
Sejak kejadian malam itu, kini kondisi Bintang menjadi memburuk. Sudah tiga hari Ia tidak bisa masuk kerja, di karenakan keadaannya yang masih sakit dan lemah. Mery yang merasa sangat sedih dan cemas melihat kondisi Bintang, memintanya untuk di rawat saja ke rumah sakit. Agar ada yang menjaga dan merawatnya dengan baik, namun Bintang selalu saja menolak.
"Gimana keadaan kamu sekarang, Bin..?" tanya Mery yang baru saja pulang dari tempat kerjanya.
"Udah lebih baik kok Mer, kamu tenang aja.." ucap Bintang sambil tetap tersenyum. Ia sengaja berbohong, karena tidak ingin membuat Mery merasa khawatir dengan keadaannya yang sebenarnya semakin lemah.
"Syukurlah kalau gitu Bin, tapi kenapa kamu masih kelihatan pucat dan sekarang kamu jadi kurus banget.." ujar Mery yang memperhatikan wajah dan tubuh Bintang.
"Namanya juga orang lagi sakit, yaa pasti jadi kurus masa iyaa jadi gemuk.." sahut Bintang.
"Iyaa juga yaa Bin,hehee.. Aku mau mandi dulu yaa, kamu istirahat aja lagi.." seru Mery sambil berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tak lama setelah itu, Mery pun telah selesai mandi. Kini Ia pun duduk di sebelah Bintang, lalu menyalakan televisi sambil mengupas buah salak untuk di berikan pada Bintang.
"Ini Bin, makan buah yang banyak. Karena kamu masih sedikit terus makannya, jadi kurus begitu.." ujar Mery.
"Namanya juga orang sakit Mer, pasti selera makannya jadi berkurang dan hilang.." sahut Bintang.
"Iyaa juga sih, tapi kamu juga kan keras kepala. Susah makan, susah tidur dan susah juga ngelupain si ulat bulu itu kan.." seru Mery.
"Bukan gitu Mer, tapi-" Bintang tidak melanjutkan ucapannya, karena saat ini kesedihan langsung menghampiri. Ia berusaha untuk kuat, dan menahan air matanya agar tidak terjatuh.
"Tapi apa, Bin..?" tanya Mery.
"Gak apa-apa Mer, gimana di tempat kerjaan hari ini, lancar..?" tanya Bintang yang sengaja mengalihkan pembicaraan, Ia tidak ingin kalau harus membahas tentang Yumie. Karena itu hanya akan menambah rasa sedih dan sakit di dalam hatinya, atau membuatnya harus meneteskan air mata.
"Lancar Bin, cuma tadi bos bilang. Kalau memang kamu belum sembuh juga dan belum bisa untuk masuk kerja, nanti bos bakalan cari orang untuk gantikan pekerjaan kamu untuk sementara waktu.." jelas Mery.
"Ohh, iyaa Mer gak apa-apa kok, kalau memang bos cari orang baru untuk gantikan aku. Karena sebenarnya aku juga ngerasa gak enak, udah beberapa hari ini gak bisa masuk kerja.." ujar Bintang.
__ADS_1
"Kamu tenang aja Bin, kalau soal itu bos bisa ngerti kok. Nanti juga kalau kamu udah sembuh, tetap harus masuk kerja lagi kok.." ucap Mery yang tidak ingin Bintang berpikir bahwa Ia akan di pecat.
"Iyaa Mer, aku tau itu. Tapi mungkin lebih baik aku berhenti kerja aja, sepertinya aku butuh waktu lama untuk benar-benar sembuh dan pulih.." ujar Bintang sambil menghela nafasnya dengan dalam.
"Kenapa harus berhenti kerja Bin, bos bisa ngerti kok dengan keadaan kamu sekarang.." sahut Mery yang tidak setuju dengan keinginan Bintang untuk berhenti kerja.
"Aku pengen benar-benar sembuh dulu Mer, dan aku tau itu pasti butuh waktu yang lama. Aku capek Mer.." seru Bintang.
"Hati dan pikiran kamu yang capek Bin, aku bisa ngerti soal itu. Jadi kamu yakin mau berhenti kerja aja..?" tanya Mery yang ingin memastikan.
"Iyaa Mer, aku yakin. Nanti aku ngomong langsung ke bos aja.." ucap Bintang.
