
Sudah hampir seminggu Yumie memutuskan hubungannya dengan Bintang, dan selama itu Ia masih saja menghubungi Bintang meski hanya sekedar menyapa dan memberi perhatian melalui pesan. Bintang yang sudah tau sejak awal dengan sikap Yumie yang telah biasa saja padanya, Ia pun hanya berusaha untuk mengikuti tanpa berharap apapun.
Hal ini telahpun di ketahui oleh Mery dan teman-teman Bintang yang lain, yang juga berteman dengan Yumie di sosial medianya. Mereka selalu mengingatkan Bintang untuk menjaga jarak dan tidak perlu merespon Yumie, namun saat ini Bintang masih belum bisa.
"Bintang,, kamu nangis lagi yaa..?" tanya Mery saat melihat Bintang yang sejak tadi hanya melamun di teras depan.
"Gak kok Mer, aku gak nangis.." jawab Bintang seraya menghapus air matanya.
"Iyaa gak nangis, cuma meneteskan air mata kan.." ucap Mery.
"Kamu masih mikirin Kak Yumie kan, buat apa Bin.. Toh dia gak mikirin kamu kok, jadi mulai sekarang kamu harus berusaha untuk lupain dia.." ujar Mery yang kini tengah duduk di samping Bintang, sambil memakan cemilan.
"Gak akan semudah itu Mer, setelah apa yang pernah aku dan dia lalui bersama selama ini. Aku butuh banyak waktu, untuk bisa menerima semuanya.." ucap Bintang.
"Iyaa Bin, aku bisa ngerti. Karena aku juga pernah berada di posisi yang sekarang kamu alami, jadi aku tau gimana rasanya.." jelas Mery yang teringat kembali, bagaimana dulu Gemy memutuskan hubungan dengannya yang juga secara tiba-tiba.
"Iyaa Mer, terimakasih yaa.." balas Bintang.
"Iyaa sama-sama Bin, sekarang jangan sedih lagi yaa.." seru Mery sambil tersenyum menatap Bintang yang masih terlihat bersedih.
"Iyaa Mer, gak sedih kok,hee.." sahut Bintang yang berusaha keras untuk menutupinya kesedihannya.
"Aku jadi teringat sama Gemy, Bin.. Gimana yaa kabar dia sekarang..? Semoga baik-baik aja dan bahagia, tiba-tiba aku kangen banget sama dia,mmmh.." ujar Mery yang kini tertunduk lesu.
"Yaa udah, kalau kangen kamu temuin aja dia. Biar kamu tau gimana keadaannya, walaupun gak ada hubungan apa-apa lagi setidaknya gak masalah kan kalau untuk sekedar silaturahmi.." ucap Bintang.
"Memang gak apa-apa, Bin..? Nanti dia marah gimana, masa iyaa aku tiba-tiba datang tanpa ngasi tau dulu. Yang ada dia pasti marah, dan ngusir aku, Bin.." sahut Mery.
"Kamu ini belum juga apa-apa, tapi pikirannya udah kemana-mana. Kan niatnya cuma silaturahmi dan mau tau keadaannya, kalau udah tau yaa udah kamu langsung pulang. Lagi pula mau ngapain lama-lama ketemu dia, yang ada nanti kamu sedih lagi.." ujar Bintang pada Mery yang kini terlihat sedang memikirkan tentang perkataannya.
"Iyaa juga sih Bin, tapi temenin aku yaa.. Dari pada kamu di kost-an sendirian, terus kepikiran sama Kak Yumie.." seru Mery.
"Ayolah Bin, mau yaa yaa yaaaa.." bujuk Mery sambil tersenyum menatap Bintang yang masih belum memberikan jawaban.
"Hmmm,, iyaa deh aku temenin, tapi jangan lama-lama. Kalau udah ketemu langsung pulang.." seru Bintang.
"Iyaa Bin, gak lama-lama kok. Terimakasih yaa Bintang,hehee.." sahut Mery sambil ingin memeluk Bintang, namun dengan gerakan cepat Ia langsung menghindar.
"Maaf Bin, kebablasan,hee.." seru Mery sambil tersenyum.
__ADS_1
"Helehh,, bilang aja kamu pengen peluk Gemy kan, dasar.." balas Bintang.
Bintang dan Mery pun kini berbincang-bincang tentang rencana mereka untuk menemui Gemy, sambil memakan cemilan yang ada di atas meja. Hingga malam telah semakin larut, dan keduanya kini masuk ke dalam kost-an lalu memutuskan untuk segera tidur.
~************~
Hari yang di tunggu telah pun tiba, Mery dan Bintang kini tengah bersiap-siap untuk berangkat menuju ke kampung halaman Gemy. Setelah sebelumnya meminta izin pada pemilik toko buku tempat mereka bekerja, bahwa hari ini keduanya izin tidak masuk kerja untuk satu hari saja.
"Ayo Bin, aku udah siap nih.." seru Mery.
"Ayo kemana, mobilnya juga belum datang.." sahut Bintang.
"Iyaa juga yaa,hehee.. Yaa udah kita tunggu aja, Bin.." ucap Mery yang terlihat begitu semangat karena akan pergi menemui Gemy.
Tak lama kemudian, mobil yang mereka tunggu telah tiba dan segera membawa mereka menuju ke kampung halaman Gemy. Sepanjang perjalanan, Mery terlihat begitu gembira karena akan bertemu dengan mantan kekasihnya.
