Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Berduka


__ADS_3

Sesampainya di Rumah Sakit, mereka bertiga segera menuju IGD. Setelah sampai di sana, Dokter mengatakan bahwa Ayah terluka parah di bagian kepala dan tidak bisa untuk di selamatkan. Tangis ketiganya pun kini terdengar, Bintang langsung memeluk Ayah.


"Maaf yaa Bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menyelematkan suami Ibu. Tapi Allah berkehendak lain, saya turut berduka cita, Bu.." ucap Dokter pada Ibu yang terlibat berusaha untuk kuat dan tegar.


"Iyaa Dokter, terimakasih.." balas Ibu pada Dokter yang kini telah pamit pergi dari ruangan itu.


"Bintang,, kamu yang sabar yaa, Nak. Ayah sudah tenang di alam sana.." seru Ibu yang melihat Bintang terus saja menangisi kepergiannya Ayahnya.


Malam itu Ayah segera di bawa pulang ke rumah, dan akan di kebumikan esok paginya. Sambil menunggu keluarga dan kerabat, yang masih dalam perjalanan menuju ke rumah.


"Bintang,, kamu istirahat tidur dulu yaa, sudah larut malam, Nak.." ujar Ibu yang melihat Bintang terus saja meneteskan air matanya di samping Ayah, sambil memeluknya.


"Bintang mau di sini, sama Ayah, Bu.." balas Bintang lirih.


Melihat Bintang yang terus saja menolak untuk istirahat dan tidur, Ibu pun hanya pasrah dan membiarkannya tetap berada di samping jenazah Ayahnya hingga waktu subuh dan pagi pun tiba.


Setelah semua keluarga jauh berkumpul, kini jenazah Ayah telah siap untuk di makamkan. Suara isak tangis dari keluarga mengiringi pemakaman, terutama Bintang yang tidak bisa menahan rasa sedihnya saat melihat tubuh Ayahnya di masukkan ke liang lahat.

__ADS_1


"Ayah..!! Jangan pergi, jangan tinggalin Bintang..! Ayah..!! Hikks,,hiikks,,hiikks.." teriak Bintang yang terjatuh dan terduduk saat hendak meraih tubuh Ayahnya yang kini telah berada di dalam liang lahat.


"Sayang,, jangan seperti ini, Nak.. Kamu harus kuat dan sabar yaa, masih ada Ibu dan Kakak-kakak kamu.." seru Ibu sambil memeluk erat tubuh Bintang.


Tangisan Bintang semakin menjadi-jadi setelah mendengar itu, Ia membenamkan wajahnya di dada Ibu sambil terus menangis. Apa yang telah terjadi terasa seperti mimpi buruk baginya, Ia ingin segera terbangun dari tidurnya tapi ternyata semua itu adalah nyata.


Kini proses pemakaman pun telah usai, keluarga dan kerabat serta para pelayat telah meninggalkan pemakaman dan kembali pulang ke rumah masing-masing. Hanya Bintang dan Ibu yang masih berada di pemakaman, terlihat Ibu yang terus berusaha untuk mengajak Bintang pulang tapi Ia terus menolaknya.


"Ayo kita pulang Bin, sekarang sudah hampir tengah hari dan kamu juga harus istirahat, Nak.." ucap Ibu sambil mengusap air mata yang terus mengalir di pipi Bintang.


Mendengar itu, sontak membuat air mata Ibu langsung terjatuh. Hatinya begitu sedih dan teriris, melihat putri kesayangannya jadi seperti itu. Namun Ibu terus saja membujuknya, hingga akhirnya Bintang mau untuk di ajak pulang ke rumah.


~***********~


Di sisi lainnya, Sarah yang baru tiba di tempat kerja Anya langsung bergegas masuk ke dalam restoran lalu menghampiri Anya yang terlihat tidak terlalu sibuk.


"Anya,, kamu udah tau belum, kalau Ayah Bintang meninggal karena kecelakaan..?" tanya Sarah dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


"Iyaa Sarah, aku udah tau tadi malam Bintang ada ngabarin.." sahut Anya.


"Pasti sekarang Bintang lagi sedih banget dan terpukul, karena kepergian Ayahnya yang tiba-tiba.." ujar Anya yang tau dan bisa mengerti bagaimana rasanya kehilangan sosok se'orang Ayah, karena dulu Ia juga merasakan itu.


"Aku udah coba hubungi Bintang, tapi gak bisa, Nya. Aku jadi khawatir dengan keadaannya.." ucap Sarah yang merasa tidak tenang.


"Kamu sabar dan tunggu aja dulu, mungkin Bintang masih belum sempat pegang handphonenya. Nanti dia pasti akan menghubungi kamu, Sarah.." ujar Anya mencoba menenangkan Sarah.


"Kamu makan dulu sana, nanti kita lanjut ngobrol lagi. Aku masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan.." seru Anya.


"Iyaa Nya, aku ke sana dulu yaa.." sahut Sarah ya berjalan menuju kursi.


Makanan yang di pesan Sarah pun kini telah sampai, Ia mulai menikmatinya meski dengan pikirannya yang terus saja tertuju pada Bintang.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2