
Di sebuah rumah yang sederhana, terlihat sebuah keluarga yang sedang sibuk menyantap sarapan paginya masing\-masing.
"Nak, pelan-pelan makan roti bakarnya, nanti keselek lho." ucap ibu memperingatkan Bintang yang melihatnya terburu-buru menikmati sarapannya.
"Iya Bu, gak pa2. Bintang buru-buru nih, roti bakarnya juga enak Bu." sembari terus mengunyah roti bakar yang ada di mulut.
"Ya sudah, kalau memang enak habiskan semua ya gadis kecil ayah.." ucap Ayah menimpali, sambil mengusap rambut Bintang anak perempuan kesayangannya itu dan mencubit pipinya.
"Ayah,, jangan gtu ihh, aku kan bukan anak kecil lagi." ujar Bintang kesal yang sering kali protes, jika ayahnya memperlakukan ia dengan manja dan seperti anak kecil.
"Dasar anak kecil, ngambek aja terus,hihii.." ucap kak Tya, kakak pertama Bintang.
"Kalau suka ngambek itu tandanya anak kecil tau, kan yah.." kak Nia pun ikut meledek Bintang, adik yang suka ia isengin itu.
"Sudah, sudah.. habiskan sarapannya, jangan ganggu adik kalian terus." seperti biasa ibu yang selalu melerai mereka.
"Aku berangkat sekolah dulu Bu, dari pada di gangguin kunti-kunti cantik,hahaa.." ejek Bintang pada kakak-kakaknya, yang sudah menatapnya dengan tajam.
"Ya sudah, hati-hati ya nak. Lihat kiri-kanan kalau nyebrang. Jangan jajan sembarangan, jangan berbicara dengan orang asing, jangan..." pesan Ibu Nuri yang belum selesai bicara, tapi karena Bintang langsung memotongnya.
__ADS_1
"Cukup Bu, itu udah kebanyakan. Nanti aku sakit perut,hee.. lagi pula aku kan mau pergi sekolah, bukan mau pergi ke dunia lain." Seloroh Bintang yang langsung di cubit hidungnya oleh ayahnya.
"Gadis kecil ayah ini, ibu itu gak mau kamu kenapa-kenapa sayang.." ucap ayah menjelaskan.
"Iya yah, Bintang hati-hati kok. Bintang pergi dulu ya ayah, bu dan kakak-kakak ku yang usil." sambil mencium tangan mereka semua satu persatu, hingga ia pun bergegas pergi dan berlalu meninggalkan mereka yang menatapnya dengan senyuman.
Ayah, kak Tya dan kak Nia pun segera ikut pamit pada ibu. Ayah pergi bekerja di kebun, sedangkan kak Tya dan kak Nia berangkat bersama ke sebuah pabrik yang sama, tempat mereka bekerja.
~*************~
Tok..tok..tokk....
"Iya Bin, maaf aku agak kesiangan bangunnya. Belum sarapan juga,mmmh.." sembari merapikan dasi dan tali sepatunya.
"Ayo raa, nanti sarapan di sekolah aja." saran Bintang, sambil menggandeng tangan Hira dan bergegas jalan ke sekolah.
"Okey Bin, ayo..!" balas Hira dengan senyuman.
~********~
__ADS_1
Sesampainya di sekolah, Hira langsung menuju kantin bersama Bintang yang terlebih dulu meletakkan tas mereka di kelas. Selang beberapa waktu, bel masuk pun berbunyi.
"Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Pindahan dari luar negeri, yaitu dari negara M. Ayo Nak, perkenalkan diri kamu dengan teman-teman barudi sini." ucap Bu guru Rita pada anak baru itu yang dari tadi menunduk malu.
"Baik Bu, perkenalkan nama aku Melisa Intani. Biasa di panggil Lisa, aku baru pindah dari negara M, mengikuti orang tuaku yang harus pindah tugas ke negara I." ucap Lisa sambil malu-malu.
Anak-anak pun terdengar berbisik-bisik, sambil menatap Lisa dengan senyum.
"Lisa, sekarang boleh duduk, di kursi ke tiga di samping Bintang." sambil menunjuk kursi ke tiga.
"Sini Lisa, duduk di sebelah aku. Aku Bintang.." Ucap Bintang sambil memberikan tangannya untuk berjabat tangan, Lisa pun menjabatnya dan tersenyum.
"Kalian harus bersikap baik pada Lisa, bantu Lisa untuk beradaptasi dengan kelas dan sekolah kita ya anak-anak." pinta Bu guru Rita pada anak didiknya.
"Baik Bu guru.." balas anak-anak serentak.
Mereka pun memulai pelajaran, melihat dan mendengarkan Bu guru Rita menerangkan dan memberikan soal.
Di satu sudut kelas, terlihat seorang anak terus saja menatap Bintang yang asyik bersama Lisa sang anak baru.
__ADS_1
Bersambung...