Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Seperti Mimpi


__ADS_3

Bintang yang telah tiba di rumah, langsung di sambut gembira oleh kedua orang tua dan juga Kakaknya.


"Akhirnya kamu pulang juga Nak, tapi tunggu dulu. Kok kamu sendirian Bin, pesanan Ibu mana..?" tanya Ibu yang langsung mendapat tatapan aneh dari semua orang.


"Memang Ibu pesan apa..? Perasaan Ibu tidak ada pesan apa-apa deh.." sahut Bintang yang merasa bingung.


"Tuh kan, masih muda sudah lupa aja. Ibu kan pesan, bawain Ibu calon menantu, Bin.." ujar Ibu sambil tersenyum.


"Ibu ngomong apa sih,mmmh.." balas Bintang yang berjalan masuk ke dalam rumah.


"Ehh,, nih anak Ibunya serius juga.." ucap Ibu seraya mengikuti Bintang dari belakang.


"Sudah Bu,, jangan godain Bintang terus. Dia kan baru pulang, pasti capek. Jangan di buat pusing.." seru Ayah pada Ibu.


"Ayah ini, belain anaknya aja terus.." sahut Ibu dengan wajah cemberut.


Ayah yang mendengar ucapan Ibu, hanya bisa menggelengkan kepala.


"Gimana keadaan kamu sekarang, Bin..?" tanya Tya tiba-tiba.


"Baik Kak, tapi di sini yang gak baik.." jawab Bintang sambil menunjuk pada dadanya.


"Kamu yang sabar yaa, Bin.. Nanti pasti akan kembali baik-baik aja.." ujar Tya yang tau apa yang saat ini adiknya tengah rasakan.


"Terimakasih yaa Kak, Bintang mau istirahat dulu.." ucap Bintang sambil berjalan menuju kamarnya.


"Kasian Bintang, pasti hatinya sangat terluka.." gumam Tya dalam hati.


"Kamu ngapain bengong Kak..?" tanya Ibu dari belakang.


"Yaa ampun Bu, ngagetin aja.." sahut Tya sambil mengelus dadanya.

__ADS_1


"Ibu kan cuma tanya,mmmh.. Yaa sudah, sekarang bantuin Ibu beresin barang-barang bawaan adikmu itu.." pinta Ibu sambil mengajak Tya ke dapur.


~***********~


Setelah lama beristirahat di kamar, kini Bintang pun keluar dan menghampiri Ayah dan Ibunya yang sedang duduk sambil menonton televisi.


"Kak Tya pulang, Bu..?" tanya Bintang yang tidak lagi melihat keberadaan Kakaknya.


"Iyaa sudah pulang dari tadi, kamu makan dulu, Bin.. Ini sudah malam, nanti keburu masuk angin.." ujar Ibu.


"Iyaa Bu, Bintang mau makan dulu yaa.." ucap Bintang sambil berjalan ke meja makan.


"Ayah,, sebenarnya Bintang pulang dan berhenti kerja itu kenapa yaa..?" tanya Ibu pada Ayah.


"Yaa mana Ayah tau Bu, memang Ibu tidak tanya sama Handi..?" balas Ayah yang balik bertanya.


"Sudah Ibu tanya, tapi Handi tidak tau pasti alasannya, Ayah.." sahut Ibu, sambil memikirkan tentang apa yang sebenarnya membuat putri kesayangannya itu sampai harus pulang.


Bintang yang telah selesai makan malam, segera berjalan menuju ke kamar. Tapi langkahnya terhenti, saat Ibu tiba-tiba memanggilnya.


"Bintang,, kemari sebentar, Nak. Ada yang mau Ibu tanyakan sama kamu.." seru Ibu pada Bintang yang kini telah duduk di sampingnya.


"Tanya apa Bu..? Soal pesanan Ibu lagi yaa.." ucap Bintang yang mencoba menebak.


"Bukan itu, tapi Ibu mau tanya. Alasan kamu mendadak pulang dan berhenti kerja itu sebenarnya apa..?" ucap Ibu yang masih penasaran.


"Karena patah hati, Bu.." gumam Bintang.


"Apa yang patah, Bin..?" tanya Ibu yang tidak mendengar jelas perkataan Bintang.


"Hahh,,? Gak ada, Bu.. Maksudnya Bintang udah capek kerja, rasanya tulang Bintang mau patah.." jawab Bintang asal.

__ADS_1


"Kok bisa mau patah, memang di sana kerjanya ngapain..?" tanya Ibu dengan raut wajah bingung.


"Gak berat kerjanya kok Bu, Bintang memang pengen pulang aja. Karena kangen banget sama Ibu.." ujar Bintang sambil memeluk Ibunya.


"Ohh begitu, kirain Ibu kenapa. Karena Ibu tanya ke Paman Han juga dia tidak tau pasti kenapa, justru dia balik tanya ke Ibu. Kan Ibu jadi bingung, Bin.." jelas Ibu.


"Yaa udah sekarang Ibu jangan bingung-bingung lagi, kan yang penting Bintang udah di rumah lagi sama Ibu dan Ayah.." sahut Bintang.


"Iyaa Nak, kamu benar. Ibu senang sekali, sekarang kita bisa kumpul bersama lagi.." balas Ibu.


"Lain kali kamu harus lebih hati-hati Bintang.." ucap Ayah tiba-tiba.


"Iyaa Ayah, apa Ayah tau sesuatu. ?" tanya Bintang yang merasa aneh dengan ucapan Ayahnya itu.


"Jangan kamu pikirkan, Bin.. Ayah cuma berpesan aja.." sahut Ayah sambil tersenyum.


"Ehh,, tunggu dulu, Ayah dan Bintang ngomongin apa sih..?" tanya Ibu yang merasa bingung.


"Ngomong calon menantu Ibu yang belum dapat, Bu.." jawab Ayah asal sambil tertawa kecil.


"Memang benar, Bin..?" tanya Ibu lagi.


"Entahlah, Bu.. Ayah yang lebih tau.." balas Bintang yang sengaja membuat Ayahnya kena sasaran dari pertanyaan Ibunya.


"Ayah,, Ibu,, Bintang mau istirahat dulu yaa.. Rasanya masih pusing.." jelas Bintang sambil berlalu pergi meninggalkan Ayah dan Ibunya.


Di dalam kamar, Bintang langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Sambil mengingat kembali semua yang terjadi, yang seolah seperti mimpi buruk baginya.


Bintang memaksa matanya untuk terpejam, meski hati dan pikirannya masih terjaga. Sambil mendengarkan lagu-lagu cinta, yang menambah rasa sedih dalam hatinya...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2