Berbeda halnya dengan Bintang yang sejak tadi hanya diam dan terlihat melamun, pikirannya melayang jauh. Kenangannya bersama Yumie saat mereka jalan-jalan, kini kembali hadir dalam ingatannya. Hingga tanpa Ia sadari, kini air matanya telah terjatuh dan membasahi pipi. Bintang lalu segera menghapusnya, sebelum Mery melihat dan mempertanyakannya.
Setelah cukup lama di perjalanan, kini mobil yang di tumpangi oleh Bintang dan Mery telah tiba di alamat yang mereka tuju. Mery dan Bintang segera turun dari mobil, dan perlahan berjalan menghampiri sebuah rumah yang mereka yakini sebagai tempat tinggal Gemy.
"Benar ini rumahnya, Mer..?" tanya Bintang pada Mery.
"Yaa udah kalau gitu, kita ketuk aja pintunya.." seru Bintang sambil mengetuk pintu rumah Gemy, dan tak lama pintu pun terbuka dan terlihat se'orang wanita paruh baya.
"Assalamu'alaikum, Bu.." ucap Bintang dan Mery bersamaan.
"Wa'alaikumsalam, mau cari siapa, Nak..?" tanya wanita itu dengan ramah.
"Maaf Bu, apa benar ini rumah, Gemy..?" tanya Mery.
"Iyaa benar, kalian ini siapa..? Dan dari mana..?" tanya Ibunya Gemy yang mulai penasaran.
"Kami teman-temannya Gemy dari kota P, apa Gemy-nya ada, Bu..?" jelas Mery.
"Ohh,, jadi kalian teman-teman Gemy, tapi bukannya Gemy sudah kembali ke kota P sekitar sebulan yang lalu.." ujarnya.
Mendengar apa yang di ucapkan oleh Ibunya Gemy, Bintang dan Mery pun saling bertatapan. Terlihat jelas dari raut wajah keduanya, yang merasakan bingung, terkejut dan bertanya-tanya.
"Ayo silahkan masuk ke dalam rumah dulu, kita ngobrol di dalam saja.." ajak Ibunya Gemy pada Bintang dan Mery yang mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
"Ohh iyaa, siapa nama kalian berdua..? Kalau saya biasa di panggil Ibu Rumy oleh orang-orang di sini.." ucap Ibu Rumy.
"Nama saya Mery dan ini Bintang, Bu.." seru Mery memperkenalkan dirinya.
"Ohh, jadi kalian berdua yang sudah membantu Gemy mencarikan pekerjaan, karena dulu Gemy pernah cerita sama, Ibu.." jelas Ibu Rumy.
"Iyaa memang benar Bu, kami dengar dari Gemy waktu itu Ibu sakit. Sekarang gimana keadaannya, Bu..?" tanya Mery.
"Alhamdulillah keadaan Ibu sekarang sudah membaik, seperti yang kalian lihat.." jawab Bu Rumy.
"Syukur alhamdullilah kalau begitu, Bu.." balas Bintang.
"Tapi kenapa kalian berdua bisa tidak tau, kalau Gemy sudah kembali ke kota P..?" tanya Bu Rumy yang merasa heran.
"Karena kami berdua dan Gemy tidak satu tempat kerjaan, Bu.. Dan jarak tempat tinggal kami dan Gemy juga lumayan jauh.." ujar Bintang pada Bu Rumy yang hanya menganggukkan kepalanya.
"Ohh, jadi seperti itu yaa.. Sebenarnya Ibu melarang Gemy untuk kembali bekerja, karena Ibu ingin Gemy bisa segera menikah dengan laki-laki pilihan Ibu. Tapi Gemy menolak, dia tetap ingin bekerja dan akhirnya Ibu pun mengizinkannya.." jelas Ibu Rumy.
"Jadi seperti itu, terus Gemy kembali ke kota P sendirian, Bu..?" tanya Bintang yang menyelidik.
"Tidak Nak, Gemy di jemput oleh pemilik rumah makan tempat dia bekerja. Kalau tidak salah Ibu, namanya Yumie. Orangnya sangat baik dan ramah, karena itu Gemy merasa betah bekerja dengannya.." jelas Bu Rumy sambil tersenyum.
Deg..
Mendengar itu, Bintang langsung merasakan sesak dalam dadanya. Perasaan hatinya pun menjadi tak karuan, semua menjadi campur aduk. Namun Ia berusaha keras untuk menahannya, dan tetap terlihat tenang. Berbeda dengan Mery, yang kini merasa sangat emosi sambil mengepalkan tangannya.
"Kalau begitu kami berdua mau pamit dulu yaa, Bu.." seru Bintang seraya menatap ke arah Mery, Mery yang mengerti lalu menganggukkan kepalanya.
"Kenapa buru-buru sekali..? Ibu juga belum sempat menyuguhkan minuman untuk kalian.." ucap Bu Rumy yang merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa kok Bu, kami memang tidak bisa lama-lama. Karena setelah ini mau pergi ke tempat yang lain juga.." ujar Bintang sambil tersenyum.
"Ohh, jadi begitu yaa, Nak.. Yaa sudah, kalian berdua hati-hati yaa.." seru Bu Rumy pada Bintang dan Mery yang telah berpamitan, lalu pergi meninggalkannya.
Bintang dan Mery segera mempercepat langkahnya, Mery segera memesan mobil untuk mengantarkan mereka kembali pulang. Dan yang pastinya, untuk bisa secepatnya menemui Yumie dan Gemy agar bisa mendapatkan penjelasan...
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1