
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, Bintang, Hira dan Lisa telah lulus sekolah dasar dengan hasil yang sangat baik. Namun mereka harus terpisah, karena masing-masing mereka melanjutkan pendidikan di sekolah yang berbeda.
"Bin, selamat yaa, kamu lulus dengan nilai yang bagus banget." ucap Hira sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan memeluk Bintang.
"Iya Bin, selamat juga buat kamu." seru Lisa yang tak mau ketinggalan, sambil ikut memeluk Bintang.
"Makasih yaa, kalian memang teman yang paling baik. Ini semua juga karena kalian, yang selama ini ikut membantu aku dalam pelajaran." sahut Bintang yang membalas pelukan mereka.
"Selamat juga untuk kalian berdua, yang lulus dengan nilai yang tak kalah bagusnya dariku.." tambah Bintang lagi.
"Sama-sama yaa Bin.." balas Hira dan Lisa bersamaan.
"Oh yaa, gimana kalau sekarang kita makan-makan, aku yang traktir deh.." ajak Bintang dengan senyuman manisnya yang khas.
"Yaa udah ayuk Bin, perutku juga udah laper banget nih.." jawab Hira dengan begitu semangat.
"Kamu gimana Lis, mau kan ?." tanya Bintang pada Lisa yang masih terdiam, tanpa reaksi apapun.
"Maaf yaa Bin, Hira, aku gak bisa. Karena setelah acara kelulusan selesai, mama dan papa akan mengajak aku untuk melihat sekolah SMP tempatku bersekolah nanti." jelas Lisa dengan raut wajahnya yang terlihat agak sedih, karena terpaksa harus menolak ajakan Bintang.
"Yaa udah Lis, kalau memang gak bisa. Gak papa kok.." jawab Bintang sambil menarik nafasnya dengan berat, namun tetap tersenyum pada Lisa.
"Makasih ya Bin, aku pamit duluan yaa Bin, Hira.." seraya memeluk kedua temannya itu dan berlalu pergi sambil melambaikan tangannya. Hingga bayangannya pun semakin jauh, tak terlihat lagi.
__ADS_1
"Udah sih Bin, jangan nangis gitu.." goda Hira melihat wajah Bintang yang tampak bersedih.
"Siapa juga yang nangis, enak aja.." gerutu Bintang sembari meninggalkan Hira.
"Hei,, tunggu aku Bin, kau ini sensi sekali. Lagi datang bulan kah,hehee.." goda Hira lagi yang sangat senang, karena telah berhasil membuat temannya itu kesal.
"Kita makan bakso di tempat biasa itu ya Bin, kangen sama rasanya yang enak banget.." Hira langsung membayangkannya.
"Gak jadi, aku mau pulang ke rumah aja." ucap Bintang dengan ketus.
"Kok gak jadi sih Bin..?! pokoknya harus jadi." Hira langsung menarik tangan Bintang, lalu menyeretnya dengan paksa.
"Kau ini, soal makanan aja selalu semangat. Giliran buat pr, ampun deh pasti langsung mendadak lemes.." sahut Bintang sambil menggelengkan kepalanya.
"Kau ini selalu banyak alasan." sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Hira.
"Akhirnya sampai juga, pesan tiga ya Bang. Satu mie ayam bakso dan dua bakso yang bakso satunya di bungkus.." tanpa menunggu lama Hira langsung memesannya.
"Kok di bungkus juga Raa, memang buat siapa ?." tanya Bintang.
"Buat aku bawa pulang Bin,hee.. boleh ya ya yaa.." rengek Hira yang memasang wajah seperti anak kecil.
"Yaa udah iya boleh, kau ini pintar sekali memanfaatkan kesempatan.." jawab Bintang sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Iyaa donk, kapan lagi coba kalau gak sekarang,hehee.." sambil menikmati bakso yang telah ada di depannya.
"Pelan-pelan makannya Raa, nanti keselek tau.." seru Bintang yang melihat Hira makan dengan semangatnya.
"Habis laper sih, terus enak juga. Aku pesan jus juga ya Bin, haus..." pinta Hira.
"Iya pesan aja Ra.." balas Bintang.
"Bang, jus jeruknya dua yaa, satu di bungkus." ucap Hira pada sang penjual.
" Bungkus lagi ? dasar kau ini yaa.." seru Bintang sambil mencubit hidung Hira.
"Auww, sakit Bin.. boleh kan yaa Bin,hee.." tanya Hira.
"Iya boleh aja, tapi bayar sendiri.."
"Kau ini perhitungan sekali.." seru Hira yang langsung memasang wajah manyun nya.
"Yahh, ngambek dia,hahaa.. iyaa boleh Raa, dari pada nanti nangis.." ucap Bintang yang di tatap tajam oleh Hira, namun seketika tersenyum.
"Makasih ya Bin,hee.." mereka pun melanjutkan makannya, sambil bercerita tentang sekolah yang telah mereka pilih.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