"Terserah kamu aja Bin, gimana baiknya.." balas Mery.
"Aku juga pengen pulang, Mer.." seru Bintang.
"Pulang kemana maksud kamu, Bin..?" tanya Mery.
"Husst,, kamu ini Bin, sembarangan aja kalau ngomong. Gak baik tau.." balas Mery yang merasa kesal mendengar ucapan Bintang barusan.
"Iyaa iyaa maaf, kan cuma bercanda.." ucap Bintang sambil tersenyum.
"Iyaa di maafin, awas aja kalau di ulangi.." balas Mery yang kini terlihat sedih.
"Berarti kalau nanti kamu pulang, aku sendirian dong di kost-an. Gak ada lagi yang mau aku isengin dan kerjain,mmmh.." ucap Mery sambil menarik nafasnya dan tertunduk lesu.
"Kamu kan bisa cari pacar, terus kamu ajak deh dia tinggal bareng sama kamu di kost-an.." ujar Bintang.
"Kamu ngomong aja sih enak, tapi kenyataannya kan susah. Apa lagi yang mau di ajak tinggal bareng, mau cari dimana coba.." ucap Mery.
__ADS_1
"Cari aja di kebun binatang, kan banyak tuh tinggal pilih.." seru Bintang sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Kamu pikir aku monyet atau gajah gitu..?! Dasar nih anak, mulutnya minta di cium ehh di jahit maksudnya,hehee.." sahut Mery seraya melempar Bintang dengan biji salak.
"Auww,, sakit tau Mer,mmmh.." rengek Bintang sambil mengusap-usap keningnya yang terkena lemparan biji salak oleh Mery.
"Itu akibatnya kalau ngomong sembarangan,hehehee.." ucap Mery sambil tersenyum senang melihat Bintang yang kesal, karena merasakan sakit di keningnya.
~************~
Di sisi lainnya ,Tya yang sejak tadi melihat Ibu termenung, kini segera menghampirinya. Karena bukan kali ini saja Ia melihat Ibunya seperti itu, melainkan sudah beberapa hari ini. Namun baru sekarang Tya memberanikan dirinya untuk bertanya, tentang apa yang menyebabkan Ibunya jadi sering melamun.
"Bu,, apa Ibu sedang sakit atau ada sesuatu masalah yang Ibu pikirkan..? Karena beberapa hari ini Tya lihat, Ibu sering melamun.." ujar Tya yang juga merasa cemas.
"Ibu tidak sakit ataupun ada masalah, tapi Ibu cuma kepikiran dengan adik kamu, Bintang. Beberapa hari ini perasaan Ibu tidak enak, takut Bintang kenapa-kenapa. Ibu sudah coba hubungi nomornya, tapi tidak bisa.." ujar Ibu dengan raut wajahnya yang sedih.
"Ohh, jadi itu yang buat Ibu akhir-akhir ini sering melamun,mmmh.. Ibu tenang aja yaa, Bintang baik-baik aja kok. Kemarin Bintang ada ngubungin Tya, dan dia sehat kok Bu.. Jadi Ibu jangan mikirin yang bukan-bukan.."
Tya yang tidak ingin membuat Ibunya semakin khawatir, terpaksa harus berbohong tentang keadaan Bintang yang sebenarnya. Karena Bintang telah berpesan, untuk tidak menceritakan apapun tentang apa yang terjadi padanya. Terutama tentang dirinya yang saat ini sedang sakit, Bintang tau bahwa Ibunya pasti akan sangat cemas.
"Syukurlah kalau Bintang baik-baik saja, anak itu suka buat Ibu khawatir. Harusnya dia juga ngomong ke Ibu, kalau keadaannya baik-baik saja.." ujar Ibu yang kini bisa bernafas lega.
"Iyaa Bu, lebih baik sekarang Ibu istirahat aja di kamar yaa.." ucap Tya sambil tersenyum.
"Iyaa Tya, Ibu mau ke kamar dulu. Kamu juga istirahat.." Ibu pun meninggalkan Tya sambil berjalan menuju ke kamar.
"Maafin Tya yaa Bu, karena udah berbohong soal keadaan Bintang yang sebenarnya.."
Gumam Tya dalam hati, seraya menghela nafasnya dengan berat. Lalu berjalan menuju kamar, untuk beristirahat bersama putrinya yang telah tertidur sejak tadi...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59