Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Memberi Kesempatan


__ADS_3

Beberapa minggu telah berlalu, sejak Sany mengutarakan isi hatinya pada Bintang. Namun hingga saat ini, Bintang masih belum memberikan jawaban. Ia masih ragu dengan perasaannya sendiri, terlebih karena Bintang merasa masih ada sesuatu yang di tutupi Sany darinya.


"Mbak Bintang,, kok bengong aja sih..? Nasinya nangis tuh, dari tadi Mbak cuekin aja,hee.." seru Jelita yang menemani Bintang makan siang di kantin pabrik.


"Siapa yang bengong, gak kok. Ini juga mau makan.." sahut Bintang yang mulai menyantap makanan di depannya.


"Mbak mikirin pacarnya yaa, sabar Mbak. Besok juga libur dan malam minggu juga, jadi bisa mojok semalaman.." ucap Jelita yang menggoda Bintang.


"Iyaa mojok sama bantal guling,hahaa.." ujar Bintang sambil tertawa kecil.


"Jadi Mbak Bintang ini jomblo..?" tanya Jelita dengan serius.


"Saya bukan jomblo Jel, cuma gak memiliki pasangan aja. Kenapa saya gak memiliki pasangan, karena saya memilih jomblo,hehehee.." jawab Bintang yang di sertai dengan tawanya.


"Iish,, Mbak ini aku serius lho.." ujar Jelita dengan wajah cemberut.


"Saya juga serius Jell, udah jangan protes. Wanita itu selalu benar, kalau pun salah harus tetap di benarkan. Kalau ada yang protes, berarti dia bukan wanita, perempuan, cewek ataupun sejenisnya.." ucap Bintang yang langsung membuat keduanya tertawa terkekeh-kekeh.


"Mbak Bintang ini, ternyata bisa bercanda juga yaa,hehee.." sahut Jelita sambil meneruskan makan siangnya.


"Yaa bisa dong Jell, kalau serius terus nanti semakin tambah tuanya,hee.." seru Bintang yang telah selesai menghabiskan makanannya.


"Bener sih Mbak, kaya aku nih suka bercanda jadi awet muda. Iyaa kan Mbak..?!" tanya Jelita dengan penuh percaya diri.


"Iyaa bener Jell, setuju.." balas Bintang sambil bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju kasir.


"Ini Pak, sekalian punya Jelita juga.." seru Bintang pada kasir kantin, sambil menyerahkan selembar uang.

__ADS_1


"Ini kembaliannya, terimakasih yaa Mbak.." ucap Bapak penjaga kasir.


"Iyaa Pak, sama-sama.." balas Bintang sambil kembali ke tempat duduknya.


"Jell, saya masuk pabrik duluan yaa, punya kamu udah sekalian tadi. Jadi gak usah bayar lagi.." seru Bintang sambil berjalan meninggalkan Jelita.


"Ohh, iyaa Mbak Bintang, terimakasih. Sering-sering aja yaa,hehee.." sabut Jelita dengan senyum di wajahnya, sambil melihat Bintang yang sudah jauh berjalan.


~***********~


Malam harinya, terlihat Bintang yang sedang duduk sambil menonton televisi. Ia melihat jam pada pergelangan tangannya, sudah jam delapan malam tapi belum ada tanda-tanda kehidupan di dalam rumah Sany.


"Apa mungkin Sany dan Resha sedang pergi..?!"


Bathin Bintang, sambil bangkit berdiri dan berjalan menuju ke dapur untuk membuat kopi.


"Assalamu'alaikum, Bintang..!" ucap seorang perempuan dari luar pintu.


"Wa'alaikumsalam.." balas Bintang sambil membuka pintunya.


"Ohh, kamu San, ayo masuk..!" ajak Bintang sambil berjalan ke arah kursi.


"Iyaa Bin, ini ada martabak keju kesukaan kamu.." seru Sany sambil menyodorkannya pada Bintang.


"Terimakasih yaa San, pake repot-repot segala. Sebentar yaa, aku ambil piring.." ujar Bintang seraya berjalan menuju dapur.


"Ini sekalian aku buatin teh manis buat kamu.." ucap Bintang yang kembali dengan piring dan teh manis di tangannya.

__ADS_1


"Iyaa Bin, terimakasih.. Aku pikir tadi kamu sudah tidur, karena kamu bukain pintunya agak lama.." jelas Sany sambil tersenyum penuh arti.


"Ohh, iyaa maaf San, tadi aku lagi di dapur buat kopi.." ujar Bintang yang membalas senyuman Sany.


"Yaa udah di minum dulu teh nya dan makan juga martabaknya, San.." ajak Bintang sembari meneguk kopi buatannya yang masih lumayan panas.


"Iyaa Bin, kamu juga.." balas Sany yang menikmati teh manis hangat buatan Bintang.


"Ohh, iyaa Bin, ini sudah beberapa minggu. Apa kamu masih belum bisa memberikan jawabannya..?" tanya Sany dengan hati-hati, karena tak ingin memberikan kesan memaksa pada Bintang.


"Ohh itu,, iyaa San maaf. Aku sendiri juga masih bingung harus memberikan jawaban apa.." jelas Bintang yang merasa tidak enak karena sudah membuat Sany menunggu.


"Iyaa aku bisa ngerti kok, karena kamu bukan seperti aku. Pasti kamu butuh banyak waktu memikirkannya, tapi aku harap kamu bisa memberi aku kesempatan. Karena aku serius sayang sama kamu, Bintang.." jelas Sany yang menatap wajah Bintang dengan penuh harap.


"Mmmm,,gimana yaa San.." ucap Bintang dengan rasa bingung.


"Resha juga sayang sama kamu, Bin.. Dia banyak cerita tentang kamu sama aku, bahkan di dalam mimpinya pun kadang dia menyebut nama kamu saat mengigau.." ujar Sany yang berusaha meluluhkan hati Bintang.


"Ohh yaa,mmmh.. Resha memang anak yang pintar dan menggemaskan.." sahut Bintang sambil memikirkan perkataan Sany padanya.


"Terus gimana Bin, kamu maukan menjalani hubungan sama aku..?!" tanya Sany lagi.


"Mmmm,, baiklah, akan aku coba menjalaninya sama kamu, San.."


Sahut Bintang yang langsung membuat Sany terlihat sangat girang, bahkan hampir memeluk Bintang tapi Bintang menghindarinya. Mungkin karena belum biasa, dan Sany bisa memakluminya...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2