Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Mengenal Lebih Dekat


__ADS_3

Dua bulan pun berlalu, di bawah bimbingan Bintang kini Della sudah bisa mengerti dan mengerjakan tugasnya dengan baik. Meskipun terkadang ada kesalahan yang Ia lakukan, namun Della dengan giat dan tekun tetap terus belajar.


Kedekatan mereka di perhatikan oleh Anya sejak awal, namun setiap kali Anya bertanya sejauh mana hubungan antara mereka. Bintang selalu menjawab, bahwa mereka hanya teman kerja dan tidak lebih. Tapi Anya dan Nindy sepakat, untuk menjodohkan mereka berdua. Karena setahu Nindy, Della sosok yang baik selama Ia mengenalnya. Namun satu hal yang membuat Nindy dan Anya ragu untuk menjodohkan mereka, yaitu dengan status Della yang adalah seorang janda yang memiliki se'orang putri.


"Kok gak langsung makan, apa ada yang di tunggu..?" tanya Bintang pada Anya dan Nindy yang dari tadi selalu melihat ke arah pintu, seolah sedang menunggu sese'orang.


"Iyaa Bin, sabar yaa.. Sebentar lagi dia pasti datang,hee.." jawab Nindy seraya menatap ke arah Anya.


"Dia siapa, Nin..? Sarah sama pacarnya yaa..?" tebak Bintang.


"Nanti juga kamu tau, tunggu aja yaa, Bin.." seru Nindy.


"Oh gtu, tapi aku udah laper nih, perutku udah berontak dari tadi,mmmh.." ucap Bintang seraya memegangi perutnya.


"Iyaa Bin, sebentar lagi yaa.. Tahan dulu lapernya, nih minum air dulu,hee.." sahut Anya sambil memberikan gelas berisi air putih pada Bintang.


"Aku laper Nya, bukan haus,mmmh.." gerutu Bintang pada Anya hanya tersenyum padanya.


Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Nindy pun segera bangkit dari tempat duduknya, lalu membukakan pintu.


"Nah, itu yang di tunggu-tunggu udah datang, Bin.." seru Anya.


"Yaa udah, aku makan yaa.." ucap Bintang sambil mengambil piringnya.


"Ehh,, tunggu dulu, kita makan bareng, Bin.. Itu Della kan udah datang.." sahut Anya.


"Apa, Della.. Mau ngapain dia datang ke sini..?" gumam Bintang.


"Maaf yaa semua, aku telat datangnya. Karena tadi ada teman yang datang ke kost-an, jadi nungguin pulang dulu.." jelas Della sambil tersenyum menatap Bintang.


"Iyaa Dell, gak apa-apa kok. Cuma ada yang udah kelaparan karena kamu,hehee.." ucap Anya lirih, sembari menatap Bintang dengan senyum mengejeknya.


"Kak Anya ngomong apa barusan..?" tanya Della pada Anya yang tidak mendengar jelas perkataannya.


"Gak ngomong apa-apa kok Della,hee.." sahut Anya yang mendapat tatapan tajam dari Bintang dan Nindy.


"Yaa udah ayo makan, semua udah siap nih. Kita tinggal nungguin kamu aja dari tadi, Dell.." ajak Nindy sambil menyerahkan piring kepada Della.

__ADS_1


"Ohh gitu, iyaa sekali lagi maaf yaa, jadi buat nunggu lama.." ujar Della yang jadi merasa tidak enak setelah mendengar ucapan Nindy.


"Iyaa gak apa-apa, ayo makan.." sahut Anya.


Kini mereka mulai menikmati makanan yang telah di siapkan, sesekali terlihat Della yang diam-diam menatap Bintang. Hal ini di ketahui oleh Anya dan Nindy, mereka berdua pun saling melemparkan senyum.


"Ehemm,, ayo Della tambah lagi nasinya, lauk dan sayurnya juga masih banyak.." seru Nindy pada Della yang langsung mengalihkan pandangannya dari Bintang.


"Iyaa Nindy, ini udah cukup kok.." balas Della yang jadi salah tingkah dan berusaha untuk bersikap biasa saja.


"Kamu gak tambah Bin, kan tadi katanya laper banget.." seru Anya pada Bintang yang sejak tadi hanya terdiam.


