
Bintang yang masih asyik tidur, kini terbangun karena mendengar suara ketukan pintu. Dengan mata yang masih agak terpejam, Ia pun bangkit dengan langkah yang gontai.
"Siapa sih pagi-pagi begini bertamu, hoammm.." ucap Bintang lirih dengan mata yang masih mengantuk, lalu perlahan membuka pintu.
"Kok tidak ada orang ? Pasti orang iseng nih.." seru Bintang sambil melangkah masuk ke rumah.
Namun saat hendak menutup pintu, Ia di kejutkan oleh suara Resha yang sangat keras.
"Baaaa......!" seru Resha.
"Ehh, ada kodok loncat,, astagfirullah Resha..! Kamu ngagetin Tante aja, untung jantung Tante gak loncat keluar,mmmmh.." ujar Bintang sambil memegang dadanya yang terasa sesak.
"Hee,,iyaa maaf Tante, Resha kan cuma bercanda.." balas Resha dengan senyum lucunya.
"Iyaa iyaa, lain kali Resha jangan gitu lagi lho.." ucap Bintang sambil menarik nafasnya dengan dalam.
"Terus Resha ngapain pagi-pagi sudah gedor-gedor pintu rumah Tante ? Padahal tadi Tante lagi mimpi indah.." seru Bintang yang masih ingat dengan mimpinya bertemu dengan seorang wanita cantik.
"Resha cuma mau bilang ke Tante, kalau resha udah sembuh. Jadi Tante harus beliin aku es krim yang banyak,hee.." sahut Resha sambil menunjukkan ke sepuluh jarinya.
"Ohh yaa, beneran Resha sudah sembuh ?" tanya Bintang sambil meletakkan tangannya di kening Resha.
"Iyaa Resha sudah tidak demam lagi, Tante juga tidak mendengar Resha batuk-batuk beberapa hari ini.." ucap Bintang.
"Terus kapan Tante beliin aku es krim, kan Tante udah janji.." rengek Resha dengan mata berkaca-kaca.
"Iyaa pasti Tante beliin Resha es krim yang banyak, tapi nanti yaa.. Tante mau mandi dan sarapan dulu.." ucap Bintang sambil mencubit pipi Resha yang menggemaskan.
"Oke Tante, Resha tunggu yaa.." sahut Resha yang kini merasa sangat senang.
"Sekarang Resha masuk ke rumah dulu yaa sayang, nanti kalau Tante sudah selesai semua baru kita pergi beli es krim. Oke anak cantik..!" seru Bintang pada Resha.
"Oke Tante.." balas Resha sambil berjalan masuk ke rumahnya.
"Ohh yaa Resha, Mamaa masih belum bangun yaa..?" tanya Bintang tiba-tiba.
__ADS_1
"Iyaa Tante, Mamaa masih tidur.." jawab Resha.
"Ohh,, yaa sudah Resha buruan masuk ke dalam.." ujar Bintang sambil tersenyum.
Setelah memastikan bahwa Resha sudah masuk ke dalam rumah, Bintang pun juga ikut masuk. Ia segera mengambil handuk, dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Selesai mandi dan berpakaian, kini Bintang bergegas menuju dapur untuk membuat sarapan. Ia memilih untuk membuat nasi goreng kesukaannya, dengan telur ceplok dan selada di atasnya.
~************~
Tokk,, tokk,, tokk..
"Assalamu'alaikum.." ucap Bintang sambil mengetuk pintu rumah Sany.
"Wa'alaikumsalam,, ternyata kamu Bintang.." balas Sany yang terlihat berpakaian rapi, seperti ingin pergi.
"Iyaa Sany, aku mau mengajak Resha beli es krim. Apa kamu mau ikut..?" tanya Bintang dengan ragu.
"Sepertinya tidak bisa, karena aku sudah ada janji dengan teman.." jawab Sany dengan senyuman.
"Ohh,, iyaa tidak apa-apa Sany, mungkin lain kali.." ujar Bintang.
"Iyaa Sany, terimakasih sudah mengijinkan Resha pergi denganku.." ucap Bintang sambil tersenyum.
"Sama-sama Bintang.." balas Sany.
Di saat itu, tiba-tiba datang seorang wanita dengan model rambutnya yang pendek seperti seorang pria. Serta penampilannya yang tomboy, berjalan menuju ke arah Sany.
"Kamu sudah siap sayang ? Ayo kita pergi.." ucap wanita itu sambil menatap tajam pada Bintang.
"Apa aku tidak salah dengar, wanita itu memanggil Sany dengan panggilan sayang..?? Jangan-jangan Sany..." gumam Bintang dalam hati.
"Iyaa aku sudah siap, sebentar aku pamit sama Resha dulu.." ucap Sany sambil masuk ke dalam rumah.
Tak lama kemudian, Sany keluar bersama Resha di sampingnya.
__ADS_1
"Tante Bintang udah datang dari tadi yaa..? Tadi aku nyobain baju yang pas dulu Tante jadinya lama.." jelas Resha pada Bintang.
"Iyaa Resha, tidak apa-apa. Tante belum lama kok.." sahut Bintang sambil tersenyum.
"Sayang,, Mamaa mau pergi dulu yaa, Resha sama Tante Bintang dulu. Nanti Mbak Dewi juga datang, buat nemenin Resha di rumah kalau Resha sudah pulang.." ucap Sany sambil mengelus rambut putrinya.
"Iyaa Maa.." balas Resha yang melihat Mamaa nya sudah berjalan pergi setelah mencium kedua pipinya.
"Kok Resha malah bengong ? Ayo kita pergi beli es krim.." ajak Bintang.
"Resha gak suka sama orang itu, Tante.." ucap Resha tiba-tiba.
"Orang itu siapa sayang..?" tanya Bintang yang bersikap seolah tidak tau.
"Itu Tante tadi yang kaya o'om.." ucap Resha dengan jawaban lugunya, membuat Bintang menahan tawa mendengarnya.
"Resha tidak boleh melihat orang hanya dari penampilannya yaa sayang, Tante tadi tetap seorang perempuan dan Resha harus menghormatinya.." jelas Bintang yang tidak ingin Resha menilai buruk orang lain.
"Tapi dia itu pernah memukul Mamaa Resha, Tante.." sahut Resha yang masih mengingat kejadian malam itu.
"Memukul Mamaa bagaimana ?" tanya Bintang yang mulai penasaran.
"Dulu Resha pernah melihat dia memukul Mamaa, Tante.." ujar Resha.
"Ohh,, mungkin waktu itu ada nyamuk yang gigit Mamaa, makanya sama Tante itu di pukul.." seru Bintang yang tidak ingin Resha mengingat kejadian buruk yang terjadi pada Mamaa nya.
"Jadi gitu yaa, Tante.." ucap Resha.
"Iyaa sayang, sekarang kita beli es krim yukk..!" ajak Bintang yang di sambut gembira oleh Resha.
"Ayukk Tante..!" sahut Resha dengan semangatnya.
Keduanya pun pergi ke sebuah toko swalayan yang terdekat, untuk membeli banyak es krim seperti yang Bintang janjikan pada Resha. Di perjalanan, Bintang terus saja memikirkan apa yang telah Resha ceritakan padanya.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi pada Sany ? Apa dia juga sama sepertiku..?" gumam Bintang dalam hati.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59