
Bintang yang merasa khawatir dengan keadaan Ayu dan Resha, mencoba menghubungi Ayu untuk bertanya tentang keadaannya.
***Bintang: "Assalamu'alaikum, Mbak Ayu.. Gimana kabar Mbak dan Resha, baik-baik ajakan..?"
Ayu: "Wa'alaikumsalam, Bin.. Alhamdulillah kami di sini baik. Kamu sendiri gimana, Bin..?"
Bintang: "Syukurlah kalau baik, alhamdullilah aku juga baik kok, Mbak.."
Ayu: "Kamu gak mau tanya, kabar Sany gimana..?"
Bintang: "Pasti dia baiklah, Mbak.. Apa lagi udah gak ada aku di sana, pasti dia bebas.."
Ayu: "Tapi dia lagi sakit Bin, gak tau kenapa. Mungkin karena di tinggal kamu kali,hehee.."
Bintang: "Mbak bisa aja, yaa gak mungkinlah.."
Ayu: "Yaa mungkin aja, Bin.."
Bintang: "Biarin ajalah Mbak, aku gak mau peduli lagi. Yang penting, Mbak dan Resha baik-baik yaa di sana.."
Ayu: "Iyaa Bin, kamu juga baik-baik yaa.."
Bintang: "Yaa udah kalau gitu Mbak, aku matiin dulu teleponnya. Jangan bilang Sany kalau aku telepon yaa Mbak.. Wassalamu'alaikum.."
Ayu: "Iyaa Bin, wa'alaikumsalam***.."
Selesai menghubungi Ayu, Bintang segera mendatangi rumah Tya yang berada di samping rumah orang tuanya.
"Tumben jam segini Kakak gak masak..?" tanya Bintang yang melihat Tya sedang bermain bersama Rahma, putrinya.
"Iyaa memang gak masak Bin, nanti beli aja. Karena kalau masak sering gak habis, kan cuma berdua aja di rumah.." sahut Tya
"Memang Mas Ardi kemana, Kak..?" tanya Bintang lagi.
__ADS_1
"Mas Ardi ada kerjaan di luar kota, beberapa hari baru pulang.." ujar Tya.
"Kamu gimana sama Sany, masih ada komunikasi..?" tanya Tya pada Bintang.
"Udah gak ada Kak, lagi pula buat apa. Kan udah gak ada hubungan apa-apa lagi, gak mau aku berurusan sama orang seperti itu.." jawab Bintang sambil menghela nafasnya dengan berat.
"Lain kali kamu harus lebih hati-hati, dalam berteman dan menilai seseorang, Bin.." ucap Tya mengingatkan.
"Entahlah Kak, kadang itu yang sulit. Apa lagi kalau udah sayang, pasti percaya dan berusaha keras untuk gak berprasangka buruk.." jelas Bintang.
"Intinya semua yang terjadi harus kamu jadikan pelajaran, gak semua yang terlihat baik itu di dalamnya juga baik, Bin.." seru Tya yang tidak ingin lagi adiknya itu di bohongi dan di sakiti.
"Iyaa Kakak memang benar, aku akan ingat itu, Kak.." sahut Bintang sambil tersenyum, Ia merasa sangat senang karena Kakaknya sangat peduli padanya.
~***********~
Malam harinya..
"Ayah tau tidak..?" tanya Ibu dengan wajah serius.
"Yaa Ayah tidak tau Bu, kan Ibu belum cerita.." jawab Ayah dengan tersenyum.
"Iyaa juga yaa,hee.. Yaa sudah Ibu kasi tau Ayah. Selama Bintang pulang, Ibu lihat Bintang sering teleponan dan kadang tersenyum tertawa gitu, Yah. Sepertinya Bintang sudah punya pacar.." ujar Ibu.
"Memang Ibu sudah tanya ke Bintang..? Mungkin saja teleponan sama temannya, Bu.." sahut Ayah sambil meneguk segelaskopi hangat.
"Belum sih Yah, tapi nanti akan Ibu tanya.." ucap Ibu sambil memikirkan sesuatu tentang putri kesayangannya itu.
"Nah itu Bintang, Bu.." seru Ayah yang melihat Bintang berjalan menuju kamarnya.
"Bintang,, tunggu sebentar.." panggil Ibu sambil meminta Bintang untuk bersama mereka.
"Ada apa, Bu..?" tanya Bintang yang langsung menyimpan ponselnya di saku celana.
__ADS_1
"Pacar kamu anak mana, Bin..? Apa pekerjaannya..? Kenapa tidak di ajak ke rumah aja..?" tanya Ibu yang bertanya seperti seorang wartawan.
"Pacar, maksud Ibu..?" ucap Bintang yang justru balik bertanya, karena merasa bingung dengan pertanyaan Ibunya.
"Iyaa pacar kamu, yang setiap hari kamu telepon itu.." jelas Ibu.
"Ohh, itu bukan pacar Bu, tapi teman.." balas Bintang.
"Teman, tapi kok tiap hari teleponan. Terus kamu juga senyum-senyum begitu, seperti sama pacar.." ujar Ibu yang merasa ada yang di sembunyikan oleh Bintang.
"Memang teman kok, Bu.." jawab Bintang yang baru sadar, kalau ternyata Ibunya diam-diam memperhatikannya.
"Masa sih Bin, kamu tidak bohong kan..?" seru Ibu yang masih tidak percaya dengan jawaban Bintang.
"Iyaa benar Bu, Bintang gak bohong kok.." jawab Bintang berusaha meyakinkan Ibunya.
"Yaa udah Bu, Bintang mau ke kamar dulu yaa.." ucap Bintang sambil bergegas masuk ke kamar, karena tidak ingin Ibunya bertanya tentang sesuatu yang tidak ingin Ia jawab.
"Iish,, anak itu main pergi saja, Ibu kan belum selesai bicara.." ujar Ibu pada Ayah.
"Yaa sudah Bu, biarkan saja. Mungkin memang benar, kalau Bintang belum punya pacar.." ucap Ayah.
"Tapi Ibu merasa aneh Ayah, dari dulu Ibu perhatikan Bintang itu sering teleponan tapi bukan sama pacar. Tiap di tanya, jawabnya teman. Terus teman perempuan, bukan laki-laki.." jelas Ibu.
"Memang Ayah tidak tau sesuatu..? Kan Ayah orang pintar,mmmh.." tanya Ibu pada Ayah.
"Biarkan saja Bu, nanti kalau Bintang punya pacar juga pasti kita tau. Yaa sudah, Ayah mau ke kamar dulu istirahat.." sahut Ayah seraya pergi meninggalkan Ibu sendiri.
"Ayah sama anak sama saja, kalau di ajak ngomong serius malah pada kabur.." gerutu Ibu yang merasa kesal.
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1