"Udah kelewat laparnya, udah kenyang juga.." sahut Bintang dengan ekspresi wajah yang datar.


"Syukurlah kalau gitu, Della juga udah kenyang yaa,hee.." seru Anya sambil menatap Della.


"Iyaa Kak Anya.." balas Della.


"Jangan panggil Kak yaa, panggil aja Anya. Kalau sama Bintang, gak apa-apa panggil Kakak. Apa lagi kalau di belakangnya di tambahin sayang, jadi Kakak sayang,hehehee.." ujar Anya yang sengaja menggoda Della dan Bintang.


"Iyaa Kak Bintang, gak apa-apa kok. Mungkin Kak Anya, ehh Anya maksudnya cuma bercanda.." sahut Della.


"Tuh dengerin Bin, Della aja bisa mengerti.." seru Anya.


"Udah sih Yank, jangan isengin Bintang terus. Lebih baik bantuin beresin piring yang kotor, terus habis itu kita keluar beli buah yaa.. Aku pengen makan buah, Yank.." seru Nindy.


"Tumben pengen makan buah, apa kamu lagi hamil, Beb..?" tanya Anya tanpa berpikir lebih dulu.


"Sembarangan aja nih kalau ngomong, dasar.." seru Nindy yang langsung melempar tisu basah pada wajah Anya.


"Aku kan cuma tanya lho, Beb.." sahut Anya sambil membuang tisu basah yang mengenai wajahnya.


"Yaa udah ayo keluar, nanti keburu tutup penjual buahnya. Kita cari yang di dekat sini aja.." ajak Nindy yang sebenarnya sengaja ingin membiarkan Bintang dan Della berduaan.


"Nanti aja Beb, kan baru selesai makan.." ucap Anya.


"Sekarang..!" seru Nindy dengan tatapan tajamnya yang membuat Anya takut dan langsung berjalan mengikutinya.

__ADS_1


"Apa mereka selalu seperti itu Kak Bin..?" tanya Della tiba-tiba.


"Seperti itu, maksud kamu..?" seru Bintang yang balik bertanya.


"Iyaa, berantem baikan, marahan, bercanda dan mesra lagi gitu, Kak.." jelas Della.


"Ohh, iyaa mereka memang seperti itu, tapi hubungan yang seperti itu biasanya justru lebih langgeng kan.." ucap Bintang.


"Masa sih Kak.." ucap Della.


"Biasanya sih gitu, Dell.. Ohh iyaa, panggil Bintang aja yaa.. Kita kan gak jauh beda usianya.." ujar Bintang.


"Iyaa Kak, ehh Bintang maksudnya,hee.. Boleh gak Della tanya sesuatu..?" tanya Della sambil menatap Bintang.


"Iyaa boleh Dell, tanya aja jangan sungkan.." balas Bintang.


"Apa boleh aku mengenal Kakak, maksud aku mengenal kamu lebih dekat..? Aku ngerasa nyaman sama kamu, maaf yaa kalau aku terlalu jujur.." ucap Della yang kini tertunduk karena merasa malu.


"Iyaa boleh sih, tapi gimana yaa.." ujar Bintang sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Gimana apanya, kamu keberatan..?" tanya Della lagi.


"Gak kok,hee.." balas Bintang sambil menghela nafasnya dengan dalam.


Bintang dan Della pun kini saling diam, mereka bingung harus bicara apa. Karena perkataan Della tadi membuat Bintang menjadi canggung, begitu juga dengan Della yang jadi merasa malu sendiri karena ucapannya.


"Kalian udah pacarannya,hehee.." seru Anya yang tiba-tiba sudah berada di depan pintu.


"Bilang salam kek, ketuk pintu kek. Main nyelonong aja seperti hantu, kaget tau..!" sahut Bintang yang terkejut dengan kemunculan Anya tiba-tiba.


"Yaa kan memang sengaja mau ngagetin kamu, Bin.." ucap Anya seraya tertawa terbahak-bahak, karena telah berhasil membuat Bintang kesal.


"Yaa udah lanjutkan lagi pacarannya, aku cuma mau ngambil dompet tadi lupa bawa.." seru Anya yang langsung pergi meninggalkan Bintang dan Della berduaan di kost-an. Ia dan Nindy berharap, hubungan Bintang dan Della bisa lebih dekat.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2