuek dan jutek. Padahal sama yang lainnya, dia ramah dan banyak cerita.." jelas Bintang.
"Ohh, mungkin dia cemburu sama kamu, Bin.." ujar Ika.
"Kenapa harus cemburu Kak, kita semua kan sama-sama kerja di sini dan aku juga gak pernah ada masalah sama dia.." ucap Bintang.
"Mungkin karena selama ini Kak Darma memberikan perhatian lebih ke kamu dalam hal pekerjaan, terus setiap karyawan lama lembur yang selalu di ajak itu cuma kamu gak pernah kan anak baru yang lain.." jelas Ika sambil tersenyum.
"Iyaa juga sih Kak, selalu aja seperti itu.." seru Bintang sambil menarik nafasnya dengan dalam.
"Maksud kamu, Bin..?" tanya Ika yang tidak mengerti ucapan Bintang.
"Gak ada maksud apa-apa kok Kak,hehee.. Ayo Kak, habiskan makanannya.." seru Bintang.
"Kamu yang traktir kan yaa,hehee.." ledek Ika pada Bintang.
"Boleh, dan Kakak traktir makanan aku kan,hee.." balas Bintang yang membuat keduanya pun tertawa.
Mereka kembali melanjutkan makan siangnya, sambil sesekali bercerita. Hingga akhirnya selesai, lalu meneruskan pekerjaan mereka dengan hati-hati dan semangat.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59