Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Mencari Suasana Baru


__ADS_3

Dua bulan sudah Bintang berada di rumah, Ia pun mulai merasa bosan dan jenuh. Terpikirkan olehnya untuk bekerja lagi, namun di luar kota yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Agar Ia bisa pulang ke rumah, kapanpun yang Ia mau.


"Bagaimana Bin, rasanya enak tidak..?" tanya Ibu pada Bintang yang mencicipi masakannya.


"Enak banget Bu, kan Ibu jago masak. Jadi apapun yang Ibu masak, sudah pasti enak.." sahut Bintang sambil tersenyum


"Kamu terlalu berlebihan memuji Ibu, Bin.." ujar Ibu yang membalas senyuman Bintang.


"Tapi beneran enak banget lho, Bu.." sahut Bintang yang menyakinkan Ibunya.


"Yaa sudah, ayo buruan siapin buat makan siang. Biar nenek kamu bisa secepatnya menikmatinya.." seru Ibu sambil menyiapkan piring dan peralatan makan yang lain.


"Siap, Bu..!" sahut Bintang yang segera membantu Ibunya menyiapkan semua.


Nenek sudah sejak kemarin datang mengunjungi Ayah dan Ibu, karena memang sudah sangat lama nenek tidak datang ke rumah kecuali ada keperluan atau acara keluarga.


"Umii,, ayo kita makan, aku sudah siapkan semuanya.." ajak Ibu pada nenek yang sedang melihat-lihat tanaman di belakang rumah.


"Iyaa, Umii segera datang.." sahut nenek pada Ibu.


Kini mereka bertiga pun sedang menikmati makan siang bersama, sambil sesekali nenek menatap Bintang dengan diam-diam. Bintang yang merasa mendapat tatapan yang berbeda dari neneknya, segera menghabiskan makan siangnya.


"Kamu tidak nambah, Bin..?" tanya Ibu pada Bintang yang telah selesai makan.


"Gak Bu, Bintang udah kenyang.." jawab Bintang sambil berjalan ke arah dapur untuk mencuci piring kotornya.

__ADS_1


"Bintang mau ke rumah Kak Tya dulu yaa Bu, Nek.." seru Bintang yang berusaha menghindar dari Neneknya, karena dari dulu Bintang dan Nenek tidak begitu dekat. Ini di karenakan Bintang tau, Nenek membeda-bedakan setiap cucunya.


"Iyaa, Bin.." jawab Ibu sambil melanjutkan makan siangnya.


"Apa kamu tidak tau sesuatu soal putrimu itu..?" tanya Nenek dengan raut wajah serius.


"Tau apa yaa, Umi..?" ujar Ibu sambil menatap Nenek.


"Selama ini yang sering di telepon oleh putrimu itu adalah perempuan, dia tidak pernah dekat dan berpacaran dengan laki-laki.." ujar Nenek sambil menarik nafasnya dengan dalam.


"Maksudnya bagaimana yaa, Mii..?" tanya Ibu yang tidak mengerti dengan ucapan Nenek.


"Nanti juga kamu akan tau dan mengerti.." balas Nenek yang tidak bisa menjelaskannya secara langsung.


"Iyaa, Umii.." ucap Ibu yang di buat penasaran dan bingung oleh ucapan Nenek.


"Iyaa Mii, kalau Ayah Bintang sudah pulang biar dia saja yang mengantarkan Ibu.." ujar Ibu yang masih memikirkan perkataan Nenek tadi.


"Baiklah kalau begitu, dan satu lagi kamu harus jaga Bintang baik-baik. Putrimu itu tidak seperti anak-anak pada umumnya.." pesan Nenek pada Ibu yang semakin di buat bingung.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada Bintang, kenapa umii bicara seperti itu..?" gumam Ibu dalam hati.


"Kamu dengar tidak apa yang umii katakan barusan..?" tanya Nenek yang tidak mendapat respon dari Ibu.


"Ohb iyaa Mii, aku dengar. Aku akan jaga Bintang baik-baik.." ucap Ibu sambil tersenyum.

__ADS_1


~**********~


Setelah berpamitan pada semuanya, kini Ayah segera mengantarkan Nenek pulang ke rumahnya. Bintang dan Ibu pun masuk ke dalam rumah, sedangkan Tya memilih kembali pulang ke rumahnya.


"Bu,, ada yang mau Bintang omongin sama Ibu.." ucap Bintang pada Ibu yang duduk di sebelahnya.


"Kamu mah ngomong apa, Bin..?" tanya Ibu.


"Bintang mau kerja lagi yaa Bu, tapi di kota P. Gak terlalu jauh kan Bu, jadi setiap bulan atau beberapa bulan sekali Bintang bisa pulang ke rumah.." ujar Bintang pada Ibunya.


"Kenapa tidak di rumah dulu saja Bin, istirahat atau temenin Ayah dan Ibu.." balas Ibu yang terlihat sedih kalau harus di tinggal lagi oleh putri kesayangannya itu.


"Tapi Bintang mau kerja lagi, boleh yaa, Bu..?" rengek Bintang sambil memasang raut wajah memelas.


"Kalau Ayah pasti boleh kok, Bu.." ucap Bintang.


"Mmmh,, yaa sudah kalau kamu mau kerja lagi, tapi harus sering-sering pulang yaa.." ujar Ibu yang dari dulu memang sulit untuk menolak apa yang menjadi keinginan putrinya itu.


"Terimakasih yaa, Bu.. Bintang saaayang banget sama Ibu.." seru Bintang sambil memeluk Ibunya.


"Ibu juga sayang banget sama kamu, Bin.." balas Ibu sambil mengusap-usap rambut Bintang dengan penuh kasih sayang.


Di dalam diam, Ibu masih saja memikirkan perkataan Nenek tadi siang yang membuat pikirannya jadi tidak tenang..


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2