
Sore itu Sany dan Resha duduk di teras rumahnya, sambil bermain gelembung sabun dan boneka mobil-mobilan pemberian Bintang.
"Sayang,, gimana jalan-jalannya sama Tante Bintang tadi pagi..?" tanya Sany yang ingin tau apa saja yang di lakukan putrinya.
"Seru Maa,, habis beli es krim Tante ngajak aku ke taman. Terus main di sana sampai siang.." jelas Resha sambil tersenyum pada Ibunya.
"Asyik donk sayang, terus Tante Bintang ada cerita apa..?" tanya Sany lagi menyelidik.
"Gak ada cerita apa-apa, memang kenapa, Maa..?" ucap Resha yang balik bertanya.
"Tidak kenapa-kenapa kok sayang, yaa sudah kamu lanjut lagi mainnya yaa.." seru Sany yang masih memainkan ponselnya, sambil sesekali melihat ke arah pintu rumah Bintang.
Tak lama kemudian, terlihat Bintang yang keluar dari dalam rumah sambil menenteng kantong plastik.
"Hai, Sany.. Lagi nyantai yaa.." sapa Bintang begitu melihat Sany yang terlebih dulu menatapnya.
"Iyaa nih Bin.." sahut Sany.
"Resha sayang, seru banget mainnya.." ucap Bintang menghampiri Resha yang tengah asyik bermain.
"Tante ikut main sama Resha juga yaa.." ajak Resha sambil menarik lengan Bintang.
"Iyaa Resha,, tapi Tante mau buang sampah dulu sebentar. Setelah itu baru kita main bareng.." seru Bintang sambil berjalan ke sebuah tempat yang memang di khususkan untuk mengumpulkan sampah-sampah bagi para pengontrak di situ.
Kini Bintang dan Resha asyik bermain gelembung sabun, sambil sesekali terdengar teriakan dari Resha yang begitu gembira saat melihat gelembung sabun yang mengenai wajah Bintang.
"Kamu tidak mau ikut main..?" tanya Bintang pada Sany yang hanya melihat Resha dan dirinya bermain.
"Kamu saja sama Resha, aku cuma..."
Sany tidak menyelesaikan perkataannya, saat Ia melihat seorang wanita datang dan turun dari motor lalu menghampiri Resha.
"Resha sayang, lagi main apa ? Seru banget.." ucap wanita itu seraya memeluk dan mencium pipi Resha.
"Horee,, Tante Ayu datang..! Ayo main bareng sama Resha dan Tante Bintang.." pinta Resha seraya menarik tangan wanita yang bernama Ayu itu.
"Tante Ayu gak bisa lama-lama sayang, habis ini mau ke tempat kerjaan lagi. Tante ke sini cuma mau ngasi makanan kesukaan Resha.." sahut Ayu sambil memberikan bungkusan berisi kotak makanan.
"Yahh,, terus kapan kita main barengnya..?" tanya Resha dengan wajah cemberut.
"Nanti malam Tante datang lagi yaa sayang, jangan ngambek gitu dong. Nanti jelek lho mukanya.." bujuk Ayu sambil memeluk Resha.
"Iyaa Resha gak jadi ngambek deh Tante.." balas Resha.
__ADS_1
"Tante Ayu pamit pergi dulu yaa sayang.." ujar Ayu yang mencium pipi Resha.
"Hati-hati yaa Tante Ayu, jangan lupa nanti malam main sama Resha.." seru Resha sambil melambaikan tangannya pada Ayu.
"Iyaa Resha sayang,, aku pergi dulu San, Mbak.." ucap Ayu pada Sany dan Bintang, lalu berjalan mengendarai motornya.
"Resha,, bawa masuk dulu makanannya yaa sayang.." seru Sany pada Resha.
"Iyaa Maa, tapi Resha mau makanannya.." ucap Resha.
"Iyaa boleh sayang, Resha makan aja tapi sedikit-sedikit. Nanti kalau kurang, baru tambah lagi.." jelas Sany pada putrinya yang segera masuk ke dalam rumah.
"Apa kamu mau mencoba makanannya Bintang..?" tanya Sany tiba-tiba.
"Tidak San, terimakasih. Itu tadi siapa yaa..?" tanya Bintang yang penasaran.
"Ohh,, itu tadi sepupuku, dia memang sering main ke sini. Dulu dia juga pernah jagain Resha lumayan lama, makanya Resha dekat banget sama dia.." jelas Sany sambil menghela nafasnya dengan dalam.
