Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Mulai Mengancam


__ADS_3

Beberapa hari sudah Fida tinggal di rumah orang tua Bintang, Ia merasa sangat nyaman dan senang. Karena kedua orang tua Bintang memperlakukannya dengan baik, tapi lain halnya dengan Tya yang sangat tidak menyukai Fida. Mungkin hal itu di sebabkan karena Tya tau, siapa Fida sebenarnya.


"Kenapa cewek nekat itu masih ada di rumah sih, Bin..?! Cepat kamu pulang kan sana.." seru Tya yang merasa kesal melihat Fida masih belum pergi juga.


"Pulang kan gimana Kak, dia nya gak mau.." jawab Bintang yang juga di buat pusing oleh Fida.


"Memang dia gak mikirin suami dan orang tuanya apa yaa.." ujar Tya.


"Kalau mikirin yaa pasti pulanglah Kak, tapi ini malah gak mau pulang-pulang.." ucap Bintang sambil memijit pelipisnya.


"Apa kita usir aja Bin, biar cepat.." seru Tya.


"Jangan Kak, nanti yang ada Ibu dan Ayah malah jadi curiga.." ujar Bintang sambil memikirkan, cara apa yang bisa membuat Fida kembali kepada suaminya.


"Apa aku suruh aja suaminya untuk datang kesini menjemput Fida, Kak..?" tanya Bintang meminta pendapat Kakaknya.


"Ide bagus itu Bin, tapi gimana mau ngubungin suaminya. Memang kamu punya nomornya..?" tanya Tya.


"Gak punya sih Kak, tapi nanti akan Bintang cari di ponselnya Fida. Pasti dia menyimpan nomor suaminya.." jelas Bintang sambil tersenyum.


"Husstt,, si cewek nekat datang, Bin.." ucap Tya pada Bintang dengan nada lirih.


"Kalian berdua pasti ngomongin aku, yaa kan..?!" ucap Fida dengan senyum di wajahnya.


"Gak kok, ngapain juga ngomongin kamu. Yaa udah Bin, Kakak mau pulang dulu yaa.." seru Tya sambil berlalu pergi, meninggalkan Bintang dan Fida.


Bintang hanya terdiam sambil menatap Kakaknya, perasaannya kini menjadi tidak enak saat berada di dekat Fida.

__ADS_1


"Apa kamu merencanakan sesuatu..?" tanya Fida tiba-tiba.


"Gak ada, memang rencana apa, Fii..?" balas Bintang yang sengaja balik bertanya.


"Aku gak tau apa yang kamu rencanakan untuk bisa jauh dari aku, tapi akan aku pastikan semua rencana kamu itu gagal.." ujar Fida sambil tersenyum tipis, lalu berjalan menuju kamar.


"Dasar cewek aneh,mmmh.. Jangan sampai dia tau, kalau aku mau menghubungi suaminya.." ucap Bintang lirih.


~***********~


Malam telah tiba, Ibu dan Fida sedang sibuk menyiapkan makan malam. Sedangkan Ayah terlihat asyik bercerita bersama Bintang, sambil menonton televisi.


"Ayah,, Bintang mau ke kamar sebentar yaa.." ucap Bintang seraya berjalan menuju kamar.


"Jangan lama-lama Bin, setelah itu kita makan malam.." balas Ayah pada Bintang yang hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


Sesampainya di kamar, Bintang segera mengunci pintu dan mulai mencari ponsel Fida. Tapi setelah Bintang mencari dimana-mana, Ia tidak juga menemukannya.


"Ayo Bin, Ayah, kita makan malam dulu, semua sudah siap. Ibu di bantuin Fida, jadi lebih cepat menyiapkan semuanya.." seru Ibu sambil tersenyum menatap Fida.


Ayah dan Bintang pun menghampiri meja makan, mereka semua kini mulai menikmati makanan yang telah tersedia.


"Ayo nambah lagi, Nak Fida..!" seru Ibu sambil tersenyum.


"Saya sudah kenyang, Bu.." jawab Fida dengan senyum di wajahnya.


"Kamu Bin, tidak nambah lagi makannya..?" tanya Ibu.

__ADS_1


"Gak Bu, ini udah cukup kok.." jawab Bintang yang selama beberapa hari ini memang tidak ***** makan.


Selesai makan, mereka lalu berkumpul di ruang tengah. Ibu mengajak Fida bercerita, hingga sesekali terdengar suara tawa dari keduanya. Bintang yang melihat itu, hanya terdiam sambil memperhatikan Fida.


Akhirnya waktu yang di tunggu pun tiba, kini semua orang telah tertidur pulas. Bintang segera bangun dari tempat tidur dengan sangat perlahan, karena tidak ingin membuat Fida terbangun. Ia mencoba mencari ponsel Fida, yang ternyata ada di sampingnya.


"Akhirnya dapat juga.." ucap Bintang dalam hati, saat ponsel milik Fida kini telah berada di tangannya.


Tanpa menunggu lama, Bintang segera membuka ponsel Fida yang ternyata masih dengan kata sandi yang sama.


"Ketemu juga nomor suaminya, aku harus cepat simpan ini.." gumam Bintang.


Selesai mengambil dan menyimpan nomor suami Fida, Bintang lalu mengembalikan ponsel Fida di tempat semula. Saat Bintang hendak kembali ke tempat tidur, tiba-tiba ada sebuah tangan menariknya dengan kuat hingga membuat tubuhnya terjatuh.


"Apa yang barusan kamu lakukan..?" tanya Fida menatap tajam ke arah Bintang yang kini telah berada di atas tubuhnya.


"A-aku gak ngelakuin apa-apa.." sahut Bintang yang langsung mengangkat tubuhnya dari atas Fida, dengan jantungnya yang berdegup kencang menahan sebuah rasa yang tadi sempat ada dalam benaknya.


"Kalau kamu ngelakuin sesuatu yang gak aku suka, aku gak segan-segan ngelakuin ini lagi.." ujar Fida sambil mengeluarkan sebuah pisau kecil, lalu di letakkan di pergelangan tangannya.


"Kamu apa-apaan sih Fii..!" bentak Bintang sambil merebut pisau kecil itu dari tangan Fida.


"Sekarang aku biarkan kamu mengambil pisau itu, tapi besok-besok kalau kamu macam-macam lagi. Aku pastikan pisau akan benar-benar melukai tanganku, kamu ingat itu..!" ancam Fida yang tersenyum sambil mencium pipi Bintang.


"Selamat tidur yaa sayang, jangan pernah berpikir kalau kamu bisa lepas dari aku,hahaa.." seru Fida seraya membaringkan tubuhnya kembali di tempat tidur.


Bintang hanya bisa terdiam, Ia tidak tau harus berbuat dan berkata apa. Menghadapi dan melihat sikap Fida, yang seolah bukan Fida yang dulu pernah Ia kenal.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2