"Jadi begitu yaa, pantes aja.." ucap Bintang.
"Aku masuk ke rumah dulu yaa Bin, sekalian mau mandiin Resha.." ujar Sany sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Iyaa San, masuk aja.." balas Bintang yang juga segera masuk ke rumahnya.
Malam harinya, Bintang sengaja duduk di teras untuk bisa mengobrol dengan Sany. Tapi yang di tunggu tidak kunjung kelihatan, lalu Bintang memilih untuk masuk ke dalam rumah saja. Namun saat hendak membuka pintu, Sany justru keluar.
"Sudah mau tidur, Bin..?" tanya Sany sambil tersenyum.
"Ehh, belum San, mau buat kopi dulu. Apa kamu mau sekalian..?" tanya Bintang sambil membalas senyuman Sany.
"Boleh, kalau tidak merepotkan. Tapi teh aja yaa, Bintang.." sahut Sany sambil duduk di kursi.
"Baiklah, tunggu sebentar yaa.." ucap Bintang meninggalkan Sany dan berjalan ke arah dapur.
Tak menunggu waktu lama, Bintang oun keluar dengan membawa dua gelas minuman untuk mereka berdua.
"Ini teh nya San, hati-hati masih panas.." ujar Bintang sambil memberikan gelas yang satunya pada Resha.
"Terimakasih yaa, Bintang.." sahut Resha seraya meletakkan gelasnya di atas meja.
"Sama-sama San, Resha sudah tidur yaa..?" tanya Bintang yang sejak tadi tidak melihat Resha keluar rumah.
"Iyaa sudah, mungkin kecapean karena banyak main tadi sore.." jawab Sany sambil meneguk teh manisnya.
__ADS_1
"Ohh, pantas tidak kelihatan.." balas Bintang yang juga menikmati kopi hitam kesukaannya.
"Sebentar yaa Bin, aku angkat telepon dulu.." ucap Sany sambil mengambil ponsel yang ada di saku celananya, lalu sedikit menjauh dari Bintang.
Bintang pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepala, sambil sesekali Ia melirik ke arah Sany yang terlihat sedang menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Kenapa San, kok wajahnya manyun gitu..?" tanya Bintang yang melihat perubahan wajah Sany, setelah selesai menerima telepon.
"Gak kenapa-kenapa kok Bin,mmmh.." ucap Sany sambil menarik nafas panjang.
"Syukurlah San, tapi kalau ada apa-apa cerita aja. Pasti aku dengerin.." ujar Bintang yang kembali meneguk kopinya dengan perlahan.
"Kalau aku bilang, aku seorang lesbi. Apa kamu akan menjauhi aku, Bin..?" tanya Sany dengan serius.
"Uhukk,,uhukkk.." Bintang langsung tersedak mendengar perkataan Sany, dan menyemburkan kopi yang tadinya akan Ia telan.
"Kamu tidak apa-apa, Bin..?" tanya Sany sambil menepuk-nepuk pundak Bintang.
"Iy,, iyaa aku tidak apa-apa.." balas Bintang sambil mengatur nafasnya.
"Jadi kamu..."
Bintang tidak melanjutkan perkataannya, dan membiarkan Sany untuk berbicara lebih banyak.
"Iyaa Bin, aku seorang lesbi. Aku tau, kamu pasti tidak ingin berteman denganku lagi.." ucap Sany dengan wajah tertunduk.
"Kamu salah, aku masih tetap mau berteman dengan kamu kok.." sahut Bintang dengan tersenyum.
"Serius, kenapa Bin ? Karena selama ini banyak orang yang menjauhi aku, setelah tau aku seorang lesbi.." jelas Sany.
"Karena itu hak kamu untuk menjadi seperti itu, dan aku tau kamu pasti punya alasan kenapa kamu bisa menjadi seorang lesbi.."
Sahut Bintang yang tidak ingin mengungkapkan dirinya, yang juga adalah seorang lesbi.
"Syukurlah, aku senang ternyata kamu bisa mengerti.." ucap Sany dengan senyuman di wajahnya.
"Apa wanita yang terlihat seperti pria itu, pacar kamu..?" tanya Bintang.
"Iyaa Bin.."
Sany pun mulai menceritakan semua tentang kehidupan dan keluarganya, begitu juga dengan apa yang pernah Ia alami. Bintang yang di buat penasaran, kini semakin tau dan mengenal sosok Sany.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59